Pengamat politik Arifki Chaniago menilai keputusan Joko Widodo resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tidak bisa dilepaskan dari kepentingan politik keluarga besarnya. Menurut Direktur Eksekutif Aljabar Strategic itu, kehadiran Jokowi di partai berlambang mawar tersebut dapat memperkuat posisi putra bungsunya, Kaesang Pangarep, sekaligus menambah bekal politik bagi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjelang Pilpres 2029. Jokowi sendiri telah menyatakan diri menjadi kader PSI saat menghadiri kegiatan partai di Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (26/9/2026), dan menyebut telah memiliki kartu anggota sejak 14 Oktober 2025.
Arifki melihat langkah itu sebagai cara untuk membantu Kaesang yang kini memimpin PSI agar ritme organisasi dan strategi politik partai tetap terjaga. Menurutnya, keterlibatan Jokowi memberi bobot tambahan bagi PSI karena partai itu dipimpin langsung oleh anaknya. Di sisi lain, ia menilai dukungan politik dari PSI juga penting untuk Gibran, terutama bila kelak menghadapi kontestasi pemilihan presiden pada 2029. Dengan memiliki kendaraan politik sendiri, kata Arifki, keluarga Jokowi akan punya ruang tawar yang lebih kuat dibanding harus bergantung pada partai lain.
Dalam program Tribunnews On Focus yang dipandu Agung Tri Laksono dari Studio Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (28/9/2026), Arifki mengatakan bahwa dukungan partai akan sangat menentukan bagi masa depan politik Gibran. Ia menyebut PSI dapat menjadi semacam penyangga politik bagi keluarga Jokowi, terutama jika partai itu berhasil menembus parlemen. Menurut dia, situasi tersebut akan memberi kepastian dukungan yang selama ini tidak selalu dimiliki saat harus bergantung pada partai-partai politik lain.
Arifki juga menekankan bahwa kepentingan Jokowi bukan hanya soal posisi Kaesang sebagai ketua umum, melainkan juga soal daya tawar keluarga itu dalam percaturan politik nasional. Jika PSI lolos parlemen, lanjutnya, keluarga Jokowi akan memiliki modal untuk bernegosiasi dengan kekuatan politik lain. Ia menilai kondisi tersebut membuat Jokowi berkepentingan besar agar PSI bisa memperkuat basis dan meraih kursi di parlemen.
Sementara itu, Jokowi pada Minggu (27/9/2026) kembali hadir dalam agenda PSI, kali ini di Rapat Koordinasi Daerah PSI DPD Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Di hadapan kader, ia menjawab pertanyaan mengenai alasan baru memperlihatkan KTA PSI ke publik. Jokowi menegaskan bahwa waktu pengumuman itu dipilih karena dianggap tepat secara politik dan berkaitan dengan momentum pertemuan dirinya bersama kader PSI di Bandung dan Bekasi. Ia juga sempat berseloroh kepada kader yang tak setuju dengan keanggotaannya di PSI, bahkan menawarkan hadiah sepeda bagi yang berani maju menyatakan penolakan.
Dari kubu PSI, Sekretaris Dewan Pembina Grace Natalie memberi sinyal bahwa Jokowi berpeluang mendapat posisi di struktur partai, meski belum menyebut jabatan yang pasti. Ia menegaskan bahwa yang sudah diumumkan saat ini baru status Jokowi sebagai anggota PSI dengan KTA yang dimilikinya sejak 14 Oktober 2025. Grace juga menyebut Jokowi selama ini ikut mendorong penguatan organisasi partai hingga tingkat desa dan memaknai penampilan KTA itu sebagai tanda bahwa mantan presiden tersebut siap bergerak bersama PSI. Menurut dia, pesan Jokowi ditujukan ke internal partai agar kader lebih serius membangun struktur, dan ke eksternal sebagai sinyal kesiapannya berjuang bersama PSI di tengah dinamika ambang batas parlemen.
Jokowi sebelumnya memang beberapa kali terlihat dalam agenda konsolidasi PSI di berbagai daerah. Kehadirannya kini mempertegas kedekatan politik dengan partai yang dipimpin anak bungsunya, sekaligus memunculkan pembacaan baru tentang arah pengaruh keluarga Jokowi dalam peta politik menuju 2029.
Sumber: www.tribunnews.com




