JAKARTA — Di tengah penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu, 30 September 2026, investor asing justru tercatat masuk ke sejumlah saham pilihan. Meski pasar berakhir di zona merah dan asing membukukan jual bersih Rp 1,61 triliun di seluruh pasar, ada beberapa emiten yang tetap diborong pada penutupan bulan.
Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Business, IHSG turun 0,82% ke posisi 6.071,13. Sepanjang sesi perdagangan, indeks sempat bergerak naik-turun dari wilayah positif ke negatif, bahkan menyentuh level 6.187 sebelum akhirnya ditutup di titik terendah harian. Kondisi ini menandakan tekanan jual masih kuat menjelang akhir September 2026.
Tekanan tersebut juga terlihat dari komposisi pergerakan saham. Sebanyak 360 saham melemah, sementara 308 saham menguat dan 125 saham tidak berubah. Aktivitas transaksi tetap ramai dengan volume mencapai 30,12 miliar saham dan nilai perdagangan Rp 14,03 triliun.
Di tengah koreksi indeks, aliran dana asing tidak sepenuhnya keluar dari pasar. Pada hari yang sama, sejumlah saham justru mencatat net buy terbesar dari investor asing. PT United Tractors Tbk (UNTR) menjadi yang paling banyak dikoleksi dengan nilai Rp 81,99 miliar, disusul PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp 66,24 miliar.
Setelah dua nama tersebut, minat beli asing juga mengalir ke PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) senilai Rp 17,28 miliar. Berikutnya ada PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dengan net buy Rp 16,26 miliar dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sebesar Rp 13,91 miliar. Pola ini menunjukkan investor asing masih menempatkan dana pada saham-saham tertentu meski sentimen pasar secara umum sedang tertekan.
Deretan saham yang diborong asing juga mencakup PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) senilai Rp 11,64 miliar, PT Indo Acidatama Tbk (SRSN) sebesar Rp 8,55 miliar, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) Rp 5,67 miliar, serta PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 981 juta. Pergerakan ini menarik dicermati karena terjadi pada saat IHSG justru mengakhiri perdagangan terakhir September di level rendah.
Adapun data tersebut memberi gambaran bahwa di tengah aksi jual bersih asing secara keseluruhan, masih ada seleksi pembelian pada saham-saham dengan karakter berbeda, mulai dari tambang, konsumer, hingga energi dan teknologi. Bagi pelaku pasar, daftar net buy ini kerap menjadi salah satu acuan untuk membaca minat investor asing pada akhir bulan perdagangan.
Sumber: investasi.kontan.co.id




