No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home berita

Longsor Bandung Barat: Lebih dari Sekadar Alih Fungsi Lahan?

Rizki by Rizki
25 Januari 2026 - 11:20
in berita
0

Longsor yang menghantam Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026, merupakan tragedi kompleks yang tidak bisa hanya disederhanakan sebagai akibat dari perubahan fungsi lahan. Bencana ini merupakan hasil akumulasi dari berbagai faktor alam yang berinteraksi dengan aktivitas manusia, menciptakan kondisi yang memicu aliran lumpur yang dahsyat.

Akar Permasalahan Geologis

Secara geologis, wilayah Kabupaten Bandung Barat didominasi oleh batuan vulkanik tua. Karakteristik ini menyebabkan terbentuknya lapisan tanah pelapukan yang relatif tebal di permukaan. Pada batas antara lapisan tanah pelapukan dan batuan dasar yang lebih kedap air, seringkali terbentuk bidang gelincir yang sangat rentan terhadap pergerakan.

Kerentanan ini diperparah oleh curah hujan yang tinggi dan berlangsung lama. Air hujan meresap ke dalam tanah, mengisi pori-pori hingga mencapai titik jenuh. Kondisi ini secara signifikan mengurangi kekuatan geser lereng, membuatnya tidak mampu lagi menahan bebannya sendiri.

Pemicu longsor tidak hanya ditentukan oleh durasi hujan, tetapi juga oleh intensitasnya. Hubungan erat antara durasi dan intensitas hujan memainkan peran penting dalam menentukan risiko longsor. Hujan dengan intensitas sedang namun berlangsung lama dapat menimbulkan risiko yang sama besarnya dengan hujan berintensitas tinggi dalam waktu singkat.

Material dari Hulu: Dampak yang Memperparah

Analisis menunjukkan bahwa longsor terjadi di bagian hulu salah satu sungai yang berada dalam sistem lereng selatan Gunung Burangrang. Material longsoran ini kemudian menutup alur sungai, membentuk bendungan alami. Akibatnya, aliran air tertahan di bagian hulu, mengakibatkan akumulasi sedimen berupa lumpur, pasir, dan bahkan bongkahan batu.

Ketika bendungan alami ini tidak mampu lagi menahan tekanan air yang terus meningkat, terjadi jebol yang memicu aliran lumpur ke wilayah hilir mengikuti jalur sungai. Aliran ini bukan hanya air biasa, melainkan campuran lumpur dengan material padat seperti batu dan kayu, yang bergerak cepat dan memiliki daya rusak yang sangat besar.

Baca Juga  Perbaiki Trauma, Komdigi Buka Posko Bantuan Psikologis untuk Anak Korban Banjir Sumatera

Bangunan warga tidak runtuh karena longsor di lereng tempat mereka berdiri, melainkan karena dampak material yang terbawa dari hulu melalui alur sungai. Karakteristik aliran semacam ini menjadikannya jauh lebih berbahaya dibandingkan banjir biasa. Kandungan sedimen yang tinggi meningkatkan kekuatan destruktif aliran, sehingga lebih tepat dikategorikan sebagai aliran lumpur atau bahkan aliran debris.

Ancaman Susulan dan Risiko di Sempadan Sungai

Potensi bahaya belum sepenuhnya berakhir. Di bagian hulu sungai masih terdapat indikasi adanya sumbatan lain. Jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, akumulasi air di balik sumbatan tersebut berisiko kembali jebol dan memicu aliran lumpur susulan yang mengancam wilayah hilir.

Meskipun secara regional sebagian wilayah terdampak berada pada zona kerentanan longsor rendah hingga menengah, permukiman yang berada di sempadan sungai tetap memiliki risiko tinggi. Area tersebut rawan terlanda aliran lumpur dan bahkan aliran debris yang berasal dari lereng terjal di hulu. Bahaya tidak selalu berasal dari lereng tempat rumah berada, tetapi bisa datang dari sistem aliran yang terhubung langsung dengan lereng terjal di bagian hulunya.

Vegetasi memainkan peran penting dalam menjaga kestabilan lereng. Vegetasi tidak hanya berfungsi secara mekanis melalui sistem perakaran yang meningkatkan kohesi tanah, tetapi juga berperan secara hidrologis dengan memperlambat proses kejenuhan tanah akibat air hujan.

