Indonesia menambah satu emas lagi di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya setelah pasangan ganda putra bulu tangkis Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menaklukkan wakil China, Liang Wei Keng/Wang Chang, pada final yang digelar Selasa, 29 September 2026, di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang. Kemenangan ini datang lewat duel tiga gim selama 62 menit dan sekaligus membuat kontingen Merah Putih mengoleksi tiga emas sejauh ini.
Leo/Daniel, yang datang ke laga puncak dengan status unggulan nonfavorit karena berada di peringkat ke-43 dunia, tampil berani menghadapi pasangan China yang menempati posisi ketiga dunia. Setelah kalah tipis 19-21 pada gim pertama, mereka bangkit dan merebut dua gim berikutnya dengan skor 21-13 dan 21-18. Hasil itu memastikan medali emas untuk Indonesia dari sektor ganda putra.
Selain menambah pundi-pundi medali, hasil final ini juga memperbaiki catatan pertemuan Leo/Daniel dengan Liang/Wang. Dari lima duel yang sudah mereka jalani, pasangan Indonesia kini mengantongi dua kemenangan. Bagi Leo dan Daniel, emas di Aichi-Nagoya menjadi salah satu capaian terbesar mereka di ajang multievent Asia tersebut.
Tambahan emas dari bulu tangkis ini melengkapi keberhasilan Indonesia yang sebelumnya sudah lebih dulu meraih emas dari beregu putra. Dengan begitu, cabang bulu tangkis menyumbang dua emas untuk Indonesia pada Asian Games 2026. Di final perorangan hari yang sama, Indonesia juga membawa pulang perunggu lewat sektor ganda campuran melalui Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.
Amri/Nita sebenarnya datang dengan modal besar setelah membuat kejutan di semifinal dengan menyingkirkan pasangan nomor satu dunia asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping. Namun, langkah mereka di partai final dihentikan Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin. Mereka kalah dua gim langsung 19-21, 8-21, sehingga harus puas dengan medali perunggu.
Dalam pembaruan klasemen medali per Selasa pukul 16.30 WIB, Indonesia tercatat mengoleksi total 30 medali, terdiri atas 3 emas, 7 perak, dan 20 perunggu. Satu emas lainnya dipersembahkan lifter Rahmat Erwin Abdullah dari nomor 75 kilogram putra. Dengan raihan itu, Indonesia sementara berada di peringkat ke-15, tepat di bawah Taiwan yang juga sama-sama mengumpulkan tiga emas.
Puncak klasemen masih dikuasai China dengan 245 medali, terdiri atas 139 emas, 59 perak, dan 47 perunggu. Jepang membuntuti di posisi kedua dengan 43 emas, 70 perak, dan 64 perunggu. Di kawasan Asia Tenggara, Thailand masih menjadi yang paling produktif dengan 11 emas, sedangkan Malaysia menempati urutan berikutnya dengan 6 emas, atau dua kali lipat dari capaian Indonesia saat ini.
Sumber: www.bolasport.com




