
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara berencana mengalihkan pengelolaan tambang emas Martabe yang terletak di Sumatera Utara kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru bernama PT Perminas. Menteri Keuangan yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Pengawas Danantara, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa kehadiran BUMN baru ini akan memberikan dampak positif bagi Danantara serta berpotensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.
Purbaya menjelaskan bahwa saat ini, Danantara, melalui anak perusahaannya Danantara Investment Management (DIM), memiliki dana investasi yang sangat signifikan, mencapai Rp 160 triliun. Menurutnya, selain berinvestasi pada obligasi pemerintah, investasi ke BUMN baru seperti Perminas merupakan langkah yang lebih strategis dan menguntungkan.
“Tentu saja (lebih baik ke BUMN baru). Jika berinvestasi pada obligasi, pemerintah harus membayar bunga yang sebenarnya berasal dari dana yang juga merupakan milik negara. Dengan membentuk BUMN baru, kita dapat langsung menggerakkan roda perekonomian. Inilah yang diharapkan dari Danantara, yaitu menciptakan nilai tambah yang baru,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan BUMN baru, PT Perminas, akan menerima Penyertaan Modal Negara (PMN), Purbaya menegaskan bahwa hal tersebut merupakan wewenang Danantara sepenuhnya. “Itu urusan Danantara, bukan saya,” tegasnya.

Sebelumnya, CEO Danantara, Rosan Roeslani, sempat menyampaikan rencana untuk membahas kelanjutan pengambilalihan aset tambang emas Martabe, termasuk isu terkait tenaga kerja di dalamnya, bersama Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto di kantor Kemenko Perekonomian.
Namun, saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Rosan enggan memberikan komentar mengenai isi pertemuan tersebut. Rosan terlihat tiba di kantor Kemenko Perekonomian pagi hari. Dalam pertemuan itu, turut hadir Kepala BP BUMN, Dony Oskaria.
Dony Oskaria, yang juga menjabat sebagai COO Danantara, sebelumnya menjelaskan bahwa pembentukan Perminas bertujuan untuk menempatkan pengelolaan bisnis mineral strategis secara langsung di bawah kendali Danantara. Dengan skema ini, pemerintah berupaya memastikan bahwa seluruh bisnis yang dikelola oleh negara terintegrasi dalam satu ekosistem pengelolaan investasi nasional.
“Pengelolaan akan dialihkan ke Perminas. Jadi, kami membentuk Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) yang baru,” ungkap Dony seusai acara Danantara: Menggerakkan Raksasa, Menyalakan Mesin Ekonomi Indonesia.
Dony juga menjelaskan bahwa Perminas memiliki karakteristik yang berbeda dengan holding pertambangan MIND ID. Pengalihan pengelolaan tambang emas Martabe ke Perminas dilakukan agar entitas bisnis tersebut berada langsung di bawah kendali Danantara, sesuai dengan arahan kebijakan pemerintah.
Ia menambahkan bahwa ke depannya, Perminas akan beroperasi sebagai perusahaan yang sepenuhnya berada di bawah naungan Danantara. Hal ini memastikan bahwa semua keputusan strategis dan operasional sejalan dengan tujuan investasi nasional yang telah ditetapkan.
Meskipun demikian, Dony mengakui bahwa komunikasi terkait peralihan pengelolaan tambang emas Martabe dari PT Agincourt Resources ke Perminas tidak dilakukan oleh Danantara. Ia menegaskan bahwa hal tersebut bukan merupakan bagian dari tugas lembaganya.
“Itu bukan dengan kami. Hal tersebut mungkin akan dikomunikasikan oleh pihak lain,” pungkas Dony.
Berikut adalah poin-poin penting yang membedakan Perminas dari MIND ID:
Struktur Kepemilikan: Perminas akan sepenuhnya berada di bawah kendali Danantara, sementara MIND ID merupakan holding pertambangan yang memiliki beberapa anak perusahaan.
- Dengan struktur ini, Danantara memiliki kontrol langsung atas operasional dan strategi Perminas, memastikan keselarasan dengan tujuan investasi nasional.
Fokus Bisnis: Perminas difokuskan pada pengelolaan bisnis mineral strategis yang berada di bawah kendali negara.
- Hal ini memungkinkan Perminas untuk lebih fokus pada optimalisasi sumber daya mineral yang dimiliki negara dan memberikan kontribusi maksimal bagi perekonomian nasional.
Tujuan Pembentukan: Pembentukan Perminas bertujuan untuk mengintegrasikan pengelolaan bisnis mineral strategis ke dalam ekosistem investasi nasional yang dikelola oleh Danantara.
- Dengan demikian, diharapkan pengelolaan aset-aset mineral negara dapat dilakukan secara lebih efisien dan transparan, serta memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Kehadiran Perminas diharapkan dapat memberikan angin segar bagi sektor pertambangan Indonesia. Dengan pengelolaan yang lebih terintegrasi dan fokus, Perminas diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan negara. Selain itu, Perminas juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengelolaan BUMN lainnya, dengan mengedepankan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan berkelanjutan.


















