Elkan Baggott kembali menonjol sebagai benteng utama Timnas Indonesia pada FIFA ASEAN Cup 2026. Saat menghadapi Malaysia pada 28 September 2026, bek tengah itu tampil sebagai penahan terakhir ketika Indonesia harus bertahan dengan 10 pemain. Performa tersebut menandai kebangkitan Baggott setelah sempat absen panjang dari skuad Garuda selama dua tahun.
Baggott bukan nama baru di tim nasional. Pemain tinggi 196 cm yang berasal dari akademi Ipswich Town itu menjalani debut bersama Indonesia pada 2021 saat usianya baru 19 tahun. Hingga Piala Asia 2023, ia sudah mengumpulkan 23 caps dan sempat dipandang sebagai salah satu andalan di lini belakang. Namun, setelah turnamen itu, namanya perlahan hilang dari daftar panggilan timnas.
Absennya Baggott berawal dari penolakan Ipswich Town untuk melepasnya ke ajang play-off Olimpiade 2024 pada Mei tahun tersebut. Karena tidak ikut agenda di Prancis itu, ia tidak lagi masuk rencana pelatih Shin Tae-yong sampai masa tugas sang pelatih berakhir. Situasi itu berlanjut ketika Patrick Kluivert menangani tim sepanjang 2025, karena bek bertahan tersebut belum juga mendapat kesempatan kembali.
Pintu comeback akhirnya terbuka pada era John Herdman. Sosok yang juga pernah melalui jalur sepak bola Inggris itu memanggil kembali Baggott ke skuad Indonesia. Sejak itu, pemain yang kini membela Millwall tersebut menambah enam penampilan dan total caps-nya menjadi 29 laga. Kesempatan bermain reguler di kasta kedua Liga Inggris ikut membantu dirinya tampil lebih percaya diri dan lebih matang dalam duel satu lawan satu.
Pengaruh Baggott paling terasa saat Indonesia kehilangan kapten Jay Idzes karena cedera di turnamen ini. Di bawah komando Herdman, ia ditempatkan sebagai bek tengah paling dalam, dengan Kevin Diks dan Justin Hubner berada di sisinya. Formasi itu membuat Baggott menjadi titik utama untuk meredam tekanan lawan, terutama saat Malaysia terus berusaha mencari celah di area penalti Indonesia.
Dalam laga tersebut, ia memenangi banyak duel melawan Bergson da Silva dan Fergus Tierney. Bahkan, ia hampir mencetak gol dari situasi sepak pojok ketika sundulannya pada penghujung babak pertama menghantam tiang gawang. Kiper Maarten Paes menilai kontribusi Baggott sangat besar, bahkan menyebut sang bek melakukan delapan blok dan lima sapuan. “Saya melihat Elkan mungkin memblok delapan bola dan melakukan lima sapuan,” kata Paes usai pertandingan. Ia menambahkan bahwa perayaan tim setelah laga menunjukkan kuatnya rasa kebersamaan di ruang ganti.
Indonesia masih menyisakan laga melawan Bangladesh yang secara teori bisa lebih ringan. Meski begitu, jika skuad Garuda berhasil melaju ke final atau harus menjalani play-off perebutan tempat ketiga, barisan belakang akan kembali menghadapi ujian berat. Dalam situasi itu, peran Baggott tampaknya tetap menjadi salah satu kunci utama.
Sumber: www.bolasport.com




