Merajut Kebenaran dan Toleransi: Jurnalis Papua Rayakan Natal dan Sambut Tahun Baru 2026
Sentani, Papua – Di tengah kehangatan momen perayaan Natal dan menyambut Tahun Baru 2026, segenap insan pers di tanah Papua berkumpul untuk merefleksikan peran krusial mereka sebagai garda terdepan penyampai berita kebenaran. Acara yang berlangsung khidmat di Suni Hotel Sentani, Jayapura, Papua, ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menegaskan komitmen para jurnalis dalam menjaga integritas dan menjadi pembawa kabar baik bagi masyarakat.
Suasana sakral mengawali perayaan ketika Paduan Suara Fraternitas Patrum Catholicorum (FPC) Choir mengalunkan melodi indah lagu-lagu Natal seperti “Transeamus” dan “Feliz Navidad.” Kehadiran anak-anak SEKAMI dari Gereja Katolik Paroki Kristus Terang Dunia Waena turut menambah nuansa kekeluargaan dan kehangatan dalam ibadah yang dipimpin oleh Pastor Goklian Lumbangaol, OFM.
Dalam khotbahnya, Pastor Goklian Lumbangaol menekankan pentingnya profesi jurnalistik sebagai sarana untuk menyisipkan pesan keselamatan dan kebaikan dalam setiap laporan yang disajikan kepada publik. Ia berharap agar kasih Tuhan senantiasa terpancar melalui integritas para wartawan, yang pada gilirannya akan membangun kekuatan bagi keluarga dan masyarakat luas di seluruh pelosok Papua. “Kasih Tuhan akan menjadikan jurnalis sebagai alat untuk memberitakan kebenaran dan kabar baik dalam setiap pekerjaan,” ujar Pastor Goklian, Sabtu (24/1/2026).
Integritas dan Kewarasan Informasi di Era Digital
Jurnalis senior Papua, Kris Ansaka, turut menyoroti relevansi subtema perayaan tahun ini dengan tanggung jawab profesi di era digital yang penuh tantangan. Ia menegaskan bahwa menjaga kewarasan informasi di ruang digital merupakan kewajiban moral bagi setiap insan pers.
“Sudah menjadi kewajiban insan pers untuk mengabarkan dan mewartakan kebaikan yang benar, positif, serta berkontribusi dalam membangun masyarakat,” tegas Kris Ansaka. Pernyataan ini menggarisbawahi peran aktif jurnalis dalam memerangi hoaks dan menyajikan narasi yang membangun, bukan memecah belah.
Apresiasi Pemerintah dan Peran Strategis Pers
Pemerintah Kabupaten Jayapura, melalui Asisten II Setda, Abdur Rahman Basri, menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap kontribusi pers dalam mengawal berbagai program pembangunan di daerah. Pemerintah memandang integritas dan profesionalitas para wartawan sebagai elemen fundamental untuk memastikan penyampaian capaian kinerja pemerintah secara transparan kepada masyarakat.
“Kami berharap insan pers dan media tetap menjaga integritas serta profesionalitas dalam menjalankan tugas jurnalistik di mana pun berada,” harap Abdur Rahman. Dukungan ini menunjukkan betapa pentingnya sinergi antara pemerintah dan media dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel.
Toleransi Beragama sebagai Fondasi Kebersamaan
Salah satu aspek paling menonjol dari perayaan Natal Jurnalis Papua 2026 ini adalah penekanan pada kerukunan antarumat beragama. Ketua Panitia Natal Jurnalis Papua 2026, Fibra Satyagraha, menegaskan bahwa toleransi adalah fondasi utama yang menopang kesuksesan acara besar ini.
Keunikan perayaan ini tercermin dalam tradisi toleransi yang kuat, di mana jurnalis beragama Muslim dipercaya menjabat sebagai ketua panitia acara Natal. Sebaliknya, pada perayaan hari besar Islam, posisi yang sama akan diemban oleh jurnalis beragama lain.
“Semua disusun secara bersama dengan penuh kekeluargaan demi semangat kerukunan antarjurnalis,” ungkap Umi Fibra, sapaan akrabnya. Sikap saling menghargai dan mengutamakan kebersamaan ini menjadi contoh nyata bagaimana perbedaan dapat dirayakan dan menjadi kekuatan.
Acara semakin meriah dengan penampilan hiburan yang disuguhkan, termasuk penampilan penyanyi Ochi Marisa dan sesi komedi tunggal yang sukses mengundang gelak tawa para jurnalis yang hadir.
Dukungan Nyata dan Harapan untuk Masa Depan
Gubernur Papua, Mathius Fakhiri, turut memberikan dukungan nyata bagi semangat para jurnalis dengan menghadirkan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor. Pemberian ini diharapkan dapat memotivasi para jurnalis dalam menjalankan tugasnya.
Melalui sebuah puisi indah bertema persahabatan, panitia mengajak seluruh insan pers untuk menyongsong Tahun 2026 dengan optimisme baru. Harapannya, para jurnalis akan terus menjadi corong kebenaran yang membawa pencerahan bagi masyarakat.
Natal Jurnalis Papua bukan sekadar sebuah seremoni tahunan, melainkan sebuah momentum penting untuk memperkuat solidaritas pilar keempat demokrasi dalam menjaga stabilitas sosial di Bumi Cenderawasih. Harapan besar kini tertumpu pada pena para jurnalis agar senantiasa melahirkan narasi damai yang menyejukkan di tengah dinamika pembangunan Papua yang terus melaju pesat. Sinergi yang terjalin antara media, pemerintah, dan tokoh agama diharapkan akan menjadi motor penggerak transformasi positif bagi seluruh masyarakat Papua di masa depan.




