JAKARTA — Di saat harga saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) tertekan lebih dari 63% sepanjang 2026, salah satu pengendalinya justru kembali menambah kepemilikan. Tunggal Jaya Investama melaporkan pembelian saham IMPC kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam periode 24-28 September 2026, dengan total akumulasi 11.894.600 saham. Seluruh transaksi itu dilakukan untuk tujuan investasi.
Pembelian dilakukan bertahap dalam tiga hari perdagangan. Pada 24 September 2026, Tunggal Jaya Investama membeli 4,6 juta saham di harga Rp1.506 per saham. Sehari kemudian, perusahaan kembali masuk sebanyak 2 juta saham pada harga Rp1.431 per saham. Aksi berikutnya berlangsung pada 28 September 2026, saat 5.294.600 saham diborong di level Rp1.445 per saham.
Setelah transaksi tersebut, jumlah saham yang digenggam Tunggal Jaya Investama di IMPC naik dari 21.115.805.494 saham menjadi 21.127.700.094 saham. Porsi hak suara yang dimiliki juga bertambah tipis, dari 38,46% menjadi 38,48%. Dengan komposisi itu, Tunggal Jaya Investama tetap menjadi salah satu pemegang saham mayoritas perusahaan produsen bahan bangunan tersebut.
Jika dihitung berdasarkan harga penutupan IMPC pada Selasa, 29 September 2026, yakni Rp1.420 per saham, nilai pasar atas 11.894.600 saham yang baru dibeli berada di kisaran Rp16,89 miliar. Adapun total dana yang dikeluarkan berdasarkan harga transaksi masing-masing tercatat sekitar Rp17,36 miliar, belum termasuk biaya transaksi dan pajak.
Pergerakan harga saham IMPC memang masih berada dalam tekanan. Pada penutupan perdagangan 29 September 2026, saham emiten ini turun Rp35 atau 2,41% dibandingkan sehari sebelumnya. Sejak awal tahun, nilainya telah merosot Rp2.510 per saham atau 63,87% secara year to date.
Langkah pembelian saham oleh pengendali bukan yang pertama terjadi tahun ini. Pada 4-7 September 2026, Tunggal Jaya Investama juga menambah 6,6 juta saham IMPC dengan harga rata-rata Rp1.465 per saham, senilai Rp9,6 miliar. Sebelumnya lagi, Direktur IMPC Haryanto Tjiptodihardjo membeli 2.500.000 saham pada 26 Januari 2026 di harga pelaksanaan Rp3.500 per saham, dengan nilai transaksi Rp8,75 miliar.
Sumber: investasi.kontan.co.id




