Duel Sengit di Gelora Bung Tomo: Persebaya Surabaya dan Dewa United Berbagi Angka di Babak Pertama
Pertandingan pekan ke-19 Liga Super 2025/2026 antara Persebaya Surabaya dan Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo pada Minggu (1/2/2026) menyajikan drama yang cukup menegangkan sejak menit-menit awal. Kedua tim menunjukkan intensitas tinggi dan permainan keras, yang berujung pada skor imbang 1-1 di paruh pertama laga.
Persebaya Surabaya, yang bermain di hadapan para pendukungnya, langsung mengambil inisiatif serangan dengan gaya bermain agresif. Namun, Dewa United tidak gentar dan justru mampu memberikan tekanan balik melalui serangan cepat dari lini depan. Peluang pertama tercipta pada menit ketiga melalui tendangan Theo Fillo B.D. Numberi, namun sayang tembakannya masih melebar dari sasaran.
Dua menit berselang, Theo kembali menjadi pusat perhatian, kali ini karena pelanggaran keras yang berujung pada kartu kuning pada menit kelima. Persebaya Surabaya berusaha mengendalikan permainan, namun mereka juga tidak luput dari pelanggaran. Toni Firmansyah harus menerima kartu kuning pada menit kedelapan akibat pelanggaran di lini tengah.
Tekanan dari tim tuan rumah semakin terasa ketika Jefferson Junio Antonio da Silva melepaskan tembakan pada menit ke-13. Upayanya masih dapat diblok oleh lini pertahanan Dewa United yang tampil disiplin.
Gol Pembuka dan Balasan Cepat
Kerja keras Persebaya Surabaya akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-22. Stadion Gelora Bung Tomo bergemuruh ketika Francisco Israel Rivera Davalos berhasil mencetak gol, membawa timnya unggul 1-0. Gol ini tercipta berkat kerja sama apik di sisi kiri pertahanan lawan, dengan Arief Catur Pamungkas mencatatkan assist dan menciptakan peluang yang berujung pada gol tersebut.
Unggul satu gol memberikan kepercayaan diri ekstra bagi Persebaya Surabaya. Mereka menampilkan aliran bola cepat dan pergerakan tanpa bola yang membuat Dewa United sempat tertekan. Namun, tim tamu menunjukkan mental baja dan tidak membutuhkan waktu lama untuk bangkit. Pada menit ke-29, Muhammad Kafiatur Rizky berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui sepakan terarah yang tak mampu diantisipasi oleh kiper Persebaya, Ernando Ari Sutaryadi. Theo Fillo B.D. Numberi kembali berperan penting dalam gol ini dengan memberikan assist.
Kartu Merah dan Keunggulan Jumlah Pemain
Setelah skor imbang, pertandingan semakin terbuka dengan kedua tim saling bertukar serangan berbahaya. Francisco Rivera kembali mengancam gawang Dewa United pada menit ke-32, namun tendangannya kembali diblok. Dewa United merespons melalui peluang yang diciptakan oleh Brian Fatari pada menit ke-36, namun Ernando Ari berhasil mengamankan gawangnya.
Situasi pertandingan berubah drastis pada menit ke-37 ketika bek Dewa United, Nick Anna Maria Francois Kuipers, diganjar kartu merah akibat pelanggaran keras. Keputusan ini memaksa Dewa United bermain dengan sepuluh pemain, memberikan keuntungan psikologis bagi Persebaya Surabaya untuk meningkatkan tekanan.
Meskipun unggul jumlah pemain, Persebaya Surabaya belum mampu memaksimalkan situasi tersebut. Risto Mitrevski sempat mencoba peruntungan pada menit ke-39, namun tembakannya kembali diblok. Dewa United memilih untuk merapatkan barisan pertahanan demi mempertahankan skor imbang.
Untuk menambah keseimbangan di lini tengah setelah kehilangan satu pemain belakang, Dewa United melakukan pergantian pemain pada menit ke-43. Cassio Fernando Scheid masuk menggantikan Noah Wail Sadaoui, dengan strategi lebih mengandalkan serangan balik cepat.
Menjelang akhir babak pertama, Persebaya Surabaya terus menggempur pertahanan lawan. Toni Firmansyah mendapatkan peluang pada menit ke-44, namun tembakannya masih melebar. Milos Raickovic tercatat sebagai kreator peluang dalam momen tersebut, namun penyelesaian akhir Persebaya Surabaya belum cukup klinis.
Wasit memberikan tambahan waktu enam menit di penghujung babak pertama. Intensitas pertandingan tetap tinggi meskipun stamina pemain mulai terkuras. Persebaya Surabaya mencoba memanfaatkan setiap bola mati untuk mencetak gol kedua, sementara Dewa United bertahan dengan disiplin dan mengandalkan koordinasi lini belakang. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 1-1.
Formasi Kedua Tim
Persebaya Surabaya menurunkan Ernando Ari Sutaryadi di bawah mistar gawang. Lini belakang diperkuat oleh Jefferson Junio Antonio Da Silva, Risto Mitrevski, Leonardo Silva Lelis, dan Arief Catur Pamungkas. Di lini tengah, Toni Firmansyah dan Milos Raickovic menjadi pengatur tempo permainan. Trio penyerang diisi oleh Bruno Moreira Soares, Francisco Rivera, dan Paulo Gali yang mendukung Malik Risaldi.
Sementara itu, Dewa United mengandalkan Sonny Ricardo Marciano Stevens sebagai penjaga gawang. Pertahanan mereka diisi oleh Moh. Edo Febriansyah, Brian Fatari, Nick Kuipers (sebelum kartu merah), dan Wahyu Prasetyo. Theo Fillo B.D. Numberi dan Alexis Nahuel Messidoro menjadi motor permainan di tengah. Lini depan dipercayakan kepada Alex Martins Ferreira dengan dukungan Marukawa dan Rizky.
Skor imbang 1-1 di babak pertama menjadi gambaran duel sengit antara dua tim papan atas ini. Babak kedua diprediksi akan semakin panas, terutama dengan Persebaya Surabaya yang berambisi memanfaatkan keunggulan jumlah pemain mereka.



















