Penemuan Jenazah Pria di Pelabuhan Senghie
Seorang pria yang diduga melompat ke Sungai Kapuas dari Duplikasi Jembatan Kapuas I Pontianak pada Sabtu 23 Mei 2026 akhirnya ditemukan meninggal dunia setelah tiga hari pencarian. Jenazah korban ditemukan tersangkut di bawah kapal di kawasan Pelabuhan Senghie pada Senin pagi, 25 Mei 2026.
Korban sebelumnya dilaporkan melompat dari jembatan tersebut pada siang hari. Peristiwa ini sempat menggegerkan warga sekitar lokasi kejadian. Menurut informasi yang diperoleh, korban sempat terlihat melambaikan tangan meminta pertolongan di arus Sungai Kapuas sebelum akhirnya tenggelam.
Proses Pencarian dan Penemuan Jenazah
Ketua Relawan Peduli Kemanusiaan Kalbar, Eddy Zulkarnaen, menyampaikan bahwa jenazah korban ditemukan sekitar pukul 05.30 WIB di sekitar Pelabuhan Senghie. “Jenazah korban ditemukan sekira pukul 05:30 WIB, ditemukan di sekitar pelabuhan senghie tersangkut di bawah kapal,” ujarnya.
Eddy menjelaskan bahwa identitas korban masih dalam proses penelusuran. Namun, ciri-ciri fisik korban disebut mirip dengan laporan orang hilang sebelumnya. “Identitas masih ditelusuri, karena memang beberapa waktu lalu juga ada laporan orang hilang dengan ciri-ciri yang sama dan sudah kami informasikan ke pihak kepolisian. Perkiraan sementara sesuai,” tambahnya.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak untuk proses identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut.
Identitas Korban Masih Dicari
Hingga saat ini, identitas korban belum dipastikan. Namun, berdasarkan ciri-ciri yang ditemukan, korban diperkirakan berusia sekitar 40 tahun dan berjenis kelamin laki-laki.
Eddy menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan informasi tentang ciri-ciri korban kepada pihak kepolisian. Hal ini dilakukan guna mempercepat proses identifikasi dan memastikan kebenaran identitas korban.
Kronologi Kejadian
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu 23 Mei 2026 siang di Duplikasi Jembatan Kapuas I, Kota Pontianak. Saksi mata bernama Kalsum, warga Gang H Mursyid, Benua Melayu Laut, Kecamatan Pontianak Selatan, mengatakan bahwa korban datang sendirian sebelum langsung menuju pagar pembatas jembatan.
Korban kemudian melompat ke Sungai Kapuas dengan mengenakan kaos hitam, celana pendek, dan sandal. Menurut Kalsum, sesaat setelah melompat ke sungai, korban masih sempat terlihat berusaha menyelamatkan diri dari derasnya arus Sungai Kapuas. “Setelah melompat ke sungai, dia sempat terlihat mengangkat tangan dan melambaikan tangan seperti meminta pertolongan. Namun tidak lama setelah itu langsung tenggelam dan terbawa arus yang deras,” ujarnya.
Pencarian Kendaraan Korban
Di lokasi kejadian, warga tidak menemukan barang pribadi maupun kendaraan milik korban yang ditinggalkan di sekitar jembatan. Petugas kepolisian yang datang ke lokasi kemudian melakukan penyisiran di area pangkal dan badan jembatan untuk mencari kemungkinan adanya kendaraan yang ditinggalkan korban sebelum melompat.



















