Presiden Prabowo Subianto resmi menetapkan 26 tokoh sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden atau Wantimpres melalui Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026. Dari seluruh nama yang diumumkan, dua tokoh tidak terlihat dalam prosesi pengangkatan di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 2 Oktober 2026: Ignasius Jonan dan Jacky Manuputty.
Ketidakhadiran keduanya langsung memunculkan tanda tanya karena status mereka sudah sah tercantum dalam keputusan presiden. Ketua Wantimpres, Pratikno, menegaskan bahwa Jonan dan Jacky tetap menjadi bagian dari lembaga tersebut. Ia menyebut dasar penetapannya sudah jelas dalam Keppres. “Itu kan sudah di Keppres,” kata Pratikno seusai acara di Istana Negara.
Saat dimintai keterangan mengenai alasan absennya dua anggota itu, Pratikno tidak memberi penjelasan rinci. Menurut dia, urusan teknis terkait kehadiran berada di tangan sekretariat. “Itu diatur oleh sekretaris,” ujarnya. Hingga acara selesai, belum ada penjelasan terbuka dari Jonan maupun Jacky mengenai mengapa mereka tidak hadir saat pengangkatan berlangsung.
Pelantikan Wantimpres sendiri digelar sehari setelah Prabowo melakukan perombakan pemerintahan dan melantik sejumlah menteri, wakil menteri, serta pejabat lembaga pada Kamis, 1 Oktober 2026. Wantimpres merupakan lembaga negara yang bertugas memberi nasihat dan pertimbangan kepada Presiden, baik atas permintaan maupun tanpa diminta, namun tidak menjalankan kebijakan pemerintahan secara langsung. Peran lembaga ini bergantung pada sejauh mana masukan para anggotanya dipakai Presiden dalam mengambil keputusan.
Absennya Jonan dan Jacky menjadi menarik karena keduanya sebelumnya pernah bertemu Prabowo dalam agenda terpisah di Istana. Jonan datang ke Istana Merdeka pada 3 November 2025 dan berbincang sekitar dua jam dengan Prabowo. Dalam pertemuan itu, sejumlah isu dibahas, mulai dari Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, diplomasi luar negeri, hingga BUMN. Saat itu, Jonan menyampaikan bahwa kehadirannya dimaksudkan untuk bertukar pandangan sebagai warga negara.
Jacky Manuputty juga pernah berada dalam forum yang melibatkan Prabowo di Istana Negara pada 1 September 2025. Saat itu, Presiden bertemu tokoh lintas agama, pimpinan partai politik, pimpinan serikat buruh, serta organisasi kepemudaan lintas iman. Agenda tersebut membahas persoalan sosial, korupsi, perilaku pejabat, pajak, dan RUU Perampasan Aset. Ketika itu, Jacky masih menjabat Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI).
Nama Jonan dan Jacky juga pernah muncul dalam satu kegiatan yang sama pada seminar “Sebuah Mosaik Indah: Indonesia di Mata Paus Fransiskus” di Jakarta, 10 Mei 2025. Jonan hadir sebagai ketua panitia kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia, sementara Jacky menjadi salah satu pembicara. Jonan sendiri memiliki pengalaman panjang di dunia korporasi dan pemerintahan, termasuk pernah memimpin PT Kereta Api Indonesia (Persero), menjabat Menteri Perhubungan pada 2014–2016, serta Menteri ESDM pada 2016–2019. Sementara itu, Jacky adalah pendeta Gereja Protestan Maluku dan memimpin PGI untuk periode 2024–2029. Dalam komposisi baru Wantimpres, 24 anggota lainnya hadir saat pengangkatan, sedangkan dua nama tersebut tetap tercantum resmi dalam Keppres.
Sumber: www.tribunnews.com




