Duel Klasik Persebaya vs Dewa United: Misi Putus Tren Buruk Tiga Tahun di Stadion Gelora Bung Tomo
Pertandingan akbar akan tersaji di pekan ke-19 Super League Indonesia 2025/2026, ketika Persebaya Surabaya menjamu Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Laga sarat gengsi ini bukan hanya tentang perebutan tiga poin krusial, tetapi juga menjadi misi besar bagi tim tuan rumah untuk mengakhiri rentetan hasil minor yang telah menghantui mereka selama hampir tiga tahun terakhir.
Bagi pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, pertemuan dengan Dewa United kali ini memiliki arti lebih dari sekadar pertandingan biasa. Ia memandang Dewa United sebagai tim yang “mewah” dengan kualitas skuad yang mumpuni dan kekuatan finansial yang memungkinkan mereka merekrut pemain-pemain terbaik di bursa transfer. Pernyataan ini menggarisbawahi betapa seriusnya Persebaya memandang calon lawannya.
“Tim yang menurut bursa transfer berada di empat besar. Tim-tim tersebut mengeluarkan lebih banyak uang. Skuad mereka lebih berkualitas,” ungkap Bernardo Tavares dalam konferensi pers jelang pertandingan, Sabtu (31/1/2026). Kekhawatiran ini bukan tanpa dasar, mengingat Dewa United diperkuat oleh tidak kurang dari lima pemain yang berlabel Tim Nasional Indonesia, sebuah bukti nyata akan kedalaman dan kualitas materi pemain mereka.
Tren buruk Persebaya melawan Dewa United memang menjadi catatan yang mengkhawatirkan. Dalam lima pertemuan terakhir di berbagai ajang, Persebaya belum pernah merasakan kemenangan. Hasilnya adalah tiga kali imbang dan dua kali menelan kekalahan. Bahkan, di putaran pertama musim ini, kedua tim harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1. Kemenangan terakhir Persebaya atas Dewa United terjadi pada April 2023, yang berarti rentang waktu tanpa kemenangan kini mendekati tiga tahun.
“Terakhir kali Persebaya menang tahun 2023 di bulan April, jadi hampir tiga tahun. Jika kami ingin mengubah ini besok, kami harus menjadi tim yang kuat di dalam lapangan,” tegas Bernardo Tavares, menunjukkan tekadnya untuk memutus kutukan tersebut.
Kewaspadaan Tinggi Terhadap Kebangkitan Dewa United
Meskipun Persebaya datang dengan modal empat kemenangan beruntun di bawah asuhan Bernardo Tavares, yang menunjukkan adanya momentum positif, mereka tetap harus waspada terhadap kebangkitan Dewa United. Tim tamu juga tidak datang dengan tangan kosong; mereka tengah dalam kepercayaan diri tinggi setelah meraih dua kemenangan beruntun, yang sekaligus mengakhiri periode tujuh laga tanpa konsistensi.
Bernardo Tavares juga mengamati pola permainan Dewa United yang patut diwaspadai. Ia mencatat bahwa Dewa United kerap menunjukkan kesulitan di awal musim, namun selalu tampil solid dan meningkat drastis di putaran kedua. Pola ini terbukti efektif musim lalu, di mana Dewa United berhasil finis sebagai runner-up Liga 1 2024/2025, hanya kalah dari Persib Bandung.
“Saya percaya hal yang sama akan terjadi musim ini,” ujar Bernardo.
Lebih lanjut, Bernardo menyoroti perubahan gaya bermain Dewa United. Jika sebelumnya mereka dikenal dengan dominasi penguasaan bola, kini mereka justru cenderung memberikan inisiatif kepada lawan. Perubahan taktik ini memungkinkan Dewa United untuk memanfaatkan transisi ofensif dengan lebih efektif.
“Sekarang terkadang Dewa memberikan bola kepada lawan. Jadi kami perlu rencana A, B, dan C,” jelasnya, mengindikasikan perlunya strategi yang matang dan fleksibel untuk menghadapi taktik lawan.
Optimisme dari Bek Tengah: Risto Mitrevski
Di kubu Persebaya, bek tengah Risto Mitrevski menyadari kekuatan Dewa United, apalagi ia memiliki pengalaman pernah memperkuat klub tersebut. “Ini pertandingan yang istimewa bagi saya. Secara pribadi, saya pikir mereka memiliki skuad terbaik di liga,” aku Risto.
Namun, latar belakang tersebut tidak mengurangi optimismenya. Risto meyakini bahwa Persebaya dapat meraih kemenangan berkat momentum positif yang sedang mereka rasakan. “Karena kami sedang dalam momentum yang baik, saya pikir kami bisa memenangkan tiga poin,” tambahnya. Empat kemenangan beruntun yang diraih Persebaya menjadi bukti nyata kebangkitan tim dan menjadi modal berharga untuk menghadapi laga penting ini.
Dukungan penuh dari para suporter setia Persebaya, yang dikenal sebagai Bonek, diprediksi akan menjadi faktor pembeda di Stadion Gelora Bung Tomo. Atmosfer stadion yang dipenuhi sorakan dan dukungan diharapkan dapat membangkitkan semangat juang para pemain Persebaya untuk meraih kemenangan dan mengakhiri penantian panjang.
Informasi Siaran Langsung dan Cara Menonton
Bagi para penggemar sepak bola yang ingin menyaksikan pertandingan klasik antara Persebaya Surabaya dan Dewa United, laga ini akan disiarkan secara langsung.
- Jadwal Pertandingan: Minggu, 1 Februari 2026
- Waktu Tayang: Pukul 19.00 WIB
- Platform Siaran:
- Live Streaming Indosiar
- TV Online Vidio
Untuk dapat menyaksikan seluruh keseruan Super League 2025-2026 di Vidio, Anda perlu berlangganan paket tertentu. Berikut adalah pilihan paket yang tersedia:
- Paket Platinum 30 Hari: Rp43.290
- Paket Platinum 1 Tahun: Rp298.590
- Paket Diamond 30 Hari (HP dan tablet): Rp87.690
- Paket Diamond 30 Hari (semua perangkat): Rp154.290
- Paket Diamond 1 Tahun (HP dan tablet): Rp609.390
- Paket Diamond 1 Tahun (semua perangkat): Rp1.053.390
Perlu dicatat bahwa pembelian paket Diamond sudah termasuk akses untuk menonton Liga Inggris. Seluruh harga yang tercantum sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11 persen.
Prediksi Susunan Pemain
Kedua tim diprediksi akan menurunkan skuad terbaik mereka untuk meraih hasil maksimal.
Persebaya Surabaya (4-3-3):
Ernando Ari (Kiper); Arief Catur, Leo Lelis, Risto Mitrevski, Dejan Tumbas; Toni Firmansyah, Rachmat Irianto, Francisco Rivera; Gali Freitas, Malik Risaldi, Bruno Moreira.
Pelatih: Bernardo Tavares.
Dewa United (4-3-3):
Sonny Stevens (Kiper); Ridzjar Nurviat, Brian Fatari, Nick Kuipers, Edo Febriansyah; Ricky Kambuaya, Hugo Gomes, Alexis Messidoro; Taisei Marukawa, Alex Martins, Stefano Lilipaly.
Pelatih: Jan Olde Riekerink.
















