Pertamina NRE Terangi Pulau Sembur dengan Energi Bersih: Proyek Percontohan dan Pemberdayaan Masyarakat
PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan transisi energi yang inklusif dengan meluncurkan proyek percontohan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid di Pulau Sembur, Kelurahan Galang Baru, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur energi bersih, tetapi juga mengintegrasikan program pemberdayaan masyarakat dan dukungan sosial yang komprehensif.
Proyek utama di Pulau Sembur meliputi pembangunan PLTS off-grid dengan kapasitas 400 kilowatt peak (kWp) yang dilengkapi dengan sistem penyimpanan energi baterai berkapasitas 1 megawatt hour (MWh). Fasilitas ini nantinya akan dikelola oleh Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Galang Baru, sebuah model pengelolaan yang diharapkan dapat menciptakan kemandirian energi dan ekonomi lokal.
Selain proyek percontohan berskala besar, Pertamina NRE juga menyalurkan bantuan PLTS dengan kapasitas 3,8 kWp yang dilengkapi baterai 5 kWh untuk masyarakat Kelurahan Galang Baru yang mendiami pulau tersebut. Bantuan ini secara khusus ditujukan untuk memenuhi kebutuhan listrik fasilitas publik vital, yaitu masjid dan sekolah, yang selama ini mungkin menghadapi keterbatasan akses energi.
Komitmen Energi Bersih untuk Kualitas Hidup Masyarakat
Rika Gresia Wahyudi, Penjabat Sementara (Pjs.) Corporate Secretary Pertamina NRE, menegaskan bahwa kehadiran Pertamina NRE di Pulau Sembur mencerminkan keyakinan perusahaan bahwa transisi energi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Kami percaya bahwa pemanfaatan energi surya di Pulau Sembur akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya dalam penyediaan energi bersih yang berkelanjutan, tetapi juga dalam mendorong aktivitas sosial dan meningkatkan ekonomi lokal,” ujar Rika.
Lebih lanjut, Rika menekankan pentingnya perhatian terhadap masa depan generasi muda. Sebagai bagian integral dari program ini, Pertamina NRE juga menyalurkan paket kebutuhan sekolah kepada seluruh anak-anak tingkat Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) di Pulau Sembur. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung kelancaran proses pendidikan dan menumbuhkan semangat belajar di kalangan anak-anak pulau tersebut.
Inisiatif ini menegaskan peran Pertamina NRE sebagai pengembang energi baru dan terbarukan yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis proyek, tetapi juga pada pemberdayaan komunitas secara menyeluruh. Kehadiran energi bersih di wilayah kepulauan seperti Pulau Sembur menjadi bukti nyata bahwa transisi energi dapat menjangkau area terpencil, membawa harapan, dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.
Dampak Langsung pada Kehidupan Sehari-hari
Dampak positif dari PLTS bantuan Pertamina NRE sudah terasa di Kelurahan Galang Baru. Fasilitas PLTS berkapasitas 3,8 kWp yang dilengkapi baterai 5 kWh kini menerangi masjid dan sekolah, menciptakan lingkungan yang lebih kondusif untuk kegiatan ibadah dan proses belajar mengajar. Hal ini menjadi solusi krusial atas keterbatasan akses energi yang mungkin selama ini dihadapi oleh masyarakat setempat.
Perhatian Pertamina NRE tidak hanya berhenti pada infrastruktur darat. Kehidupan masyarakat Pulau Sembur yang mayoritas bergantung pada sektor perikanan juga menjadi prioritas. Sebanyak 20 unit PLTS berkapasitas masing-masing 150 Watt dipasang pada 20 kapal nelayan. Pemasangan ini bertujuan untuk menyediakan penerangan yang andal saat para nelayan beraktivitas melaut di malam hari. Dengan pencahayaan yang lebih baik, keselamatan dan efisiensi kerja nelayan diharapkan meningkat, terutama saat mereka berlayar di kegelapan malam hingga dini hari.
Apresiasi dan Harapan Masyarakat
Abu, Ketua RW Pulau Sembur yang juga berprofesi sebagai nelayan, menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan yang diberikan oleh Pertamina NRE. Menurutnya, kehadiran perusahaan energi ini telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan warga.
“Kami sangat bersyukur atas perhatian dan bantuan dari Pertamina NRE. Listrik tenaga surya ini sangat membantu masjid, sekolah, dan para nelayan kami. Anak-anak juga sangat senang menerima perlengkapan sekolah. Kami berharap bantuan ini membawa kebaikan dan kemajuan yang berkelanjutan bagi Pulau Sembur,” ungkap Abu.
Pernyataan Abu menggarisbawahi betapa krusialnya ketersediaan listrik bagi masyarakat di Pulau Sembur. Listrik bukan sekadar fasilitas, melainkan penentu ritme kehidupan, mulai dari waktu belajar anak-anak, pelaksanaan ibadah, hingga roda perekonomian masyarakat.
Pulau Sembur, yang terletak di tengah lautan dan berjarak relatif dekat dengan negara maju seperti Singapura, selama puluhan tahun hidup dengan segala keterbatasannya, termasuk minimnya akses listrik. Kehadiran PLTS dari Pertamina NRE menjadi momentum penting untuk mengubah narasi keterbatasan menjadi kisah kemajuan dan kemandirian energi. Proyek ini menjadi cerminan nyata bagaimana inovasi energi bersih dapat memberdayakan masyarakat dan menerangi masa depan pulau-pulau terpencil di Indonesia.



















