China Alami Hasil Terburuk di Tunggal Putra Asian Games 2026 Setelah Dua Jagoannya Tersingkir

Diposting pada

China mencatat hasil paling buruk dalam sejarah keikutsertaannya di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya pada sektor tunggal putra. Untuk kali pertama dalam 52 tahun, tidak ada satu pun wakil mereka yang pulang dengan medali setelah dua pemain andalan, Shi Yu Qi dan Li Shi Feng, sama-sama tumbang sebelum semifinal.

Kedua kekalahan itu juga datang secara mengejutkan karena lawan yang menyingkirkan mereka bukan nama-nama favorit utama. Shi Yu Qi kalah dari Yoo Tae-bin dengan skor 17-21, 23-25, sedangkan Li Shi Feng takluk dari Choi Ji-hoon lewat laga tiga gim, 21-18, 19-21, 18-21. Keduanya berasal dari Korea Selatan, negara yang belakangan jarang disebut memiliki kekuatan besar di sektor tunggal putra.

Akibat hasil tersebut, China untuk pertama kalinya sejak Asian Games 1974 tidak memiliki pemain tunggal putra yang meraih medali. Situasi ini menandai penurunan tajam bagi sektor yang selama ini kerap menjadi salah satu andalan mereka di ajang multievent terbesar Asia.

Li Shi Feng mengakui bahwa kegagalannya tidak bisa dilepaskan dari kekalahan yang lebih dulu ia alami saat menghadapi Indonesia di nomor beregu putra. Dalam final beregu yang berlangsung Kamis pekan lalu, Li tampil pada partai ketiga yang krusial dan berujung pada kekalahan China dari Indonesia. Ia menilai duel itu menguras tenaga sekaligus mentalnya.

“Semangat saya sedang rendah,” kata Li Shi Feng, dikutip Bolasport dari Channel News Asia. Ia menambahkan bahwa setelah mendapat waktu istirahat sehari usai final beregu, dirinya sebenarnya ingin tampil lebih baik pada laga pertama tunggal putra, tetapi performanya belum kembali seperti yang diharapkan.

Li juga mengakui tekanan besar yang ia rasakan ketika turun di final beregu. Saat itu, China sudah unggul 2-0 dan ia hanya perlu menuntaskan pertandingan untuk memastikan gelar. Namun kegagalannya memberi celah bagi Indonesia untuk bangkit dan merebut tiga partai berikutnya. “Saya tahu saya seharusnya tidak menyerah, tapi pada akhirnya saya memang tidak berhasil,” ujarnya.

Sementara itu, Shi Yu Qi menyebut kondisi fisiknya belum berada pada level ideal. Ia mengaku tidak terlalu percaya diri saat tampil di Asian Games kali ini karena sebelumnya sempat dibayangi rangkaian cedera. Hasil di Aichi-Nagoya pun menambah daftar catatan kurang baik China di turnamen besar. Pada Kejuaraan Dunia 2026 yang digelar Agustus lalu, mereka juga gagal membawa pulang medali tunggal putra setelah Li, Shi, dan satu wakil lain, Weng Hong Yang, tersingkir lebih awal.

Sumber: www.bolasport.com

Tinggalkan Balasan