Media Vietnam ikut menanggapi polemik perubahan tambahan waktu dalam laga Timnas Indonesia melawan Bangladesh pada FIFA ASEAN Cup 2026. Sorotan itu muncul setelah keputusan wasit mengubah injury time dari dua menit menjadi tujuh menit memicu keberatan dari pihak Malaysia, termasuk laporan resmi Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) ke FIFA. Di tengah perdebatan tersebut, salah satu media Vietnam justru menilai protes itu kemungkinan besar tidak akan berdampak pada hasil pertandingan.
Kontroversi bermula dari keputusan wasit utama yang menambah durasi pertandingan lebih panjang dari pengumuman awal. Langkah itu kemudian ditafsirkan sebagian publik Malaysia sebagai bentuk keuntungan bagi Indonesia. Reaksi tersebut berkembang menjadi kritik di media sosial, sebelum FAM mengajukan protes resmi ke FIFA untuk meminta penjelasan atas perubahan durasi di laga yang menjadi perhatian kawasan Asia Tenggara itu.
Di Vietnam, isu ini juga dibahas oleh TheThao247.vn. Media tersebut mengakui bahwa perubahan waktu tambahan dalam turnamen resmi memang patut dicermati, tetapi menegaskan bahwa penentuan tambahan waktu memang berada dalam kewenangan wasit sesuai aturan pertandingan. Mereka merujuk pada Hukum 7 IFAB yang menyebut wasit harus menambahkan waktu yang hilang akibat pergantian pemain, cedera, penguluran waktu, kartu kuning, penggunaan VAR, selebrasi gol, dan faktor lain yang mengganggu jalannya laga.
TheThao247.vn menekankan bahwa waktu yang diumumkan sebelum babak tambahan dimulai hanyalah waktu minimum. Artinya, wasit boleh menambahnya bila diperlukan, tetapi tidak dapat menguranginya. Dari penjelasan itu, media Vietnam tersebut menyimpulkan bahwa perubahan dari dua menit ke tujuh menit tidak otomatis menunjukkan adanya keputusan yang merugikan Malaysia atau menguntungkan Indonesia.
Media itu juga menyinggung kemungkinan jika FIFA menemukan kekeliruan dari tim wasit. Menurut mereka, temuan semacam itu tidak lantas membuat hasil pertandingan dibatalkan. FIFA, tulis TheThao247.vn, harus mempertimbangkan sifat kesalahan, seberapa luas dampaknya, dan pengaruhnya terhadap jalannya pertandingan sebelum mengambil langkah lanjutan. Dalam banyak kasus, kesalahan wasit hanya berujung pada evaluasi profesional atau sanksi disiplin bagi ofisial pertandingan.
Karena itu, TheThao247.vn menilai status Indonesia di turnamen tidak berubah hanya karena adanya protes dari FAM. Mereka juga menyebut hasil laga tetap berlaku kecuali FIFA menyimpulkan ada pelanggaran serius yang benar-benar memengaruhi keabsahan pertandingan. Dengan kata lain, polemik tambahan waktu ini lebih berpotensi menjadi bahan evaluasi terhadap perangkat pertandingan ketimbang mengubah nasib Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Sumber: superball.bolasport.com




