Sarmuji Ambil Alih Kementerian Perindustrian, Fokus Dorong Industri Jadi Mesin Ekonomi

Diposting pada

Sarmuji resmi memimpin Kementerian Perindustrian setelah menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita. Dalam serah terima jabatan di Jakarta pada Jumat, 2 Oktober 2026, ia langsung menempatkan industri sebagai sektor utama yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja.

Menurut Sarmuji, industri bukan sekadar salah satu sektor ekonomi, melainkan fondasi penting bagi penguatan perekonomian nasional. Karena itu, ia menilai Kementerian Perindustrian harus bekerja dengan orientasi yang lebih besar, yakni menjadikan industri sebagai pengungkit bagi pembangunan dan penyerapan tenaga kerja.

Dalam sambutannya, Sarmuji meminta seluruh pejabat dan pegawai di lingkungan Kemenperin bergerak dalam satu arah untuk memperkuat industri nasional. Ia menegaskan bahwa capaian dan fondasi yang telah dibangun pada masa Agus Gumiwang tidak boleh berhenti, melainkan perlu diteruskan dan diperkuat agar hasilnya lebih terasa.

Ia juga memberi sinyal akan membawa semangat kerja yang menekankan target besar dan pandangan jangka panjang. Bagi Sarmuji, kementerian tidak seharusnya terpaku pada hambatan yang ada, tetapi juga harus aktif membaca peluang yang bisa dimanfaatkan untuk mempercepat perkembangan industri di dalam negeri.

Karena itu, ia mendorong jajaran kementerian untuk menyusun agenda besar yang dapat menjadi arah kerja selama masa kepemimpinannya. Menurut dia, keberhasilan pengembangan industri nasional hanya bisa dicapai jika ada kolaborasi dengan berbagai pihak yang relevan, sekaligus kesediaan internal kementerian untuk terbuka menyampaikan masukan.

Dalam kesempatan yang sama, Sarmuji juga menekankan pentingnya suasana kerja yang tidak berjarak. Ia meminta pejabat dan pegawai di Kemenperin tidak memperlakukannya secara berlebihan, baik dalam bentuk penghormatan maupun pelayanan, karena hal itu dinilai justru dapat menghambat komunikasi di lingkungan kerja. Ia berharap semua pihak saling mengingatkan agar kebijakan yang diambil dapat berjalan lebih baik dan lebih tepat sasaran.

Sumber: www.idntimes.com

Tinggalkan Balasan