Alasan Anang Hermansyah Tetap Akur dengan Kris Dayanti
Tidak seperti musisi lainnya yang seringkali menunjukkan ketegangan setelah bercerai, Anang Hermansyah memiliki pendekatan yang sangat berbeda dalam menjaga hubungan baik dengan mantan istrinya, Kris Dayanti. Sikap tenang dan dewasa yang ditunjukkan oleh Anang membuat banyak warganet mengapresiasi tindakannya.
Baru-baru ini, Anang Hermansyah secara terbuka menjelaskan alasan mengapa ia memilih untuk tetap menjalin hubungan yang baik dengan Kris Dayanti meskipun telah bercerai. Pernyataan tersebut muncul setelah video acara televisi yang menampilkan Rina Nose memerankan karakter “Mimi Krisdayanti” viral di media sosial. Dalam video tersebut, Anang tampak santai dan tidak menunjukkan respons negatif terhadap candaan tentang masa lalunya.
Bukannya merasa risih atau menjauhi situasi tersebut, Anang justru memberikan tanggapan yang dinilai sangat dewasa. Ia menyampaikan bahwa usia dan pengalaman hidup telah membuatnya lebih memahami pentingnya keharmonisan keluarga. Menurutnya, persaudaraan dan kesehatan pikiran anak-anak serta cucu-cucu adalah hal yang lebih penting daripada konflik masa lalu.
“Kita sudah tua ya, udah punya cucu baiknya sudah berteman, kita udah deket bau tanah. Ya apalagi? Persaudaraan jauh lebih penting, membangun bagaimana pikiran cucu-cucu dan menyehatkan pikiran anak-anak,” ujarnya.
Pernyataan Anang langsung mendapat perhatian publik karena dianggap mencerminkan pola pikir yang matang. Banyak warganet menilai bahwa pengalaman hidup membuat Anang menyadari bahwa hubungan yang baik antar keluarga akan membawa dampak positif bagi generasi berikutnya.
Saat ini, keluarga Anang bersama Ashanty maupun keluarga Kris Dayanti dengan Raul Lemos terlihat semakin kompak. Mereka sering hadir bersama dalam berbagai acara keluarga tanpa menunjukkan suasana canggung atau ketegangan.
Sikap Anang juga dibandingkan dengan Ahmad Dhani, yang belakangan kembali menjadi sorotan setelah membahas kisah masa lalunya dengan Maia Estianty. Perbincangan tersebut muncul setelah acara pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju. Banyak netizen kemudian membandingkan cara kedua musisi itu dalam menyikapi hubungan masa lalu.
Menurut mereka, Anang lebih fokus menjaga kerukunan keluarga, sementara persoalan lama dianggap tidak perlu terus dibahas di ruang publik. Kolom komentar media sosial dipenuhi beragam tanggapan positif dari warganet yang mendukung sikap damai Anang.
- “Bestt lohh anang bljar ikhlas dan berdamai dng Diri,” tulis akun @nyi_peletttt
- “Jangan dibandingkqn dengan sebelah,,yg ungkit2 masa lalu terosss (emoji ngakak),” tulis akun @bian.robi01
- “Keren mas anang…. moga bang dani sama mbak maia bs bgini jg. turun kan dendam dan amarah. tatap akhirat,” tulis akun @abangtamvansss
- “Setujuh, tdk ungkit2 masa lalu, sudah sama2 bahagia kok maia ungkit masa lalu, petanda tdk bahagia sm yg skrg,” tulis akun @binder1085
- “Setuju .nah ini. Udah jadi kakek2 nenek2. Gk usah saling sakit ati. Saling senggol .saling buang muka. Udah gk pantessss..justru anaknya yg pantes kek gtu. Malu kata gw mah,” tulis akun @bolndersalon_
Berdamai dengan Rasa Dendam Setelah Bercerai
Merasa marah, sedih, dan kecewa pasca perceraian dengan suami adalah fase yang lazim dilalui. Namun, jika sudah berlalu tahunan dan Anda masih menyimpan dendam dengan mantan suami, tahukah Anda siapa yang paling disakiti? Anda sendiri!
Tidak dipungkiri, tidak mudah memang meredam rasa dengki, amarah, dan kecewa akibat perceraian. Luka itu mungkin bisa dilupakan, tapi bukan berarti lenyap begitu saja. Menurut Richard Templar pada bukunya yang bertajuk The Rules of Love, yang paling tersiksa adalah diri sendiri, tentu saja bukan suami, kemungkinan besar ia hampir tidak pernah memikirkan Anda lagi, kecuali terkait dengan urusan anak.
Selain menyiksa diri, Anda juga menyakiti anak-anak Anda. Beberapa pasangan melewati dua atau tiga tahun yang sulit sejak perceraian, tapi mayoritas pasangan bercerai yang saya kenal memiliki anak, berhasil mengelola hubungan yang damai meskipun sebenarnya mereka tidak merasakannya. Dengan begini, kelak anak mereka menikah, tak sulit buat mereka untuk “menyatukan” kedua orangtua tanpa khawatir terjadi pertengkaran.
Jika Anda tidak berdamai dengan dendam, menurut Templar akan semakin menyusahkan ‘korban’ dari perceraian, yakni anak! Bahkan bisa jadi anak-anak tidak berani berbicara soal Ayah mereka di depan Anda. Anda harus terus maju, demi Anda dan orang-orang lain, jangan terjebak dalam masa lalu. Anda hanya memiliki satu kehidupan, pelajari apa yang dapat Anda ambil dari kesalahan dan jalani hidup menuju ke depan. Jangan disesali apa yang telah diputuskan, biarkan semua menjadi masa lalu dan terus ingatkan diri bahwa hari ini, Anda tidak lagi berada di sana. Ciptakan kebahagiaan Anda, karena hari esok adalah saatnya Anda jatuh cinta lagi.


















