Pratikno memberi sinyal akan menerima tugas baru setelah Presiden Prabowo Subianto mencopotnya dari kursi menteri koordinator bidang pembangunan manusia dan kebudayaan (menko PMK). Pernyataan itu disampaikan Pratikno di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (1/10), usai menghadiri seremoni pelantikan pejabat kabinet. Ia belum menyebut jabatan yang akan diisi, tetapi mengaku masih menunggu informasi lanjutan dari pemerintah.
“Ya kan masih terus bekerja, kita tunggu lah sampai besok ya,” kata Pratikno saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai kelanjutan penugasannya. Ketika kembali didesak soal kemungkinan mendapat posisi baru, mantan menteri sekretaris negara itu hanya menegaskan bahwa prosesnya masih berjalan. “Ya ini kan masih menunggu,” ujarnya.
Nama Pratikno belakangan juga dikaitkan dengan kemungkinan masuk ke Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Namun, ia tidak memberikan jawaban tegas saat isu tersebut ditanyakan. Pratikno hanya melempar isyarat bahwa penjelasan resmi akan muncul kemudian. “Ya nanti kan ada berita berikutnya,” ucap mantan rektor Universitas Gadjah Mada itu.
Perubahan posisi ini menandai berakhirnya masa singkat Pratikno sebagai menko PMK di pemerintahan Prabowo. Ia baru menduduki jabatan tersebut sejak Oktober 2024, ketika susunan Kabinet Merah Putih diumumkan. Sebelum itu, Pratikno mengisi jabatan mensesneg selama satu dekade pada dua periode pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, yakni dari 2014 sampai 2024.
Sementara itu, kursi menko PMK kini dipegang Sugiono. Pergeseran ini menjadi bagian dari penataan ulang posisi di lingkungan kabinet yang diumumkan pada momentum pelantikan pejabat di Istana Merdeka. Meski belum ada keterangan rinci mengenai tugas baru Pratikno, pernyataannya menunjukkan bahwa ia masih berada dalam lingkaran kerja pemerintahan dan menunggu keputusan berikutnya.
Soal Wantimpres, lembaga itu memang tidak lagi ada dalam bentuk yang dikenal pada masa pemerintahan sebelumnya. Pada era Prabowo, fungsi pemberian nasihat dan pertimbangan kepada presiden dialihkan melalui para penasihat khusus presiden yang dilantik pada Oktober 2024. Saat ini ada sepuluh penasihat khusus presiden, termasuk Wiranto yang menangani bidang politik dan keamanan, serta Luhut Binsar Pandjaitan yang membidangi digitalisasi dan teknologi pemerintahan.
Sumber: katadata.co.id




