Tragis, Pasangan Suami Istri Tewas Terpanggang dalam Kebakaran Rumah di Nganjuk
NGANJUK – Duka mendalam menyelimuti Dusun Manggarejo, Desa Mancon, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pasca peristiwa kebakaran hebat yang merenggut nyawa dua penghuni rumah. Agus Winariyanto (41) dan istrinya, Ririn Nur Faridah (39), ditemukan tewas terpanggang di dalam rumah mereka yang dilalap api pada Jumat (16/1/2026) siang.
Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 15.31 WIB. Api dengan cepat membesar dan melahap seluruh bangunan rumah, menimbulkan kepanikan di kalangan warga sekitar. Upaya pemadaman awal dilakukan secara swadaya oleh warga yang bergegas membawa peralatan seadanya, seperti selang dan ember berisi air.
Namun, niat baik warga untuk memadamkan api terhalang oleh kondisi pintu utama rumah yang terkunci rapat. Keterbatasan akses ini membuat warga kesulitan untuk masuk ke dalam bangunan dan menjangkau sumber api.
“Kami berusaha keras untuk masuk, tapi pintunya terkunci rapat sekali. Kami sampai bingung harus bagaimana,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Dalam situasi darurat, warga tidak kehilangan akal. Sebagian mencoba memecahkan kaca depan rumah menggunakan galon air yang mereka bawa. Sementara itu, warga lainnya mencoba membuka pintu gulung yang terletak di sisi kiri pintu utama. Beruntung, pintu gulung tersebut tidak terkunci, sehingga warga akhirnya berhasil masuk ke dalam rumah.
Begitu berhasil menerobos masuk, warga mendapati titik api berasal dari salah satu kamar di dalam rumah. Namun, kendala kembali muncul karena kamar tersebut juga dalam keadaan terkunci. Demi memadamkan api yang kian membesar, warga terpaksa menjebol bagian asbes langit-langit kamar untuk bisa menjangkau kobaran api.
Tak lama berselang, petugas pemadam kebakaran (Damkar) tiba di lokasi kejadian dengan satu unit armada pemadam. Bersama petugas Damkar, upaya pemadaman terus dilakukan hingga api berhasil dijinakkan sepenuhnya pada pukul 18.30 WIB.
Dua Nyawa Tak Terselamatkan
Saat proses pemadaman berlangsung, petugas dan warga dikejutkan dengan penemuan dua jenazah di dalam kamar yang terkunci. Kedua korban, yang diidentifikasi sebagai Agus Winariyanto dan Ririn Nur Faridah, ditemukan dalam posisi telentang berdampingan, hangus terpanggang di tengah kobaran api.
Penemuan kedua jenazah ini menambah duka mendalam atas peristiwa kebakaran tersebut. Korban merupakan pasangan suami istri yang tinggal di rumah tersebut.
Keterangan Keluarga: Tak Ada Gelagat Mencurigakan
Lasto (65), ayah dari Ririn dan mertua dari Agus, mengaku tidak memiliki firasat apapun sebelum peristiwa kebakaran terjadi. Ia terakhir kali bertemu dan berbincang dengan putrinya, Ririn, pada pagi hari sebelum berangkat bekerja.
“Pagi itu saya sempat ngobrol sebentar dengan Ririn. Saya pesankan agar jangan lupa membuat nasi berkat untuk acara selamatan Isra Miraj. Ririn bilang sudah dibuatkan,” ungkap Lasto dengan nada sedih.
Lasto menambahkan bahwa anak dan menantunya tersebut cenderung pendiam dan tidak banyak bercerita mengenai masalah pribadi maupun rumah tangga mereka.
“Anak saya (Ririn) memang tertutup orangnya. Tidak pernah cerita banyak. Jadi saya tidak tahu apakah mereka sedang ada masalah atau tidak,” tuturnya.
Pihak keluarga tidak menyangka bahwa percakapan terakhir tersebut akan menjadi kenangan terakhir mereka bersama Ririn dan Agus.
Proses Evakuasi dan Penyelidikan
Setelah api berhasil dipadamkan dan identitas kedua korban dipastikan, petugas Damkar segera berkoordinasi dengan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Nganjuk. Tim Satreskrim langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti-bukti awal.
Selanjutnya, kedua jenazah korban dievakuasi menggunakan dua unit ambulans menuju kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Kabupaten Nganjuk. Proses otopsi dan identifikasi lebih lanjut akan dilakukan di sana.
Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut. Berbagai kemungkinan, termasuk korsleting listrik atau dugaan lain, masih terus didalami oleh tim penyidik.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapan menghadapi keadaan darurat, termasuk memastikan akses keluar masuk rumah yang memadai dan selalu berhati-hati terhadap potensi bahaya kebakaran.



















