Proyek Pesawat Tempur Nasional (MMU) KAAN, sebuah inisiatif strategis bagi Turki, terus mengalami perkembangan signifikan. Mehmet Demiroglu, CEO Turkish Aerospace Industries (TAI/TUSAS), memberikan penjelasan mendalam mengenai kemajuan proyek ini, termasuk jadwal penerbangan perdana prototipe dan rencana pengembangan mesin dalam negeri.
Penerbangan Perdana Prototipe KAAN P1
Demiroglu mengungkapkan bahwa prototipe uji pertama KAAN dalam konfigurasi sebenarnya, yang disebut P1, dijadwalkan untuk melakukan penerbangan perdananya pada akhir April, Mei, atau paling lambat Juni 2026. Penerbangan ini menandai langkah penting dalam pengembangan jet tempur generasi ke-5 ini.
“Kami memproduksi total tiga prototipe. P0 adalah pesawat uji teknik dan telah melakukan dua penerbangan. Sekarang, dengan P1, kami memulai uji penerbangan dalam konfigurasi sebenarnya. Pesawat kami akan terbang pada akhir April, Mei, atau paling lambat Juni,” kata Demiroglu.
Jadwal Pengujian Prototipe Lainnya
Aktivitas pengujian KAAN berjalan secara paralel dengan pengembangan prototipe lainnya. Menurut Demiroglu, prototipe P2 direncanakan untuk melakukan penerbangan pertama pada akhir 2026, sementara prototipe P3 dijadwalkan pada akhir 2026 atau awal 2027.
Setiap prototipe akan menjalani serangkaian pengujian darat intensif selama dua hingga tiga bulan sebelum diizinkan untuk terbang. Demiroglu menekankan bahwa tidak ada penerbangan yang akan dilakukan sebelum sistem divalidasi sepenuhnya.
Penggunaan Mesin F110 dan Pengembangan Mesin TF35000
Untuk penerbangan uji Blok 10 KAAN, mesin F110, yang juga digunakan pada jet F-16, akan menjadi prioritas. Demiroglu menyebutkan bahwa permintaan Turki kepada Kongres Amerika Serikat (AS) untuk 80 mesin untuk produksi serial masih menunggu persetujuan.
Pengujian akan terus dilakukan menggunakan 10 mesin F110 yang dipasok dari AS. Namun, tujuan jangka panjangnya adalah untuk menggunakan mesin turbofan TF35000 buatan dalam negeri yang sedang dikembangkan oleh TEI.
Demiroglu mengakui bahwa teknologi mesin adalah salah satu bidang yang paling menantang dalam industri pertahanan. Dia menjelaskan peta jalan untuk pengembangan TF35000:
- Proses pengujian dan produksi TF35000 akan dimulai pada tahun 2031.
- Tujuan adalah menyelesaikan mesin pada tahun 2032.
- Sebagian besar integrasi akan diselesaikan pada tahun yang sama.
Potensi Ekspor KAAN ke Indonesia
Demiroglu juga membagikan detail mengenai potensi penjualan 48 unit jet KAAN ke Indonesia, dengan total nilai proyek mencapai 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp 251,8 triliun. Fase pertama kontrak diharapkan ditandatangani di IDEF, Istanbul pada pertengahan 2025, diikuti fase kedua pada 2026.
Indonesia secara khusus meminta mesin bebas ITAR, yang berarti mesin tersebut harus sepenuhnya buatan dalam negeri tanpa batasan ekspor. Persyaratan ini menjadi fokus utama dalam pengembangan mesin TF35000.
Signifikansi Proyek KAAN
Pernyataan-pernyataan Demiroglu menunjukkan bahwa proyek KAAN telah memasuki fase kritis dalam hal pengujian penerbangan, pengembangan mesin, dan potensi ekspor. Penerbangan prototipe konfigurasi nyata pertama dianggap sebagai salah satu tonggak terpenting dalam tujuan Turki untuk mengembangkan pesawat tempur generasi ke-5. Keberhasilan proyek ini tidak hanya akan meningkatkan kemampuan pertahanan Turki, tetapi juga membuka peluang ekspor yang signifikan, terutama dengan permintaan dari negara-negara seperti Indonesia yang menginginkan teknologi yang sepenuhnya independen.

















