Billy Syahputra Klarifikasi Cekcok di Dreamland, Tegaskan Tak Ada Masalah dengan Bali

Diposting pada

Billy Syahputra buka suara setelah video adu mulutnya dengan penjaga toilet di kawasan Pantai Dreamland, Bali, ramai beredar di media sosial. Ia menegaskan, kejadian itu tidak pantas dipelintir menjadi seolah dirinya bermasalah dengan Bali atau warga setempat. Menurut Billy, persoalan yang terjadi hanyalah konflik dengan satu orang saat ia berlibur bersama keluarga di Kuta Selatan, Badung.

Lewat video yang diunggah di akun media sosialnya, adik mendiang Olga Syahputra itu menolak keras tudingan bahwa ia datang ke Pulau Dewata untuk mencari keributan. Billy justru menyebut dirinya punya kedekatan dengan Bali, termasuk melalui keluarganya. Ia mengatakan istrinya dan keluarga sang istri juga menyukai Bali beserta adat istiadatnya.

Dalam penjelasannya, Billy meminta publik tidak menghubungkan insiden tersebut dengan citra Bali secara umum. Ia menilai, komentar yang berkembang di media sosial berpotensi membentuk kesan keliru bahwa dirinya sengaja memancing masalah saat berada di sana. Billy menegaskan tujuan kedatangannya ke Bali sangat sederhana, yakni beristirahat dan menikmati waktu bersama keluarga.

“Yang paling penting adalah saya ke Bali ini bawa uang, bapak. Uang saya uang halal,” kata Billy. Ia juga menekankan bahwa dirinya adalah wisatawan dari luar Bali yang datang untuk liburan, bukan untuk marah-marah atau memperkeruh suasana. Karena itu, ia meminta agar orang tidak salah menilai niat kedatangannya.

Insiden yang memicu polemik itu terjadi ketika Billy disebut berdebat dengan penjaga toilet di area Dreamland Beach. Dalam video yang beredar, ia tampak terlibat cekcok saat hendak membawa anaknya masuk untuk membersihkan pasir setelah bermain di pantai. Billy sebelumnya mengaku sempat didorong dan diminta membayar Rp 10 ribu untuk memakai toilet.

Namun, keterangan dari pihak pengelola memberi gambaran berbeda. Pemilik Dreamland Warung, Nyoman Wardana, membenarkan adanya cekcok, tetapi hasil pengecekan kamera pengawas tidak memperlihatkan adanya dorongan seperti yang ramai disebut dalam narasi di media sosial. Ia juga menjelaskan bahwa pengelola memang menerapkan pembayaran di awal untuk fasilitas toilet dan kamar mandi. Menurut pihak pengelola, Billy sempat dihentikan karena belum membayar biaya penggunaan fasilitas tersebut.

Di tengah sorotan itu, Billy kembali menegaskan rasa hormatnya terhadap budaya Bali. Ia menyebut orang yang terlibat dalam kejadian itu tidak mewakili masyarakat Bali secara keseluruhan. Bagi Billy, peristiwa di Dreamland hanyalah perselisihan antara dua pihak yang sudah selesai dengan saling meminta maaf, bukan masalah antara dirinya dan Bali sebagai daerah maupun masyarakatnya.

Sumber: jawapos.com

Tinggalkan Balasan