Penundaan Review Indeks oleh FTSE Russell Dukung Reformasi Pasar Modal Indonesia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengalami kenaikan setelah penyedia indeks global, FTSE Russell, mengumumkan penundaan review indeks untuk saham Indonesia. Hal ini memberikan kepercayaan kepada pasar modal nasional yang sedang menjalani berbagai reformasi.
Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG mencatat kenaikan sebesar 1,13% menjadi 8.122,80 pada pukul 11.01 WIB. Pada pagi hari, indeks bergerak dalam rentang 8.011,13 hingga 8.135,25. Sebanyak 555 saham menguat, sementara 128 saham melemah dan 131 saham stagnan. Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat sebesar Rp14.766,15 triliun.
Keputusan FTSE Russell menunda review indeks ini dilakukan setelah MSCI Inc. lebih dulu membekukan rebalancing indeks saham Indonesia. Namun, berbeda dengan MSCI yang berpotensi menurunkan peringkat Indonesia, FTSE Russell tidak menyebutkan adanya penurunan kelas aset. Keputusan ini sejalan dengan dukungan FTSE Russell terhadap reformasi pasar modal yang sudah disiapkan sebagai respons terhadap peringatan MSCI.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan bahwa FTSE Russell memberikan dukungan terhadap rencana reformasi pasar modal Indonesia yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self Regulatory Organization (SRO). Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa dalam pertemuan Bursa dengan FTSE, penyedia indeks asal Inggris tersebut memberikan dukungan atas rencana aksi yang sedang dilakukan oleh BEI bersama OJK dan SRO.
“Mereka menekankan pada implementasinya agar sesuai dengan timeline yang sudah disampaikan,” ujar Jeffrey, Selasa (10/2/2026). Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan dari FTSE. “Kami juga dapat memahami bahwa FTSE juga tidak menyampaikan concern terkait country classification,” kata Jeffrey mengacu ke peringatan MSCI sebelumnya.
Bank Central Asia Tbk. – TradingView
Langkah FTSE Russell Mengikuti Kebijakan yang Ada
FTSE Russell menyampaikan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menggelar konferensi pers untuk mengumumkan komitmennya dalam meningkatkan integritas dan transparansi pasar modal Indonesia. Pada 5 Februari 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) menerbitkan rencana reformasi pasar modal.
“Menindaklanjuti masukan dari External Advisory Committees FTSE Russell, serta dengan mempertimbangkan potensi dampak negatif terhadap turnover dan ketidakpastian dalam menentukan persentase free float yang akurat atas sekuritas Indonesia seiring dengan berlangsungnya rencana reformasi tersebut, FTSE Russell akan menunda peninjauan indeks Indonesia yang dijadwalkan pada Maret 2026,” tulis FTSE Russell.
Keputusan ini diambil sesuai dengan Aturan 2.4 tentang Exceptional Market Disruption dalam Kebijakan Indeks, yang berlaku apabila klien tidak dapat memperdagangkan suatu pasar atau efek secara optimal. Dengan keputusan ini, FTSE Russell sementara tidak akan mengimplementasikan penambahan dan penghapusan saham Indonesia dalam indeks, termasuk perubahan segmen kapitalisasi besar, menengah, dan kecil.
Selain itu, FTSE juga tidak akan menerapkan penyesuaian bobot investability, perubahan jumlah saham beredar, serta aksi korporasi berupa rights issue, hingga proses reformasi dinilai lebih jelas.
Peran FTSE Russell dalam Pasar Global
FTSE Russell adalah anak perusahaan dari London Stock Exchange Group dan merupakan merger antara FTSE (Financial Times Stock Exchange) dan Frank Russell Company. Saat ini FTSE Russell mengelola ratusan indeks global yang digunakan sebagai acuan utama investor institusi dalam mengelola portofolio.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


