Tragedi Longsor Cisarua, KBB: Upaya Pencarian Berlanjut di Tengah Duka dan Harapan
Kabupaten Bandung Barat kembali dilanda duka mendalam. Bencana tanah longsor dahsyat menerjang Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Peristiwa mengerikan ini menyebabkan kerusakan parah, menimpa puluhan rumah warga dan menimbulkan korban jiwa.
Dampak Bencana yang Menghancurkan
Longsor terjadi secara tiba-tiba sekitar pukul 03.00 WIB pada Sabtu pagi. Material tanah dan lumpur dari lereng gunung meluncur deras, menghantam permukiman warga di Kampung Pasirkuning RT 05 RW 11 dan Kampung Pasirkuda RT 01 RW 10. Akibatnya, sekitar 30 rumah dilaporkan tertimbun, meninggalkan kepanikan dan kehancuran bagi penduduk setempat yang sebagian besar masih terlelap.
Sejak awal, upaya pencarian dan evakuasi korban menjadi prioritas utama. Tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, TNI, Polri, serta para relawan bekerja tanpa kenal lelah. Mereka menghadapi medan yang terjal dan kondisi cuaca yang terkadang tidak bersahabat, termasuk hujan yang sempat mengguyur lokasi bencana.
Perkembangan Terbaru dan Data Korban
Hingga Minggu sore (25/1/2026), operasi pencarian yang memasuki hari kedua telah berhasil mengevakuasi sejumlah jenazah. Berdasarkan data dari Kantor SAR Bandung, hingga pukul 16.00 WIB, tim gabungan berhasil menemukan 14 jenazah. Rinciannya, 7 jenazah ditemukan di sektor A1, 6 jenazah di sektor A2, dan 1 jenazah di sektor B1.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menyatakan bahwa total kantong jenazah yang berhasil dievakuasi mencapai 25 buah. Selain itu, 23 orang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Namun, perkiraan jumlah korban yang masih dalam pencarian mencapai sekitar 80 orang. Data ini terus berkembang seiring dengan upaya pencarian yang intensif.
Informasi lain yang diterima menyebutkan bahwa total data korban mencapai 113 orang. Dari jumlah tersebut, 21 orang berhasil selamat, 10 orang dinyatakan meninggal dunia (data hingga hari sebelumnya), dan 84 orang masih dalam pencarian. Tragisnya, di antara mereka yang belum ditemukan terdapat 15 personel Marinir yang sedang bertugas.
Semangat Pantang Menyerah dalam Pencarian
Tim SAR gabungan bertekad untuk melanjutkan operasi pencarian korban pada hari ini, Senin (26/1/2026). Mereka membagi fokus pencarian ke dalam dua sektor utama, yaitu sektor Alpha dan sektor Bravo. Berbagai metode digunakan, mulai dari pengerahan alat berat, pencarian manual oleh tim di lapangan, hingga pemanfaatan teknologi drone UAV untuk menjangkau area yang sulit diakses.
Proses evakuasi jenazah dari lokasi temuan menuju ambulans bukanlah perkara mudah. Medan yang curam memaksa petugas melakukan estafet untuk membawa kantong jenazah. Warga yang merupakan keluarga korban turut menyaksikan proses evakuasi dengan penuh harap dan kecemasan, menunggu hasil identifikasi untuk memastikan nasib kerabat mereka.
Simbol Harapan di Tengah Kepedihan
Di tengah situasi yang penuh duka ini, muncul sebuah fenomena alam yang memberikan sedikit kelegaan dan harapan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengunggah momen munculnya pelangi indah yang membentang di lokasi longsor Cisarua. Kejadian ini dibagikan melalui akun Instagram pribadinya pada Senin (26/1/2026).
Dalam keterangan unggahannya, Dedi Mulyadi menuliskan harapannya, “Pelangi di Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat. Semoga menjadi tanda perubahan kesedihan dan keterpurukan menjadi optimisme dan kebahagiaan bagi seluruh warga.” Unggahan ini sontak mendapat respons positif dari warganet yang turut mengirimkan doa dan dukungan.
Komentar seperti dari akun @resaaprilia**** yang menyatakan, “Bahkan di tengah kesedihan pun allah menunjukkan keindahan nya semoga ada hikmah di balik semua ini semangatt,” mencerminkan adanya harapan dan kekuatan spiritual di tengah musibah.
Dukungan dan Doa untuk Korban dan Petugas
Anggota DPR RI, Atalia Praratya, juga turut menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana longsor di Cisarua. Melalui akun Instagramnya, ia mengunggah kondisi lokasi bencana dan menyampaikan kronologi kejadian. Atalia Praratya juga tak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan, baik berupa doa, tenaga, maupun kepedulian.
“Mari kita terus kirimkan doa terbaik bagi para korban, serta keselamatan bagi seluruh petugas di lapangan,” ujar Atalia, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam menghadapi cobaan ini.
Pemerintah terus berupaya melakukan langkah-langkah tanggap darurat, termasuk penyaluran bantuan logistik bagi warga yang terdampak bencana. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para penyintas dan mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Peristiwa longsor Cisarua ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan bencana dan kepedulian sosial. Semoga para korban yang masih dalam pencarian segera ditemukan, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.




















