5 Penyebab Rumah Terasa Sempit: Rahasia Desainer Interior

Diposting pada

Tinggal di hunian dengan lahan terbatas kerap kali menghadirkan tantangan tersendiri dalam hal kenyamanan dan pengaturan ruang. Rumah yang idealnya menjadi tempat berlindung yang tenang dan damai, justru bisa berubah menjadi area yang terasa sempit dan berantakan. Kunci untuk mengatasi masalah ini terletak pada pemilihan tata letak dan furnitur yang cerdas, yang mampu memberikan ilusi visual sehingga rumah kecil pun dapat terasa lebih luas. Tiga desainer interior berbagi pandangan mengenai beberapa elemen yang justru membuat ruangan terasa menyempit, sekaligus memberikan solusi untuk menata ulang hunian agar lebih lapang.

Faktor-faktor yang Membuat Rumah Terasa Sempit

Menata rumah agar terasa lebih luas membutuhkan pemahaman mendalam tentang elemen-elemen yang justru dapat memberikan kesan sempit. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Furnitur Berukuran Besar yang Tidak Proporsional

    Salah satu penyebab utama pemborosan ruang di rumah adalah penggunaan furnitur yang terlalu besar untuk ukuran ruangan. Shiva Samiei, seorang desainer interior yang memiliki spesialisasi dalam proyek perumahan premium, menjelaskan bahwa furnitur besar seperti sofa tiga dudukan, idealnya membutuhkan ruang gerak yang memadai di sekelilingnya.

    “Sofa tiga dudukan, jika diukur dengan benar, seharusnya memiliki setidaknya 76 sentimeter ruang gerak di sekitarnya,” ujar Samiei. Namun, ia seringkali menemukan bahwa dalam sekitar 80 persen konsultasi awalnya dengan klien, sofa yang ada hanya menyisakan ruang gerak sekitar 30-38 sentimeter. Kondisi ini secara signifikan membuat ruangan terasa sempit dan tidak nyaman untuk beraktivitas. Meskipun sofa besar menawarkan kenyamanan ekstra untuk bersantai atau rak buku raksasa untuk koleksi pribadi, penting untuk diingat bahwa ukuran yang besar belum tentu selalu menjadi pilihan terbaik, terutama jika ruangan yang tersedia terbatas. Jika sebuah ruangan di rumah terasa pengap, langkah pertama adalah mengevaluasi kembali ukuran furnitur yang ada.

  • Penutup Jendela Berwarna Gelap

    Elemen lain yang dapat berkontribusi pada kesan sempit adalah penggunaan penutup jendela dengan warna gelap. Meskipun tirai anti tembus cahaya atau gorden berwarna gelap mungkin diinginkan untuk menciptakan suasana tertentu di ruangan, pemilihan jenis penutup jendela ini dapat secara drastis mengurangi persepsi luas ruangan.

    “Penutup jendela berwarna gelap termasuk yang paling banyak menyerap cahaya dan membuat ruang terasa lebih kecil,” kata Samiei. Ia menyarankan solusi sederhana namun efektif: mengganti penutup jendela berwarna gelap dengan tirai gulung (roller blinds) yang dipasang di dalam bingkai jendela. Perubahan ini diklaim dapat membuat ruangan tampak lebih besar dan lebih lapang dari sebelumnya.

  • Terlalu Banyak Ornamen dan Hiasan

    Kecenderungan untuk mengoleksi dan memajang banyak benda kecil atau pernak-pernik juga dapat dengan cepat membuat ruangan terlihat sesak. Samiei menekankan bahwa menumpuk terlalu banyak barang di permukaan horizontal seperti meja kerja, rak buku di ruang tamu, atau nakas di kamar tidur, akan langsung memberikan kesan berantakan dan penuh.

    “Aturan saya, tidak lebih dari tiga hingga lima barang per permukaan horizontal,” ungkap Samiei. Ia memberikan contoh pengalaman pribadinya: “Ketika saya membantu seorang klien mengurangi jumlah bingkai foto dari 27 menjadi tujuh buah yang ditempatkan secara strategis, bobot visual ruangan langsung menurun drastis, dan ruangan terasa jauh lebih lega.” Mengevaluasi kembali koleksi dekorasi dan menyingkirkan barang-barang yang kurang esensial dapat memberikan dampak besar pada estetika dan kenyamanan ruang.

Strategi Menata Ruang Agar Terasa Lebih Luas

Selain mengidentifikasi apa yang membuat rumah terasa sempit, ada beberapa strategi penataan yang dapat diadopsi untuk menciptakan ilusi ruang yang lebih besar:

Memilih Furnitur yang Tepat

  • Furnitur Berprofil Rendah yang Bijak

    Paradoksnya, furnitur berprofil rendah justru bisa menjadi jebakan yang membuat ruangan terasa sempit. Samuel Davis, seorang desainer interior dan CEO London Gardeners, menjelaskan bahwa meskipun furnitur rendah sering dianggap menghemat ruang, kenyataannya justru dapat menciptakan efek plafon yang lebih rendah.

    “Meski furnitur berprofil rendah tampak menghemat ruang, sebenarnya furnitur tersebut justru melakukan kebalikan dari memaksimalkan efisiensi ruang dengan menciptakan efek plafon lebih rendah,” ujar Davis. Sebaliknya, furnitur yang lebih tinggi dan vertikal dapat memberikan kesan ketinggian, sehingga membuat ruangan terasa lebih luas. Jika Anda memiliki sofa atau kursi santai berprofil rendah di kamar tidur atau rak buku yang rendah di area lain, pertimbangkan untuk menggantinya dengan furnitur yang lebih tinggi yang dapat menarik pandangan ke atas, menciptakan ilusi ruang yang lebih besar.

  • Fokus pada Skala yang Tepat

    Aspek penting lainnya yang sering terabaikan adalah penggunaan terlalu banyak barang berskala kecil. Elissa Hall, seorang desainer interior dan pemimpin desain di Awning.com, menyoroti bahwa ruangan yang dipenuhi dengan banyak karpet kecil, karya seni berukuran mini, atau furnitur mungil dapat terasa tidak teratur dan ramai.

    “Sebuah ruangan yang dipenuhi dengan banyak karpet kecil atau hiasan dinding dapat terasa tidak teratur dan ramai,” kata Hall. Untuk menciptakan tampilan yang lebih bersih dan terasa lebih lapang, Hall menyarankan untuk fokus pada satu atau dua elemen utama yang lebih besar. “Pilih karpet area yang lebih besar atau beberapa karya seni yang lebih besar untuk menciptakan rasa kohesi dan alur,” sarannya. Penggunaan satu karpet besar, misalnya, dapat menyatukan area duduk dan memberikan kesan ruang yang lebih terdefinisi dan luas dibandingkan beberapa karpet kecil yang tersebar. Demikian pula, satu karya seni berukuran besar dapat menjadi titik fokus yang kuat dan memberikan kedalaman visual pada dinding.

Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, bahkan rumah dengan ukuran terbatas pun dapat diubah menjadi hunian yang nyaman, fungsional, dan terasa jauh lebih luas secara visual. Kuncinya adalah perencanaan yang matang dan pemilihan elemen dekorasi serta furnitur yang cerdas.

Gambar Gravatar
Rizki merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan