Kebakaran Berulang di Rumah Agus Yani, Akhirnya Terungkap Penyebabnya
Serangkaian kebakaran misterius yang terjadi berkali-kali di rumah milik Agus Yani, warga Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, akhirnya menemukan jawaban. Setelah hampir sepekan mengalami insiden kebakaran tanpa penyebab yang jelas, penghuni rumah kini merasa lebih tenang setelah hasil kajian awal mengungkap dugaan sumber peristiwa tersebut.
Tim peneliti dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada menyimpulkan bahwa kebakaran berulang itu diduga berkaitan dengan keberadaan gas metana yang keluar dari bawah permukaan tanah di sekitar lokasi rumah. Selama beberapa hari terakhir, keluarga Agus Yani hidup dalam kecemasan karena api muncul secara berulang dan membakar berbagai barang di dalam rumah.
Tercatat 55 kali kejadian kebakaran terjadi sejak pertama kali muncul pada 23 Mei 2026. Sejumlah perabot rumah tangga, pakaian, karpet, hingga furnitur dilaporkan mengalami kerusakan akibat insiden tersebut. Mengetahui adanya hasil investigasi yang mengarah pada dugaan penyebab ilmiah, penghuni rumah merasa lega. Selama ini mereka dihantui ketidakpastian karena tidak mengetahui faktor yang memicu kemunculan api secara tiba-tiba di berbagai titik rumah.
Bupati Sleman Harda Kiswaya bahkan turun langsung meninjau rumah Agus Yani pada Sabtu (30/5/2026). Dengan penjelasan dari tim ahli, masyarakat kini lebih yakin bahwa kebakaran tersebut bukanlah hal aneh, tetapi bisa disebabkan oleh faktor alam yang tidak terduga.
ASN Jual Mobil Rp 50 Juta Karena Tergiur Bisnis Batu Merah Delima
Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) bernama Atan (54) menjadi korban penipuan hingga rela menjual mobil senilai Rp 50 juta. Warga Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau ini menjadi korban penipuan bermodus jual beli batu merah delima bertuah.
Satreskrim Polres Siak membongkar komplotan penipu ini. Empat pelaku berinisial UN, IS, DR, dan YFP ditangkap polisi pada Jumat (29/5/2026) setelah menjalankan aksi penipuan secara terorganisir di Kabupaten Siak. Kasatreskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos Parmulais membenarkan hal tersebut. “Para pelaku melakukan penipuan terhadap korban hingga mengalami kerugian mencapai ratusan juta. Modus mereka jual beli batu merah delima,” kata Kosmos, Jumat malam.
Peristiwa bermula pada Sabtu (16/5/2026) di parkiran RSUD Tengku Rafi’an Siak. Para pelaku mendekati korban dan meyakinkannya bahwa ia merupakan orang yang “berjodoh” memiliki batu merah delima bertuah bernilai fantastis. “Modus pelaku, mereka cerita seolah-olah korban merupakan orang yang berjodoh untuk memiliki batu merah delima, yang disebut bertuah dengan nilai miliaran rupiah,” ungkap Kosmos.
Staf Ahli yang Ditetapkan sebagai Tersangka, Dilantik Pemkab Pandeglang
Kasus mobil dinas tabrak kerumunan siswa SD Negeri Sukaratu 5, Kecamatan Panjarsari, Kabupaten Pandeglang sempat menjadi sorotan beberapa waktu lalu. Kecelakaan maut yang terjadi pada Kamis (30/4/2026) menewaskan satu siswa SD dan seorang pedagang keliling yang sedang mangkal di depan sekolah.
Kecelakaan terjadi saat mobil Toyota Innova berplat merah yang dikemudikan Ahmad Mursidi tiba-tiba hilang kendali dan menabrak kerumunan siswa yang sedang jajan di dekat gerbang sekolah. Usut punya usut, sopir mobil tersebut adalah Kepala DPMPTSP Kabupaten Pandeglang. Akibat kecelakaan itu, dua tewas dan tujuh lainnya terluka.
Tepat pada 11 Mei 2026, Ahmad Mursidi pun ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan maut tersebut. Namun kehebohan terjadi saat diketahui Ahmad Mursidi yang telah berstatus tersangka dilantik oleh Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menjadi Staf Ahli pada Selasa (26/5/2026).
Pemkab Pandeglang berdalih, baru mengetahui jika Ahmad Mursidi telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan setelah dilantik menjadi Staf Ahli Bupati. Hal itu disampaikan Sekretaris Diskomsantik Kabupaten Pandeglang, Abdul Latif terkait pelantikan Ahmad Mursidi sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik pada Selasa (26/5/2026).




