Insiden Mencekam Pasca Laga: Suporter Persib Bandung Terlibat Kericuhan dengan Ratchaburi FC
Pertandingan babak 16 besar Liga Champions Asia Dua (ACL Two) antara Persib Bandung melawan Ratchaburi FC yang seharusnya menjadi ajang pembuktian kualitas, berujung pada insiden yang tidak diinginkan. Selesai laga yang dimenangkan oleh Ratchaburi FC dengan skor 3-0, kericuhan dilaporkan pecah di luar stadion antara para pendukung kedua tim. Momen-momen menegangkan terekam dalam video amatir yang beredar, menunjukkan potensi bentrokan fisik yang nyaris terjadi.
Kekalahan Persib Bandung di Dragon Solar Park pada Rabu (11/2/2026) diwarnai oleh dua gol dari Pedro Tanausu pada menit ke-5 dan ke-84, serta satu gol dari Gabriel Mutombo di menit ke-53. Namun, sorotan publik tidak hanya tertuju pada hasil pertandingan, melainkan juga pada insiden di luar lapangan yang melibatkan suporter.
Kronologi Kejadian di Luar Stadion
Video amatir yang diunggah oleh beberapa akun media sosial sepak bola Indonesia menampilkan adegan yang cukup mencekam. Dalam salah satu unggahan di Instagram oleh akun yang berfokus pada sepak bola Indonesia, terlihat adanya aksi saling lempar botol yang dilakukan oleh oknum suporter. Belum dapat dipastikan secara pasti siapa yang memulai aksi tersebut, apakah dari kubu Persib Bandung atau Ratchaburi FC.
Namun, dari rekaman yang beredar, terdengar suara seorang perekam yang mengidentifikasi diri sebagai pendukung Persib Bandung, menunjukkan keprihatinan atas kejadian tersebut. “Lain, astagfirullah,” ucap perekam video tersebut, mengindikasikan ketidaksetujuan dan kekhawatiran.
Di sisi lain, unggahan lain dari akun Instagram @afte.matchriot2.0 memperlihatkan adegan yang lebih intens. Dalam video tersebut, sekelompok suporter Ratchaburi FC terlihat mendatangi area di dekat bus tim Persib Bandung, tempat beberapa oknum pendukung Persib Bandung berada.
Beberapa pendukung Persib Bandung yang mengenakan kaos dan jersey kebanggaan tim tampak bereaksi tidak terima atas tindakan para suporter Ratchaburi FC yang mendekat. Suasana sempat memanas, dengan potensi terjadinya kontak fisik yang lebih serius.
Untungnya, amarah dari beberapa suporter Ratchaburi FC berhasil diredam oleh kehadiran petugas keamanan yang sigap menjaga area. Pagar pembatas juga berperan dalam memisahkan kedua kelompok suporter. Sebagian pendukung Persib Bandung juga terlihat segera meninggalkan lokasi, sementara beberapa lainnya merekam kejadian tersebut.
Menariknya, terlihat pula beberapa suporter Ratchaburi FC yang berusaha menenangkan rekan-rekan mereka, mencegah agar situasi tidak semakin memburuk hingga terjadi perkelahian. Berkat intervensi tersebut, kericuhan yang terekam dalam video tersebut tidak sampai berujung pada kontak fisik yang lebih parah. Meskipun demikian, aksi lemparan botol tetap terjadi beberapa kali ke arah suporter Persib Bandung. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai dampak lebih lanjut dari kerusuhan di luar stadion tersebut.
Respons Bobotoh: Campuran Kritik dan Dukungan
Menyikapi kekalahan telak Persib Bandung, kolom komentar pada unggahan resmi klub dibanjiri oleh berbagai macam reaksi dari para pendukung, yang dikenal sebagai Bobotoh. Terdapat spektrum opini yang luas, mulai dari kritik tajam terhadap performa tim dan keputusan pelatih, hingga ungkapan dukungan dan motivasi untuk bangkit di leg kedua.
