Chelsea bergerak cepat mencari nahkoda baru setelah mengambil keputusan drastis untuk mengakhiri masa jabatan Enzo Maresca. Keputusan pemecatan yang diumumkan melalui kanal media sosial dan situs resmi klub asal London ini sontak mengundang beragam reaksi dari para penggemar. Unggahan perpisahan di akun Instagram resmi klub dibanjiri oleh lebih dari 54 ribu komentar hingga Minggu (4/1), menunjukkan betapa besarnya gejolak yang ditimbulkan oleh kabar ini.
Banyak spekulasi yang beredar, salah satunya menyebutkan bahwa perselisihan antara Maresca dan pemilik klub, Behdad Eghbali, menjadi akar dari pemecatan ini. Meskipun menimbulkan kekecewaan dan kemarahan di kalangan pendukung, perhatian kini beralih kepada siapa sosok yang akan mengambil alih kursi kepelatihan. Terlebih lagi, Chelsea dijadwalkan akan menghadapi Manchester City dalam laga krusial pada Senin (5/1) dini hari waktu Indonesia, sebuah tantangan berat yang membutuhkan stabilitas di lini kepelatihan.
Proses Seleksi yang Dipercepat
Menurut pakar transfer kenamaan asal Italia, Fabrizio Romano, manajemen Chelsea tidak akan membuang-buang waktu dalam mencari pengganti Enzo Maresca. Dalam sebuah unggahan di Instagram, Romano mengungkapkan bahwa The Blues berencana untuk menunjuk manajer baru dalam hitungan hari, dan sosok tersebut akan diangkat sebagai pelatih tetap, bukan sekadar pelatih sementara.
“Chelsea akan menunjuk manajer baru dalam beberapa hari, dan akan menjadi pelatih tetap,” ujar Fabrizio Romano.
Hal ini menandakan bahwa Chelsea tidak akan mengulangi skenario seperti saat Graham Potter didepak, di mana Frank Lampard ditunjuk sebagai pelatih interim. Proses pencarian dan penunjukan pelatih baru diprediksi akan berjalan singkat dan efisien.
“Prosesnya tidak akan lama, hanya sebentar dan pelatih kepala baru akan bergabung dengan Chelsea untuk menggantikan Maresca,” tambahnya, mengisyaratkan keseriusan dan urgensi klub dalam menyelesaikan urusan kepelatihan.
Tidak Ada Nama Besar di Daftar Kandidat
Menariknya, kabar lain yang beredar justru menunjukkan bahwa Chelsea kemungkinan besar tidak akan merekrut pelatih dengan nama besar atau rekam jejak yang gemilang di kancah Eropa. Ini berarti nama-nama tenar seperti Cesc Fabregas, Zinedine Zidane, Juergen Klopp, atau bahkan Jose Mourinho, tidak masuk dalam radar kandidat pengganti Maresca.
“Fabregas benar-benar fokus dengan proyek di Como. Tidak ada nama bintang; jadi tidak ada Zidane, Klopp, Mourinho,” jelas Fabrizio Romano.
Keputusan ini tentu saja menimbulkan kekecewaan bagi sebagian penggemar Chelsea. Mengingat status The Blues sebagai klub yang pernah meraih gelar juara dunia, banyak yang berharap pelatih baru memiliki profil yang sepadan dengan ambisi dan sejarah klub. Namun, strategi ini bisa jadi merupakan bagian dari visi jangka panjang klub untuk membangun tim dengan fondasi yang kuat, terlepas dari popularitas pelatihnya.
Liam Rosenior, Satu-satunya Kandidat yang Disebutkan
Hingga saat ini, berdasarkan informasi yang dihimpun, Liam Rosenior muncul sebagai kandidat utama, bahkan satu-satunya yang secara eksplisit disebutkan oleh Fabrizio Romano sebagai calon pengganti Enzo Maresca di Chelsea.
“Liam Rosenior, pasti masuk dalam daftar kandidat,” ucap Fabrizio.
Liam Rosenior saat ini menjabat sebagai pelatih RC Strasbourg, sebuah klub yang memiliki hubungan afiliasi kepemilikan dengan BlueCo, perusahaan yang juga memiliki Chelsea. Hubungan afiliasi ini membuka kemungkinan besar bagi penunjukan Rosenior untuk segera terealisasi. Usia yang masih relatif muda, 41 tahun, ditambah dengan pengalamannya di Strasbourg, bisa jadi menjadi pertimbangan strategis bagi manajemen Chelsea dalam memilih sosok yang tepat untuk memimpin tim di masa mendatang.
Proses seleksi yang cepat, fokus pada pelatih yang mungkin tidak terlalu dikenal publik, dan adanya satu nama yang menonjol, menunjukkan bahwa Chelsea sedang mengambil langkah yang berbeda dari biasanya. Para penggemar pun kini menantikan pengumuman resmi dari klub mengenai identitas pelatih kepala baru yang akan memimpin The Blues mengarungi sisa musim yang penuh tantangan.



















