Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, telah menunjuk Brigadir Jenderal Alfred Papare sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Barat. Penunjukan ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri dengan Nomor ST/99/I/KEP/2026, yang diterbitkan pada tanggal 15 Januari 2026. Brigjen Alfred Papare akan menggantikan Inspektur Jenderal Johnny Eddizon Isir yang dipromosikan untuk menduduki jabatan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri.
Kedua perwira tinggi Polri ini sebelumnya pernah bekerja sama di Polda Papua Barat. Brigjen Alfred Papare mendampingi Irjen Johnny Eddizon Isir di Polda Papua Barat selama lebih dari satu tahun, terhitung sejak awal tahun 2023 hingga akhir tahun 2024. Keduanya kemudian berpisah setelah Kapolri menunjuk Alfred Papare sebagai Kapolda Papua Tengah.
Sebelum menduduki jabatan Kapolda, Alfred Papare telah lama berkarier di Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Provinsi Papua, baik sebelum maupun sesudah pemekaran wilayah. Ia juga pernah bertugas di ibu kota negara, Jakarta, selama lebih dari satu tahun. Selama bertugas di Jakarta, ia dipercaya untuk menjabat sebagai Kabidpropam Polda Metro Jaya dan Analis Kebijakan Madya Bidang Provos Divpropam Polri.
Alfred Papare: Cucu Pahlawan Nasional
Brigjen Alfred Papare adalah putra asli Papua yang lahir di Serui, Kepulauan Yapen, pada tanggal 6 April 1974. Ia merupakan cucu dari pahlawan nasional Silas Papare, seorang tokoh pejuang kemerdekaan yang gigih memperjuangkan kembalinya Papua ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Perjuangan Silas Papare bahkan mencapai level internasional.
Silas Papare dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh pemerintah Indonesia pada tanggal 14 September 1993. Sebelum kemerdekaan Indonesia, Silas Papare sempat menjadi tenaga intelijen dan tentara Belanda dengan pangkat sersan Persteklas. Namun, setelah Indonesia merdeka, Silas Papare berbalik melawan Belanda untuk mempertahankan kemerdekaan.
Silas Papare bergabung dengan Batalyon Papua bersama para pemuda Irian Barat. Mereka merencanakan pemberontakan pada Desember 1945, namun rencana tersebut diketahui oleh pemerintah Belanda. Akibatnya, Silas Papare ditangkap dan dipenjara oleh Belanda di Serui, Papua. Selama masa pengasingan tersebut, Silas bertemu dengan Dr. Sam Ratulangi, gubernur Sulawesi Selatan yang juga diasingkan oleh Belanda.
Pada bulan November 1946, Silas mendirikan Partai Kemerdekaan Indonesia Irian (PKII). Akibat aktivitas politiknya, ia kembali ditahan oleh Belanda. Silas kemudian pergi ke Yogyakarta dan membentuk Badan Perjuangan Irian pada Oktober 1949. Ia memiliki cita-cita untuk mengakhiri kekuasaan Belanda di tanah leluhurnya.
Pada tanggal 15 Agustus 1962, Silas Papare menjadi delegasi Indonesia dalam penandatanganan persetujuan New York. Pada tanggal 1 Mei 1963, Irian Barat secara resmi menjadi wilayah Republik Indonesia. Silas Papare meninggal dunia pada tanggal 7 Maret 1978 di Serui, Irian Jaya.
Makna Pergantian Kapolda Papua Barat
Pergantian Kapolda Papua Barat dari Johnny Eddizon Isir ke Alfred Papare dianggap memiliki makna tersendiri. Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat, Komisaris Besar Polisi Ignatius Benny Ady Prabowo, menyatakan bahwa hal tersebut dikarenakan baik Isir maupun Alfred adalah putra asli Papua.
“Ini menunjukkan komitmen Polri untuk memberikan ruang dan kesempatan kepada putra daerah untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo.
Menurutnya, Alfred Papare memiliki pemahaman mendalam mengenai karakteristik wilayah dan dinamika sosial masyarakat Papua Barat. Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo yakin bahwa Alfred Papare dapat melanjutkan program-program yang telah dijalankan oleh Polda Papua Barat.
“Kami pun optimistis Kapolda yang baru dapat memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Riwayat Pendidikan dan Karier Brigjen Alfred Papare
Berikut adalah riwayat pendidikan dan karier Brigjen Alfred Papare, dari Akademi Kepolisian (Akpol) hingga menjadi Kapolda Papua Barat:
Riwayat Pendidikan:
- Pendidikan Polri:
- Akpol (1995)
- PTIK (2006)
- Sespim (2010)
- Sespimti (2019)
- Pendidikan Umum:
- SD (1986)
- SMP (1989)
- SMA (1992)
- Pendidikan Kejuruan:
- Daspa Intel (1996)
- Palan Intel (1997)
- Pa Opsnal Intel (1999)
- Pendidikan Polri:
Riwayat Jabatan:
- 18-05-1995: Kasat IPP Polres Tana Toraja Polda Sulsel.
- 18-05-1996: Pama Polda Sulsel.
- 18-05-1997: Kasat IPP Polres Soppeng Polda Sulsel.
- 05-08-2003: Pamen Polwiltabes Makassar Polda Sulsel.
- 09-05-2006: Kabag Ops Polres Mimika Polda Papua.
- 09-05-2006: Wakapolres Mimika Polda Papua.
- 01-08-2007: Kapolres Pegunungan Bintang Polda Papua.
- 16-02-2009: Kapolres Raja Ampat Polda Papua.
- 08-10-2010: Pamen Polda Papua.
- 18-10-2010: Kapolres Mappi Polda Papua.
- 19-10-2011: Kapolres Jayapura Kota Polda Papua.
- 29-01-2015: Wadirintelkam Polda Papua.
- 21-02-2017: Kabidkum Polda Papua.
- 25-08-2017: Kabidpropam Polda Metro Jaya.
- 14-10-2018: Analis Kebijakan Madya Bidang Provos Divpropam Polri.
- 03-02-2020: Dirintelkam Polda Papua
- 01-09-2020: Irwasda Polda Papua
- 14-03-2023: Wakapolda Papua Barat
- 12-11-2024: Kapolda Papua Tengah
- 15-01-2025: Kapolda Papua Barat




