PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk merombak struktur kepemimpinannya melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu, 30 September 2026. Dalam keputusan itu, Dian Siswarini tidak lagi menjabat sebagai Direktur Utama dan kursi pucuk pimpinan perusahaan dialihkan kepada Nanang Hendarno.
Perubahan ini menandai berakhirnya masa jabatan Dian di Telkom yang berlangsung sekitar 1 tahun 4 bulan sejak ia mulai memimpin pada 27 Mei 2025. Sebelum masuk ke Telkom, Dian sudah lama dikenal di industri telekomunikasi nasional karena pernah memimpin PT XL Axiata sebagai Presiden Direktur dan CEO selama hampir satu dekade.
Nama Dian selama ini kerap dikaitkan dengan kepemimpinan perempuan di sektor telekomunikasi. Saat ditunjuk menjadi dirut Telkom pada Mei 2025, langkah tersebut sempat mendapat perhatian karena terjadi di tengah persaingan bisnis yang makin ketat dan tuntutan transformasi digital yang terus berkembang. Di XL Axiata, ia juga terlibat dalam berbagai upaya pembaruan layanan dan transformasi digital perusahaan.
Pengganti Dian, Nanang Hendarno, sebelumnya memegang jabatan Direktur Network Telkom. Rekam jejaknya di lingkungan grup Telkom cukup panjang. Berdasarkan profil resmi perusahaan, Nanang pernah menjadi CEO PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia pada periode 2022-2025, serta menjabat Chief of Technology PT Telekomunikasi Indonesia International pada 2016-2022.
Selain pergantian direktur utama, RUPSLB juga mengubah sejumlah posisi lain di jajaran direksi. Susunan terbaru Telkom menempatkan Veranita Yosephine sebagai Direktur Enterprise & Business Service, Willy Saelan sebagai Direktur Human Capital Management, Kharim I. G. Siregar sebagai Direktur IT Digital, Arthur Angelo Syailendra sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Budi Satria Dharma Purba sebagai Direktur Network, Seno Soemadji sebagai Direktur Strategic Business Development & Portfolio, Radita Ali Putra sebagai Direktur Wholesale & International Service, dan Andy Kelana sebagai Direktur Legal & Compliance.
Perubahan juga terjadi di Dewan Komisaris. Angga Raka Prabowo tetap menjabat sebagai Komisaris Utama, sementara susunan terbaru tidak lagi mencantumkan dua nama sebelumnya, yakni Rionald Silaban dan Silmy Karim. Adapun jajaran komisaris saat ini terdiri dari Edwin Hidayat Abdullah sebagai Komisaris, serta Rofikoh Rokhim, Anthony Leong, Deswandhy Agusman, dan Ira Noviarti sebagai Komisaris Independen.
Rombakan ini memperlihatkan penataan ulang di level pucuk pimpinan Telkom di tengah kebutuhan perusahaan untuk menjaga kinerja dan menyesuaikan strategi bisnis di sektor telekomunikasi yang terus berubah.
Sumber: kumparan.com




