Menanti gebrakan Pearly Tan/M. Thinaah di Malaysia Open 2026: Akankah catatan buruk terhapus?
Menjelang bergulirnya Malaysia Open 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 6-11 Januari mendatang, sorotan tajam tertuju pada salah satu andalan tuan rumah di sektor ganda putri, Pearly Tan dan M. Thinaah Muralitharan. Meskipun berstatus unggulan kedua dunia dan memiliki modal performa gemilang sepanjang tahun 2025, pasangan ini justru memiliki catatan yang kurang memuaskan di turnamen kandang mereka sendiri, sebuah ironi yang menarik perhatian banyak pihak.
Media lokal Malaysia, The Star, secara gamblang mengangkat isu ini dalam sebuah artikelnya, mempertanyakan akankah performa impresif Pearly/Thinaah di musim 2025 dapat berlanjut di BWF World Tour 2026 dan membawa angin segar untuk menghapus torehan minor di Malaysia Open. “Mampukah Pearly Tan/M. Thinaah Hapus Catatan Buruk di Malaysia Open?” tulis media tersebut, menggarisbawahi ekspektasi besar yang dibebankan pada pundak keduanya.
Kaleidoskop Prestasi Pearly/Thinaah di Musim 2025
Tahun 2025 menjadi saksi bisu kebangkitan Pearly Tan dan M. Thinaah Muralitharan di kancah bulu tangkis internasional. Pasangan yang kini menghuni peringkat dua dunia ini berhasil mengukir sejarah sebagai ganda putri pertama dari Malaysia yang mampu meraih medali di Kejuaraan Dunia. Prestasi gemilang ini diraih pada Agustus 2025 di Paris, di mana mereka sukses menggondol medali perak.
Selain itu, mereka juga menunjukkan dominasinya di kancah Asia Tenggara dengan berpartisipasi dalam SEA Games 2025 di Thailand. Dalam ajang multi-event tersebut, Pearly/Thinaah berhasil mengakhiri penantian panjang Malaysia selama sepuluh tahun untuk kembali meraih medali emas di nomor ganda putri.
Performa konsisten mereka juga terlihat jelas di ajang BWF World Tour 2025. Sepanjang tahun, Pearly/Thinaah berhasil mengoleksi tiga gelar juara dan tiga kali menempati posisi runner-up. Rentetan prestasi ini tentu menjadi modal berharga bagi mereka untuk tampil maksimal di Malaysia Open 2026 dan berusaha keras memperbaiki rekor yang kurang memuaskan di turnamen kandang.
Perjalanan Menuju Perempat Final: Misi Menghapus “Rapor Merah”
Debut Pearly Tan dan M. Thinaah Muralitharan di Malaysia Open pada tahun 2022 tidak berjalan mulus, mereka harus tersisih di babak 16 besar. Sayangnya, catatan minor ini terus berlanjut di edisi-edisi berikutnya. Sejak debutnya di turnamen Super 1000 ini, Pearly/Thinaah belum sekalipun berhasil menembus babak perempat final.

Bahkan, dalam tiga edisi beruntun mulai dari tahun 2023, 2024, hingga 2025, pasangan yang dilatih oleh Rexy Mainaky ini justru harus mengakui keunggulan lawan di babak pertama. Kondisi ini tentu sangat disayangkan mengingat performa mereka yang stabil dan konsisten di berbagai turnamen lainnya.
Namun, harapan untuk melihat Pearly/Thinaah melaju lebih jauh di Malaysia Open 2026 tetap terbuka lebar. Berdasarkan hasil undian, mereka diprediksi tidak akan menemui banyak hambatan di babak awal. Di babak pertama, mereka dijadwalkan akan berhadapan dengan pasangan dari India, Rutaparna Panda dan Swetaparna Panda, yang saat ini menempati peringkat 53 dunia.
Tantangan yang lebih berat diprediksi akan mulai terasa di babak kedua. Pearly/Thinaah kemungkinan besar akan berhadapan dengan pemenang antara pasangan India lainnya, Treesa Jolly/Gayatri Gopichand, atau wakil Indonesia, Febriana Dwipuji/Meilysa Trias, yang merupakan peraih medali perak SEA Games.
Jika mereka berhasil melewati rintangan awal tersebut, potensi pertemuan dengan pasangan kuat asal Korea Selatan, Baek Ha-na/Lee So-hee, di babak perempat final sangat mungkin terjadi. Perjalanan ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Pearly/Thinaah untuk membuktikan bahwa mereka mampu mengatasi tekanan dan sejarah minor di rumah sendiri, serta meraih hasil yang lebih membanggakan di Malaysia Open 2026.



















