Batam Innovation Award 2026, Amsakar: Inovasi Harus Berdampak untuk Masyarakat

Diposting pada

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Forkopimda Batam dan pemenang BIA 2026 usai penyerahan piala dan piagam di Auditorium Politeknik Negeri Batam, Kamis (10/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan, inovasi dalam pemerintahan tidak boleh berhenti pada gagasan dan seremoni, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Amsakar saat membuka Puncak Penganugerahan Batam Innovation Award (BIA) 2026 sekaligus meluncurkan Batam Policy Lab di Auditorium Politeknik Negeri Batam, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan tahunan yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Batam tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, serta aparatur di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Dalam arahannya, Amsakar menegaskan pola kerja konvensional tidak lagi cukup untuk menjawab tuntutan pelayanan publik di era digital. Menurutnya, birokrasi harus terus beradaptasi melalui inovasi yang produktif, kreatif, dan dapat diterapkan secara nyata.

“Di era saat ini, tanpa inovasi kita akan sangat lambat dan tidak responsif. Kerja berorientasi inovasi inilah yang memberikan nilai tambah (added value) serta efisiensi nyata bagi pelayanan masyarakat. Inovasi yang diciptakan pun harus berdampak positif untuk masyarakat,” tegas Amsakar.

Ia mengapresiasi para dewan juri independen serta seluruh perangkat daerah dan unit kerja yang telah berpartisipasi dalam BIA 2026. Amsakar mengingatkan agar inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada seremoni atau sekadar menjadi dokumen, tetapi terus dikembangkan dan diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“Jangan sampai inovasi hanya berhenti pada saat menerima penghargaan. Setelah ini harus terus dimodifikasi, dikembangkan, dan diimplementasikan secara konsisten sehingga benar-benar memberikan manfaat,” ujarnya.

Amsakar mengatakan penguatan inovasi dalam tata kelola pemerintahan dan digitalisasi pelayanan publik turut mendukung capaian pembangunan Kota Batam. Kemudahan layanan investasi dan optimalisasi pendapatan daerah, termasuk melalui penerapan tapping box serta digitalisasi perizinan melalui Indonesia Batam Online Single Submission (I-Boss), menjadi bagian dari upaya tersebut.

Ia menyebut realisasi investasi Batam pada Semester I 2026 telah mencapai sekitar Rp35 triliun. Pada periode yang sama, pertumbuhan ekonomi Batam disebut mencapai 7,25 persen.

“Ajang BIA 2026 ini diharapkan mampu menyebarkan semangat Need for Achievement (n-Ach) atau motivasi berprestasi ke seluruh jajaran ASN Pemko Batam. Dengan kerja cerdas dan kolaborasi bersama Forkopimda serta seluruh elemen masyarakat, Batam siap membawa inovasi daerah ini bersaing di tingkat nasional,” kata Amsakar.

Sementara itu, Kepala Brida Kota Batam, Efrius, melaporkan bahwa partisipasi peserta BIA 2026 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini tercatat 202 inovasi dari 180 pengusul, sedangkan pada 2025 terdapat 118 inovasi dari 78 pengusul.

“Rincian partisipan tahun ini terdiri atas 32 perangkat daerah, 22 UPTD, 24 SMP, 24 SD, dan enam kelurahan, yang terbagi dalam 106 inovasi berbasis digital serta 96 inovasi nondigital. Seluruh karya inovasi ini juga akan dibukukan dalam Buku Kumpulan Inovasi Jilid 2,” jelas Efrius.

Penguatan budaya inovasi juga tercermin dalam keikutsertaan Kota Batam pada Innovative Government Award (IGA) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri. Jumlah inovasi yang didaftarkan Batam meningkat menjadi 154 inovasi dari 41 inovasi pada tahun sebelumnya.

Penilaian BIA 2026 melibatkan dewan juri independen dari unsur akademisi dan instansi. Mereka terdiri atas Ira Warnaini dari Bapperida Provinsi Kepulauan Riau, Sri Langgeng Ratnasari dari Universitas Riau Kepulauan, Hertianti dari Universitas Ibnu Sina, Bambang Satriawan dari Universitas Batam, Andi Triwinarko dari Politeknik Negeri Batam, serta Happy Hepri Ariyanto dari Universitas Internasional Batam.

BIA 2026 terdiri dari tujuh kategori, berikut adalah pemenangnya. Kategori Inovasi Digital Terbaik: Juara 1 diraih Badan Pendapatan Daerah Kota Batam melalui inovasi eBPHTB 2.0: Pengelolaan BPHTB Terintegrasi untuk Peningkatan Layanan Pajak; Juara 2 UPT Puskesmas Sei Lekop melalui PANTURA SEHARI; Juara 3 UPT Puskesmas Tiban Baru melalui KONSER DIVA; dan Juara Harapan 1 UPT Puskesmas Baloi Permai melalui Bunda SMART Baper.

Kategori Inovasi Non-Digital Terbaik: Juara 1 diraih SMP Negeri 12 Batam melalui inovasi PREMIS (Program Tahfidz Berprestasi dengan Moderasi di Sekolah Negeri); Juara 2 UPT Puskesmas Sei Lekop melalui KUFAS TUNTAS; Juara 3 SMP Negeri 3 Batam melalui AKSARA (Aktivitas Kreasi Sains Asyik Ramah Anak); dan Juara Harapan 1 Badan Pendapatan Daerah Kota Batam melalui SI BIJAK GO!.

Kategori OPD Terinovatif: Juara 1 diraih Badan Pendapatan Daerah Kota Batam, Juara 2 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Batam, Juara 3 Kecamatan Nongsa, dan Juara Harapan 1 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Batam.

Kategori UPT Terinovatif: Juara 1 diraih UPT Puskesmas Lubuk Baja, Juara 2 UPT Puskesmas Sekupang, Juara 3 UPT Puskesmas Tiban Baru, dan Juara Harapan 1 UPT Puskesmas Sei Lekop.

Kategori Kelurahan Terinovatif: Juara 1 diraih Kelurahan Kampung Pelita, Juara 2 Kelurahan Rempang Cate, Juara 3 Kelurahan Baloi Permai, dan Juara Harapan 1 Kelurahan Sungai Panas.

Kategori SMP Terinovatif: Juara 1 diraih SMP Negeri 29 Batam, Juara 2 SMP Negeri 20 Batam, Juara 3 SMP Negeri 12 Batam, dan Juara Harapan 1 SMP Negeri 3 Batam.

Kategori SD dan TK Terinovatif: Juara 1 diraih SD Negeri 006 Batu Aji, Juara 2 SD Negeri 009 Sungai Beduk, Juara 3 SD Negeri 005 Nongsa, dan Juara Harapan 1 SD Negeri 012 Sekupang.

Pada kesempatan yang sama, Pemko Batam meluncurkan Batam Policy Lab. Inovasi tata kelola nonstruktural yang diprakarsai Brida Kota Batam tersebut menjadi wadah perumusan kebijakan berbasis riset dan data terpadu.

Puncak BIA 2026 ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan dan dana pembinaan kepada para pemenang. Masing-masing kategori memperoleh dana pembinaan sebesar Rp10 juta untuk juara I, Rp8 juta untuk juara II, Rp6 juta untuk juara III, dan Rp4 juta untuk juara harapan I. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

Gambar Gravatar
Wafaul adalah penulis yang fokus pada isu nasional, kebijakan publik, dan perkembangan daerah di Indonesia. Ia aktif menyajikan informasi terkini dengan pendekatan faktual, ringkas, dan mudah dipahami oleh pembaca.