Beberapa Bobotoh yang merasa kecewa melontarkan alasan kekalahan, menyoroti performa kurang memuaskan dari beberapa pemain, termasuk Uilliam Barros. Ada pula yang mengarahkan kritik kepada pelatih Bojan Hodak, mempertanyakan strategi dan pemilihan pemain.
- “Dari match terakhir diliga Baros udah ga perform ini malah tetep kekeh mainin full sampe akhir…” ujar salah satu Bobotoh.
- “Mau nanya, apa yang spesial dari BAROS? Dia tidak menggantikan setiap pertandingan, tidak di liga atau afc. Serius nanya dan bingung?????????,” tulis Bobotoh lainnya, menunjukkan kebingungan atas konsistensi penampilan Barros.
- “Murni kesalahan Bojan, padahal di putaran pertama Ratchaburi lawan paling lemah untuk 16 besar tapi skrg dia jauh berkembang malah Persib yg menurun dan blunder karena kurang berbenah di paruh musim,” kritik seorang Bobotoh yang menilai adanya penurunan performa Persib akibat kurangnya evaluasi di jeda kompetisi.
- “Balan 8-0 ke di bandung, aing paenkeun menit 65 nya!” tulis akun @kris.tasikmalaya, menyiratkan keinginan untuk membalas kekalahan dengan skor telak di kandang sendiri.
- “Kali ini Bojan Hodak blunde, padahal skuad lebih mewah dari Ratchaburi,” ujar akun @footballabroadindonesia, menyoroti ketidaksesuaian antara kualitas skuad dan hasil akhir.
- “Setuju, telat pergantian pemain juga dan gabisa evaluasi kekurangan,” tambah @dijayyba.
- “Apa yang dilakukan Bojan hanya reaktif bukan taktik. Dia memasukkan striker baru berharap pada kualitasnya, tapi gak mengukur dari kebutuhan tim. Berginho dan Jung sebenernya bagus dibabak pertama saat membangun serangan. Hanya saja keterlambatan posisi bek kiri aja yg terlihat di serang tapi gak buru⊃2; di ganti dengan pemain kuat bertahan,” analisis mendalam dari @ali.masudi.23 mengenai taktik pelatih.
- “Utang apa yang dimiliki pelatih kepada Barros? Dia selalu bermain penuh waktu setiap saat,” keluh @yusufkirana.
- “@bojanhodakluka BAROS DIGANTI RAMON,APA SUSAHNYA,” tegas @aingaryaa, menyarankan pergantian pemain yang dinilai lebih tepat.
Di sisi lain, sebagian Bobotoh menunjukkan sikap yang lebih positif dan konstruktif. Mereka mengajak pendukung lainnya untuk tetap bersikap dewasa, memberikan dukungan tanpa harus melontarkan cacian atau hujatan kepada para pemain.
- “#barosAnakEmas,” komentar positif dari @m_asrap772036.
- “Semangat terus sayang masih ada hari rabu, OPTIMALKAN!” tulis @officialvikingcilegon, memberikan semangat untuk pertandingan selanjutnya.
- “Allahuakbar teu nanaon sib bales ke di GBLA semangat teruss haturnuhun tos berjuang,” ungkapan dukungan dari @secfiiathooriq, dengan harapan Persib bisa membalas di kandang sendiri.
- “Ai Ramon ker hade di abuskeun na telat,” ujar @dimasstefa, mengomentari waktu pergantian pemain yang dianggap terlambat.
Perbedaan pandangan ini menunjukkan dinamika dukungan suporter yang selalu hadir dalam setiap pertandingan, terutama saat tim mengalami hasil yang kurang memuaskan.
Perjalanan Persib Bandung di ACL Two masih berlanjut. Leg kedua babak 16 besar akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Rabu (18/2/2026). Pertandingan ini akan menjadi momen krusial bagi Maung Bandung untuk membuktikan kapasitas mereka dan membalikkan keadaan di hadapan para pendukungnya sendiri.



















