Dradjad Hari Wibowo Masuk Kabinet Ekonomi, Rekam Jejak dan Asetnya Tercatat Rp50,9 Miliar

Diposting pada

Presiden Prabowo Subianto melantik ekonom senior Dradjad Hari Wibowo sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada Kamis, 1 Oktober 2026, di Istana Kepresidenan. Dalam posisi baru ini, Dradjad akan mendampingi Airlangga Hartarto untuk membantu pengawasan dan koordinasi kebijakan ekonomi pemerintah, terutama agar pelaksanaan program di sektor tersebut berjalan lebih cepat dan efektif.

Nama Dradjad bukan sosok baru di lingkar kebijakan nasional. Ia dikenal sebagai ekonom sekaligus politisi Partai Amanat Nasional (PAN) dengan pengalaman panjang di parlemen dan berbagai lembaga strategis. Pada Pemilu 2024, ia juga masuk jajaran Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, memperkuat kedekatannya dengan pemerintahan yang kini ia bantu di kabinet.

Pria bernama lengkap Dr. Ir. Dradjad Hari Wibowo, M.Ec itu lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 20 Mei 1964. Ia menempuh pendidikan sarjana di Institut Pertanian Bogor dan kemudian melanjutkan studi magister serta doktoral di University of Queensland, Australia. Di dunia akademik dan kebijakan, Dradjad juga dikenal sebagai pengajar keuangan internasional dan perbankan.

Karier publiknya mencakup sejumlah jabatan penting. Ia pernah menjadi anggota DPR RI periode 2004–2009, duduk di Komisi XI, serta menjabat wakil ketua fraksi PAN pada periode yang sama. Selain itu, Dradjad pernah memimpin Direktur INDEF, menjadi wakil ketua Fraksi PAN, dan mengemban tugas sebagai Ketua Dewan Informasi Strategis dan Kebijakan Badan Intelijen Negara. Di luar itu, ia juga berperan dalam organisasi kehutanan dan ekonomi berkelanjutan, termasuk sebagai ketua dan pendiri IFCC, pendiri sekaligus Kepala Ekonom Pembangunan Berkelanjutan Indonesia, serta Associate Professor di Perbanas Institute.

Jejak profesionalnya juga tersebar di lembaga riset dan forum internasional. Pada 2000–2004, ia menjabat Direktur Eksekutif Indonesian Eco-labeling Institute (LEI). Ia juga pernah menjadi anggota atau juru bicara delegasi Indonesia di sejumlah organisasi internasional seperti ITTO, FAO, dan Asian Forestry Partnership. Pada Juli 2026, Dradjad diumumkan sebagai Komisaris Utama PT Permodalan Madani Nasional (PMN), sebelum akhirnya dilantik menjadi Wamenko Perekonomian tiga bulan kemudian.

Dari sisi kekayaan, Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2025 mencatat total harta Dradjad mencapai Rp50.915.381.509 tanpa utang. Porsi terbesar berasal dari aset tanah dan bangunan senilai Rp46.586.390.000, yang tersebar di Bogor, Gorontalo, dan Jakarta Utara. Selain itu, ia memiliki empat kendaraan dengan total nilai Rp1,33 miliar, kas dan setara kas hampir Rp998 juta, serta harta lain senilai Rp2,001 miliar.

Sumber: sumsel.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan