, BATANG – Di balik gemuruh tepuk tangan dan kilau medali Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026, ada proses panjang yang harus dilalui para atlet.
Bagi pasangan ganda campuran bulutangkis asal Batang, Farel dan Veren, langkah awal itu dimulai dari ruang laboratorium rumah sakit.
Nampak waktu pengecekan kesehatan, keduanya tampak serius menjalani rangkaian cek kesehatan di RS QIM Batang.
Pemeriksaan darah hingga tes paru-paru menjadi pintu masuk sebelum mereka digembleng dalam pemusatan latihan PBSI Batang menuju Porprov.
“Cek paru-paru sama ambil darah. Alhamdulillah hasilnya baik, nggak ada kendala,” kata Veren, atlet pelajar asal Batang kepada Tribunjateng, Minggu (4/1/2025).
Baginya, tes kesehatan bukan sekadar formalitas, melainkan bagian penting untuk memastikan tubuh siap menghadapi latihan berat dan persaingan ketat.
Sebagai atlet nasional, Veren telah mengoleksi sederet prestasi, mulai dari emas Piala Gubernur Jawa Timur hingga Sirkuit Nasional Jawa Barat.
Kini, ia tengah bersiap mengikuti seleksi nasional, sembari membawa harapan besar untuk mengharumkan nama Batang di Porprov.
Berbeda dengan Veren, Farel harus menjalani pemeriksaan paru-paru lebih dari sekali. Meski begitu, ia tetap tenang dan optimistis.
“Alhamdulillah hasilnya baik. Tinggal rutin latihan saja. Dulu pernah dapat emas di Porprov, semoga tahun ini bisa emas lagi,” ucapnya.
Pelatih PBSI Batang, Ahmad Yulianto, menyebut cek kesehatan ini menjadi fondasi penting sebelum para atlet masuk ke tahapan latihan intensif.
“Mereka wajib cek kesehatan awal, tes fisik, dan nanti cek kesehatan akhir. Setelah itu baru pemusatan latihan. Sampai saat ini hasilnya aman, belum ada kendala,” jelasnya.
PBSI Batang sendiri menyiapkan lima atlet terbaik untuk menghadapi Porprov Jateng yang dijadwalkan berlangsung pertengahan 2026.
Dalam waktu dekat, para atlet masih berlatih di klub masing-masing, sebelum masuk pemusatan latihan mulai Juni hingga Agustus dengan total 24 kali sesi latihan.
Dari sisi medis, Direktur RS QIM Batang Bekti Mastiadji memastikan seluruh atlet menjalani pemeriksaan hematologi dan spirometri.
“Hematologi untuk melihat kondisi darah dan potensi penyakit kronis, sedangkan spirometri untuk mengetahui fungsi paru-paru atlet saat bekerja keras di lapangan,” terangnya.
Menurutnya, jika ditemukan kendala kesehatan, pihak rumah sakit akan memberikan rekomendasi kepada KONI Batang, termasuk pemenuhan gizi dan penanganan lanjutan.
Namun, ia optimistis para atlet yang lolos seleksi memiliki kondisi fisik prima.
Di ruang laboratorium yang sunyi itu, Farel dan Veren tak hanya menjalani tes medis.
Mereka tengah mengukur kesiapan diri, menata napas, dan menguatkan mimpi tentang kerja keras, tentang Batang, dan tentang medali emas Porprov 2026. (Ito)

















