Memasuki 1 Oktober 2026, harga bensin dan solar di SPBU Pertamina belum mengalami penyesuaian. Artinya, Pertalite, Pertamax, Dexlite, hingga sejumlah produk lain masih dijual dengan tarif yang sama seperti pada September 2026, meski pasar minyak global sedang bergerak naik dan rupiah melemah mendekati Rp 18.000 pada akhir bulan lalu.
Di pasar internasional, tekanan harga energi memang sedang menguat. Pada perdagangan Rabu, 30 September 2026, harga minyak mentah kembali naik sekitar US$1 per barel. Reuters melaporkan, kontrak Brent untuk pengiriman November bertambah 91 sen atau 0,9 persen menjadi US$103,50 per barel, sedangkan kontrak Brent Desember yang lebih aktif diperdagangkan naik US$1,87 atau 1,9 persen ke US$98,03 per barel. Untuk jenis West Texas Intermediate (WTI), harganya juga menguat US$1,04 atau 1,2 persen menjadi US$90,42 per barel.
Sepanjang September 2026, Brent tercatat naik sekitar 14 persen, yang menjadi lonjakan bulanan terbesar sejak Juli. WTI pun membukukan kenaikan sekitar 5 persen selama periode yang sama. Kenaikan itu dipicu antara lain oleh mandeknya pembicaraan damai Amerika Serikat dan Iran serta kondisi pasokan BBM di AS yang makin ketat.
Meski begitu, laman resmi Mypertamina.id menunjukkan harga yang berlaku pada 1 Oktober 2026 masih mengikuti daftar sebelumnya. Di DKI Jakarta serta wilayah Jawa yang meliputi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Pertamax Rp15.950 per liter. Adapun Pertamax Turbo dipatok Rp19.600 per liter, Pertamax Green 95 Rp16.600 per liter, Pertamina Dex Rp25.200 per liter, dan Biosolar subsidi Rp6.800 per liter.
Jika melihat wilayah lain, tarif Pertamax dan varian lain memang tidak sama di seluruh Indonesia. Di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, serta sebagian wilayah Kalimantan dan Sulawesi, Pertamax tercatat Rp16.300 per liter dan Pertamax Turbo Rp20.000 per liter. Sementara itu, di Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Utara, Pertamax berada di Rp16.650 per liter dengan Pertamax Turbo Rp20.450 per liter.
Kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam mendapat harga berbeda lagi, yakni Pertamax Rp15.150 per liter dan Pertamax Turbo Rp18.550 per liter. Di sejumlah daerah lain, beberapa varian juga belum tersedia secara lengkap, termasuk Pertamax Green 95 yang belum tercantum di sebagian besar wilayah di luar Pulau Jawa. Perbedaan harga ini dipengaruhi oleh wilayah pemasaran, komponen pajak daerah, PBBKB, serta biaya distribusi.
Secara umum, penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan harga minyak dunia, kurs rupiah, kebijakan fiskal, pajak, kondisi ekonomi, dan daya beli masyarakat. Untuk konsumen, daftar harga antarwilayah penting diperhatikan agar biaya operasional kendaraan lebih terukur dan pilihan bahan bakar tetap sesuai dengan spesifikasi mesin.
Sumber: nasional.kontan.co.id




