Ustaz Maulana kembali mengenang almarhumah istrinya, Nuraliyah Ibnu Hajar, yang wafat pada 20 Januari 2019 setelah menjalani perjuangan melawan kanker usus. Dalam cerita yang ia sampaikan, momen paling berat datang saat ia membuka koper umrah milik sang istri. Di dalamnya, tersimpan harapan terakhir Nuraliyah untuk berangkat ibadah bersama, namun rencana itu tak pernah terlaksana. Kenangan tersebut masih membekas kuat, terlebih setelah beredar kabar yang menyebut dirinya menikah dengan Umi Pipik.
Nuraliyah bukan hanya dikenang sebagai pasangan hidup, tetapi juga sebagai ibu dari empat anak mereka. Bagi Ustaz Maulana, sosok ini meninggalkan jejak yang sangat dalam dalam keluarga kecil mereka. Ia menyebut almarhumah sebagai perempuan yang sederhana, tidak berlebihan dalam memandang hidup, dan lebih memilih mengutamakan kebutuhan anak-anak daripada keinginan pribadi. Sikap itu, menurutnya, membuat sang istri berbeda dari kebanyakan orang.
Dalam penuturannya, Ustaz Maulana menyoroti kebiasaan Nuraliyah yang gemar berbagi. Ia mengatakan setiap pendapatan yang dikirim kepadanya justru disedekahkan kembali oleh sang istri. Bahkan, perhiasan emas pun tidak disimpan untuk diri sendiri. Nuraliyah disebut lebih tenang jika kebutuhan rumah tangga terpenuhi dan sisanya diberikan kepada orang lain yang membutuhkan. Dari situ, Ustaz Maulana melihat istrinya sebagai pribadi yang tidak mengejar kemewahan dan selalu merasa cukup.
Kenangan paling mengharukan datang saat Nuraliyah sempat mengajaknya umrah pada November, bersama beberapa orang lain. Koper yang sudah dipersiapkan ternyata belum sempat dibuka ketika Nuraliyah meninggal dunia. Ustaz Maulana mengaku tak kuasa menahan air mata saat membuka koper tersebut karena menyadari bahwa keinginan terakhir istrinya adalah berangkat umrah bersama dirinya. Namun, ia kala itu memilih tidak ikut karena merasa dirinya justru bisa merepotkan sang istri yang saat itu sudah menggunakan kursi roda.
Ia menjelaskan, alasan itu muncul karena dirinya merasa lebih banyak bergerak dan sulit diam. Dalam ceritanya, ia menilai justru dirinya yang akan menyusahkan perjalanan, bukan almarhumah. Pengakuan itu memperlihatkan bagaimana keputusan yang diambil saat itu didasari pertimbangan praktis, meski pada akhirnya menyisakan penyesalan yang mendalam karena kesempatan itu tak datang dua kali.
Setelah Nuraliyah wafat, Ustaz Maulana memilih tidak menikah lagi hingga kini. Ia mengatakan sudah merasa cukup dengan keadaan yang dijalani saat ini dan terus menjaga rutinitas puasa yang ia lakukan hampir delapan tahun. Bagi dirinya, kepergian Nuraliyah bukan hanya meninggalkan duka, tetapi juga teladan tentang kesabaran, kesederhanaan, dan kepedulian kepada sesama yang tetap hidup dalam ingatannya.
Sumber: palembang.tribunnews.com




