Tim Kepelatihan Timnas Indonesia: Wajah Baru dan Lama Dampingi John Herdman di FIFA Series 2026
Memasuki era baru di bawah komando pelatih kepala John Herdman, Tim Nasional Indonesia terus berbenah untuk menghadapi berbagai kompetisi internasional, termasuk FIFA Series 2026. PSSI telah mengumumkan beberapa nama yang akan mengisi jajaran staf kepelatihan, baik yang sudah lama dikenal maupun wajah baru yang memiliki potensi besar. Selain pelatih fisik Cesar Mylan yang dipastikan mendampingi Herdman, beberapa figur lain dikabarkan akan turut berkontribusi, memperkuat tim pelatih Garuda.
Salah satu nama yang santer disebut akan bergabung, meski untuk sementara, adalah Nova Arianto. Pelatih yang sukses membawa Timnas U17 Indonesia mengukir prestasi, kini dikabarkan akan menjadi asisten pelatih sementara bagi timnas senior. Kabar ini pertama kali beredar melalui akun media sosial yang fokus pada perkembangan sepak bola Indonesia, memberikan sinyal kuat akan adanya kolaborasi antara Herdman dan Nova Arianto untuk ajang FIFA Series 2026.
Selain Nova Arianto, ada beberapa nama lain yang juga kuat dikaitkan dengan posisi asisten pelatih di bawah John Herdman. Mereka adalah sosok-sosok berpengalaman yang telah memberikan kontribusi signifikan bagi sepak bola Indonesia.
Indra Sjafri: Sang Arsitek Sukses SEA Games 2023
Indra Sjafri menjadi salah satu nama yang paling banyak dibicarakan akan mengisi kursi asisten pelatih John Herdman. Pengalaman dan rekam jejaknya yang cemerlang, terutama keberhasilannya membawa Timnas U22 Indonesia meraih medali emas di SEA Games 2023, menjadikannya aset berharga bagi timnas.
Isu mengenai Indra Sjafri yang masuk dalam radar calon asisten pelatih Herdman pertama kali mencuat pada akhir Januari 2026. Peluang Indra Sjafri untuk bergabung dinilai terbuka lebar, mengingat posisinya yang saat ini belum terikat kontrak dengan klub manapun pasca memimpin Timnas U22. Kehadiran Indra Sjafri diharapkan dapat memberikan dampak positif melalui kepiawaiannya dalam membina pemain muda dan strategi permainan yang telah teruji. Publik pun menyambut baik potensi bergabungnya pelatih asal Minang ini, melihatnya sebagai langkah strategis untuk memperkuat timnas.
Dzikry Lazuardi: Analis Persija yang Bergabung Resmi
Berbeda dengan Indra Sjafri yang masih dalam tahap rumor, Dzikry Lazuardi justru telah diumumkan secara resmi menjadi bagian dari staf kepelatihan Timnas Indonesia era John Herdman. Kepala Analis Persija Jakarta ini memutuskan untuk meninggalkan klub ibu kota pada akhir Januari 2026, sebuah langkah yang diakuinya tidak direncanakan di tengah musim kompetisi.
Dzikry Lazuardi menyampaikan apresiasinya atas kerjasama yang terjalin selama ini di Persija, khususnya dalam departemen analisis tim. Keputusannya untuk bergabung dengan timnas dilatarbelakangi oleh pengalamannya yang luas di kancah sepak bola Indonesia. Ia akan bekerja berdampingan dengan Cesar Mylan, yang sebelumnya telah ditunjuk sebagai tangan kanan John Herdman.
Sebelum bergabung dengan Persija Jakarta, Dzikry Lazuardi telah menorehkan jejak karir yang cukup panjang sebagai video analis di berbagai klub, mulai dari Sulut United, Persipura Jayapura, Persis Solo, hingga Persija Jakarta. Ia juga memegang lisensi kepelatihan C Nasional, yang semakin memperkuat kapasitasnya di bidang kepelatihan.
Empat Kandidat Kuat Lainnya untuk Mendampingi John Herdman
Selain nama-nama yang telah disebutkan, beberapa figur ternama lainnya juga beredar sebagai kandidat potensial untuk mengisi posisi asisten pelatih John Herdman. Munculnya nama-nama eks ikon klub-klub besar seperti Arema FC, Persipura Jayapura, dan PSM Makassar menunjukkan bahwa PSSI tengah mencari figur yang memiliki pengalaman dan pemahaman mendalam tentang sepak bola Indonesia.
Akun media sosial yang fokus pada sepak bola Indonesia pada awal Januari 2026 membocorkan daftar kandidat tersebut, yang meliputi:
- Kurniawan Dwi Yulianto
- Ahmad Amiruddin
- Zulkifli Syukur
- Ricardo Salampessy
Berikut adalah ulasan singkat mengenai rekam jejak keempat kandidat ini:
1. Zulkifli Syukur

Mantan ikon Arema FC, Zulkifli Syukur, masuk dalam daftar kandidat asisten pelatih. Namanya sempat dikaitkan dengan Timnas Indonesia di era Patrick Kluivert, namun belum terealisasi. Ia tercatat pernah menjabat sebagai asisten pelatih Timnas U23 Indonesia. Sebelum itu, ia juga berpengalaman sebagai asisten pelatih di Adhyaksa FC dan Persela Lamongan. Pengalaman sebagai pelatih kepala juga pernah ia rasakan di PON Sulten dan Persela Lamongan.
2. Kurniawan Dwi Yulianto

Striker legendaris Timnas Indonesia era awal 2000-an, Kurniawan Dwi Yulianto, juga masuk dalam radar. Ia memiliki rekam jejak kepelatihan yang impresif. Memulai karirnya sebagai asisten pelatih Borneo FC, ia kemudian dipercaya menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia di bawah Luis Milla, lalu dipindahkan ke Timnas U23. Pengalamannya berlanjut di Liga Super Malaysia bersama Sabah FC selama tiga musim, sebelum menjadi asisten pelatih Como U19 selama tiga musim. Ia juga pernah kembali ke Indonesia untuk menjadi asisten pelatih Timnas U22, Timnas Olimpiade, dan Timnas U20. Terkini, ia sempat menjabat sebagai Direktur Teknis PSPS Pekanbaru.
3. Ricardo Salampessy

Bek ikonik Persipura Jayapura, Ricardo Salampessy, juga masuk dalam daftar kandidat. Pengalamannya di dunia kepelatihan terbilang baru, dimulai pada tahun 2023 bersama PON Papua. Kesuksesannya bersama PON Papua membawanya didapuk sebagai pelatih kepala Persipura Jayapura dari tahun 2023 hingga 2025. Terbaru, ia menjabat sebagai asisten pelatih Malut United sejak 13 November 2025.
4. Ahmad Amiruddin
Gelandang legendaris PSM Makassar, Ahmad Amiruddin, juga menjadi salah satu kandidat. Ia mengawali karir kepelatihannya sebagai asisten pelatih Borneo FC selama enam musim. Ia juga sempat menjabat sebagai pelatih interim Borneo FC sebelum akhirnya kembali ke PSM Makassar pada tahun 2022 sebagai asisten pelatih. Puncaknya, ia ditunjuk sebagai pelatih kepala PSM Makassar U20 dan baru-baru ini menjadi pelatih interim menggantikan Bernardo Tavares.
Dengan terbentuknya tim kepelatihan yang solid dan berpengalaman, Timnas Indonesia di bawah asuhan John Herdman diharapkan dapat mencapai performa terbaiknya di kancah internasional, dimulai dari FIFA Series 2026.



















