Wakil Menteri Keuangan Luky Alfirman langsung mendatangi kantor Kementerian Keuangan setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Kamis (1/10). Dalam kunjungan perdananya usai pelantikan, Luky menyapa jajaran pegawai Kemenkeu dan menjelaskan bahwa ia belum menerima penugasan khusus, sehingga arah kerja berikutnya masih menunggu arahan Menteri Keuangan.
Di hadapan pegawai, Luky menegaskan bahwa jabatan wakil menteri pada dasarnya berfungsi membantu Presiden serta Menteri Keuangan dalam menjalankan urusan kementerian. Karena itu, ia menempatkan diri sebagai pembantu yang siap mengikuti pembagian tugas dari pimpinan kementerian. “Tugas khusus atau program khusus, enggak ada. Kita tunggu penugasan dari Pak Menteri nanti,” ujarnya di kantor Kementerian Keuangan.
Meski belum memegang mandat spesifik, Luky mengaku sudah berdiskusi dengan Menteri Keuangan mengenai beberapa agenda yang harus segera dikejar. Ia menyebut ada tiga prioritas utama yang akan menjadi perhatian awal, mulai dari penyelesaian APBN 2026, persiapan pelaksanaan APBN 2027, hingga penguatan konsolidasi internal di tubuh Kemenkeu.
Soal APBN 2026, Luky menyoroti bahwa tahun anggaran itu kini sudah berada di kuartal terakhir. Menurut dia, sisa waktu yang tinggal tiga bulan harus dimanfaatkan untuk memastikan pelaksanaannya tetap berjalan sesuai rencana. Ia juga mengingatkan bahwa periode akhir tahun biasanya memuat tantangan tersendiri dalam pengelolaan anggaran. “Bagaimana kita menjalani, menyelesaikan APBN 2026. Nggak kerasa sudah tanggal 1 Oktober, tinggal tiga bulan lagi. Ini tahap terakhir di Q4. Kita tahu ini banyak sekali tantangannya,” kata Luky.
Prioritas berikutnya adalah menyiapkan APBN 2027. Walaupun rancangan anggaran itu telah disahkan DPR, Luky menilai masih ada pekerjaan administrasi dan teknis yang perlu diselesaikan sebelum bisa dijalankan. Dengan begitu, transisi dari satu tahun anggaran ke tahun berikutnya dapat berlangsung tanpa hambatan berarti.
Selain urusan fiskal, Luky juga menempatkan pembenahan internal sebagai agenda penting. Ia menilai Kemenkeu perlu terus melakukan konsolidasi agar reformasi dan transformasi yang sudah berjalan tidak berhenti di tengah jalan. Dalam pertemuan itu, Luky mengaku senang sekaligus terkejut bisa kembali masuk ke lingkungan Kemenkeu. Ia menyebut perasaannya campur aduk: antusias menyambut tugas baru, tetapi juga sadar tanggung jawab yang menanti tidak ringan. Luky bahkan menyebut dirinya sempat berada dalam masa “hibernasi” sebelum kembali bertugas. Sebelumnya, pada 24 April 2026, mantan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memberhentikan Luky dari jabatan Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu.
Untuk mengejar berbagai perkembangan terbaru, Luky meminta dukungan dari seluruh pegawai. Ia menilai dirinya perlu waktu untuk menyesuaikan diri kembali dengan ritme kerja di kementerian. “Saya butuh waktu, saya butuh support, dukungan, bantuan dari Bapak Ibu sekalian. Untuk bisa catch up, untuk bisa update, untuk bisa kita mengejar apa perkembangan yang terkini,” ujarnya.
Sumber: kumparan.com