Mitigasi Ilmiah dan Tanda Alam yang Perlu Diperhatikan

Untuk mengurangi risiko aliran lumpur dan aliran debris, terdapat tiga pendekatan mitigasi utama yang berbasis ilmu pengetahuan:

  • Stabilisasi lereng hulu: Terutama pada lereng yang berpotensi menjadi sumber longsoran dan menutup alur sungai.

  • Pemantauan jalur aliran: Dengan memanfaatkan teknologi seperti geofon, sensor getaran, dan kamera pemantau guna mendeteksi pergerakan material sejak dini.

  • Perlindungan di jalur aliran hingga hilir: Melalui pembangunan struktur pengendali seperti debris flow barrier, tanggul pengelak, pagar pemecah aliran, atau cekungan penampung aliran lumpur.

Baca Juga  Batam Terbakar: Asap Membubung di Seraya!

Sistem mitigasi perlu difokuskan pada pengendalian sedimen, karena material sedimen yang terbawa aliran merupakan faktor perusak utama.

Sebagai langkah mitigasi non-struktural, peningkatan kewaspadaan masyarakat juga menjadi kunci penting. Salah satu tanda alam yang sering luput dari perhatian adalah berkurangnya atau hilangnya aliran air sungai secara tiba-tiba saat hujan masih turun. Kondisi tersebut dapat menjadi indikasi adanya sumbatan atau pembendungan di bagian hulu. Jika sungai yang biasanya mengalir tiba-tiba surut saat hujan lebat, masyarakat harus waspada dan segera menjauh dari alur sungai.

Kejadian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman publik mengenai bahaya longsoran. Risiko tidak hanya terbatas pada runtuhnya lereng di sekitar permukiman, tetapi juga mencakup ancaman aliran bermuatan sedimen dari hulu yang dapat terjadi tanpa tanda visual yang jelas di lokasi tempat tinggal masyarakat.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi
berita

Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi

19 April 2026 - 06:11
Pentingnya Pelestarian Ekosistem Laut dalam Konservasi Lautan
berita

Pentingnya Pelestarian Ekosistem Laut dalam Konservasi Lautan

17 April 2026 - 13:56
Cerita Ini Menarik Perhatian Banyak Orang: Mengapa Jadi Viral?
berita

Cerita Ini Menarik Perhatian Banyak Orang: Mengapa Jadi Viral?

15 April 2026 - 23:59
Banyak Dibahas Hari Ini, Ini Penjelasan Lengkapnya
berita

Banyak Dibahas Hari Ini, Ini Penjelasan Lengkapnya

15 April 2026 - 22:28
Dunia Internasional Menyoroti Peristiwa Ini: Analisis Terkini dan Dampaknya
berita

Dunia Internasional Menyoroti Peristiwa Ini: Analisis Terkini dan Dampaknya

15 April 2026 - 21:57
Fakta Terbaru yang Sedang Dibahas Publik: Apa Saja Isinya?
berita

Fakta Terbaru yang Sedang Dibahas Publik: Apa Saja Isinya?

15 April 2026 - 20:56
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

16 April 2026 - 10:10
Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

20 Maret 2026 - 14:00
BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

17 Februari 2026 - 04:19
Amsakar: Guru Agama Punya Peran Kunci Membangun Generasi Berkarakter

Amsakar: Guru Agama Punya Peran Kunci Membangun Generasi Berkarakter

19 April 2026 - 10:00
Review Lengkap Redmi Note 14 Pro: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Redmi Note 14 Pro: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

19 April 2026 - 07:57
Ngarai Sianok: Keindahan Lembah Curam di Bukittinggi yang Menakjubkan

Ngarai Sianok: Keindahan Lembah Curam di Bukittinggi yang Menakjubkan

19 April 2026 - 06:15
Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi

Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi

19 April 2026 - 06:11
Review Lengkap Redmi Note 13 Pro+: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Redmi Note 13 Pro+: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

19 April 2026 - 01:35

Pilihan Redaksi

Amsakar: Guru Agama Punya Peran Kunci Membangun Generasi Berkarakter

Amsakar: Guru Agama Punya Peran Kunci Membangun Generasi Berkarakter

19 April 2026 - 10:00
Review Lengkap Redmi Note 14 Pro: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Redmi Note 14 Pro: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

19 April 2026 - 07:57
Ngarai Sianok: Keindahan Lembah Curam di Bukittinggi yang Menakjubkan

Ngarai Sianok: Keindahan Lembah Curam di Bukittinggi yang Menakjubkan

19 April 2026 - 06:15
Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi

Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi

19 April 2026 - 06:11
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.