Irjen Asep Safrudin Ditunjuk Jadi Kabareskrim, Ini Jejak Karier dan Profil Singkatnya

Diposting pada

Irjen Pol Asep Safrudin resmi mendapat penugasan baru sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri. Dalam rotasi tersebut, ia menggantikan Komjen Pol Syahardiantono yang bergeser ke Kantor Staf Presiden (KSP). Sebelum menduduki jabatan strategis itu, Asep lebih dulu memimpin Polda Kepulauan Riau. Pergantian ini tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.

Nama Asep juga menarik perhatian karena memiliki hubungan keluarga dengan mantan Kapolri Jenderal Pol (Purn) Sutarman. Putri Asep, Deas Olivia, menikah dengan putra Sutarman, AKP Danny Trisespianto Arief Sutarman. Saat ini, Danny bertugas sebagai Kasat Lantas Polres Tangerang Selatan. Ia merupakan lulusan Akpol 2017 dan dikenal juga dengan sebutan AKP Danny Sutarman.

Lahir di Bogor pada 15 Juni 1969, Asep merupakan perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian 1993. Kariernya terbilang panjang dan berlapis di berbagai satuan. Ia dikenal punya pengalaman di bidang narkoba, reserse, hingga fungsi intelijen dan siber. Di lingkungan kepolisian, Asep juga tercatat sebagai suami drg. Detta Dwi Ariyani Novita.

Jejak jabatan Asep dimulai dari posisi Kasat III Ditnarkoba Polda Metro Jaya pada 2010. Setahun kemudian, ia dipercaya menjadi Kapolres KP3 Tanjungpriok. Pada 2012, ia kembali mendapat promosi sebagai Kapolres Bogor. Kariernya terus naik ketika pada 2014 ia ditunjuk sebagai Wakapolres Metro Jakarta Barat, lalu di tahun yang sama memimpin Kapolresta Barelang.

Setelah itu, Asep masuk ke jabatan yang lebih teknis dan strategis. Pada 2016, ia menjabat Dirresnarkoba Polda Banten. Tahun berikutnya, ia dipindahkan ke Bareskrim Polri sebagai Kasubdit II Dittipidsiber. Pada 2018, ia naik menjadi Wadirtipidsiber Bareskrim Polri. Setahun kemudian, ia memimpin Karobindiklat Lemdiklat Polri. Pada 2020, Asep dipercaya sebagai Wakapolda Kalimantan Barat, lalu bergeser menjadi Wakapolda Kepri sebelum akhirnya diangkat sebagai Kapolda Kepri pada 2025.

Selain rekam jejak karier, data LHKPN menunjukkan Asep memiliki total kekayaan Rp7,3 miliar. Laporan terakhirnya tercatat pada 4 April 2026. Aset yang dilaporkan mencakup tanah dan bangunan senilai Rp3,535 miliar di Bogor, kendaraan dengan nilai Rp173 juta, harta bergerak lain sebesar Rp3,48 miliar, serta kas dan setara kas Rp135 juta.

Dengan modal pengalaman panjang di reserse, siber, dan kepemimpinan wilayah, penunjukan Asep ke kursi Kabareskrim menjadi salah satu rotasi penting di tubuh Polri. Jabatan barunya menempatkannya pada posisi sentral dalam penegakan hukum dan pengungkapan berbagai tindak pidana di tingkat nasional.

Sumber: bangka.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan