Jusuf Hamka Resmi Masuk Wantimpres, Ini Riwayat Pengusaha Jalan Tol dan Kiprah Sosialnya

Diposting pada

Jusuf Hamka resmi menjadi salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang dilantik di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Jumat (2/10/2026). Dalam formasi baru itu, Presiden Prabowo Subianto menetapkan Pratikno sebagai ketua Wantimpres. Saat tiba di Istana, Jusuf mengatakan dirinya baru menerima kabar penunjukan tersebut pada Jumat pagi dan menegaskan kesediaannya untuk mengabdi. Ia menyampaikan, “Kalau untuk Merah Putih kita harus terima, jadi tidak ada alasan (kenapa mau menjadi Wantimpres).”

Nama Jusuf Hamka sudah lama dikenal publik, terutama lewat kiprahnya di bisnis jalan tol. Pria kelahiran Jakarta, 5 Desember 1957, ini juga akrab disapa Babah Alun. Ia merupakan pengusaha muslim keturunan Tionghoa dan pernah aktif di Partai Golkar sebelum memutuskan mundur dari kepengurusan pada 2024. Di dunia usaha, Jusuf kini tercatat sebagai Dewan Penasihat PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), perusahaan yang bergerak dalam pengoperasian, pembangunan, dan investasi jalan tol.

Perusahaan yang dipimpinnya itu ikut terlibat dalam pembangunan Tol Cawang-Tanjung Priok. Di luar sektor infrastruktur, Jusuf juga pernah memegang sejumlah posisi di perusahaan lain, antara lain Komisaris Utama PT Mandara Permai, Komisaris Independen PT Indomobil Sukses, Komisaris PT Indosiar Visual Mandiri, Komisaris PT Citra Margatama Surabaya, dan Komisaris PT Mitra Kaltim Resources Indonesia. Jejak bisnisnya membuat namanya kerap disebut sebagai salah satu tokoh penting di industri jalan tol nasional.

Latar belakang hidup Jusuf tidak selalu berkecukupan. Ia tumbuh di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, dan sejak kecil sudah terbiasa membantu ekonomi keluarga dengan berjualan keliling sepulang sekolah. Barang yang dijualnya beragam, mulai dari es mambo hingga kacang-kacangan yang dibungkus plastik, termasuk di sekitar Masjid Istiqlal. Dalam catatan biografi yang dikutip dari Gramedia, pengalaman itu membentuk watak kerjanya yang keras sejak muda.

Di bidang pendidikan, Jusuf pernah menempuh studi di beberapa kampus, tetapi tidak semuanya diselesaikan. Ia sempat belajar di Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945, Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Columbia College di Kanada pada jurusan bisnis administrasi, serta Administrasi Negara Fisip Universitas Jayabaya. Ia pernah mengakui tidak menuntaskan kuliah karena tidak menyukai formalitas.

Selain dikenal sebagai pengusaha, Jusuf juga aktif dalam kegiatan sosial. Pada Februari 2018, ia menggagas Warung Nasi Kuning untuk kaum duafa dan fakir miskin. Lewat program itu, pengunjung cukup membayar Rp3.000 untuk satu paket nasi kuning lengkap dengan lauk, buah, dan air minum. Gerai pertamanya dibuka di halaman kantor CMNP di Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara, dan beroperasi pada jam makan siang di hari kerja. Ia juga mendirikan Masjid Babah Alun di bawah jalan tol Ir. Wiyoto-Wiyono, Tanjung Priok.

Di ranah politik, Jusuf pernah menjadi bendahara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Namun pada 12 Agustus 2024, ia menyerahkan surat pengunduran diri dari Partai Golkar dan menyatakan tidak ingin kembali ke politik praktis. Dengan masuknya Jusuf ke Wantimpres, perjalanan panjangnya kini berlanjut ke lingkaran penasihat presiden, setelah pengalaman panjang di bisnis, sosial, dan politik.

Sumber: www.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan