Uni Emirat Arab (UEA) resmi memimpin penyelidikan atas insiden di pesawat Flydubai rute Dubai-Tel Aviv yang nyaris berujung celaka setelah co-pilot diduga menyerang pilot di kokpit. Pemeriksaan yang dimulai pada Kamis itu tak hanya mencari tahu urutan kejadian, tetapi juga menelusuri apakah ada motif teror, unsur perencanaan, dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Kantor jaksa utama UEA menyebut tim penyidik sudah bekerja untuk merekonstruksi apa yang terjadi selama penerbangan. Badan berita pemerintah UEA, WAM, melaporkan fokus penyelidikan mencakup apakah aksi tersebut berkaitan dengan aktivitas atau niat teroris. Otoritas juga ingin memastikan apakah peristiwa itu dilakukan seorang diri atau merupakan bagian dari rencana yang lebih besar.
UEA mengambil alih kasus ini karena pesawat Flydubai terdaftar di negara tersebut dan beroperasi di bawah bendera UEA. Dalam keterangan otoritas kehakiman, hukum UEA berlaku untuk tindak pidana yang terjadi di dalam pesawat, termasuk saat insiden berlangsung di luar wilayah teritorial negara itu. Dasar yurisdiksi inilah yang membuat Abu Dhabi memegang kendali penyelidikan meski kejadian utama terjadi saat pesawat melintas di udara negara lain.
Perkembangan lain datang dari Arab Saudi, tempat pesawat sempat melakukan pendaratan darurat. Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengatakan kapten dan co-pilot telah meninggalkan negara itu menuju Abu Dhabi pada Kamis pagi setelah kondisi kesehatan keduanya membaik dan dinyatakan aman oleh tim medis. Keduanya diberangkatkan dengan pengawalan tim keamanan Emirat, sehingga pemeriksaan terhadap co-pilot kini berada di tangan otoritas UEA.
Insiden di udara itu sendiri berlangsung cepat dan membuat penumpang panik. Berdasarkan keterangan penumpang dan pejabat Israel, co-pilot diduga menyerang kapten sebelum pesawat menukik tajam. Dalam waktu kurang dari 30 detik, pesawat dilaporkan kehilangan hampir 14.000 kaki atau sekitar 4.300 meter. Sejumlah penumpang lalu berusaha masuk ke kokpit untuk membantu pilot dan menahan co-pilot.
Meski situasi sempat genting, sebagian besar penumpang dilaporkan selamat tanpa cedera. Hanya beberapa orang yang masuk ke kokpit mengalami luka ringan berupa sayatan dan memar. Setelah kendali berhasil dipulihkan, pesawat dialihkan ke Bandara Tabuk di Arab Saudi untuk pendaratan darurat. Data pelacakan menunjukkan pesawat berada di atas wilayah utara Arab Saudi saat insiden berlangsung, dan sempat melintasi wilayah udara Yordania sebelum berbalik arah.
Di Israel, kasus ini sudah lebih dulu disebut sebagai serangan bermotif jihad oleh Menteri Pertahanan Israel Israel Katz, yang menyebutnya sebagai “Sebuah upaya serangan teror jihadis” yang berhasil digagalkan. Namun, label itu belum menjadi kesimpulan resmi. UEA belum menyatakan peristiwa tersebut sebagai aksi terorisme, dan hasil penyelidikan masih akan menentukan apakah serangan itu spontan, direncanakan, atau melibatkan jaringan lain.
Sumber: jawapos.com




