Moskow, Rusia, menegaskan perannya dalam mendukung Iran di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel. Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev mengatakan bantuan yang diberikan negaranya bukan dalam bentuk militer, melainkan lewat jalur diplomatik, termasuk langkah di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk menahan resolusi yang dinilai bisa memberi legitimasi atas serangan terhadap Teheran.
Pernyataan itu disampaikan Medvedev dalam wawancara dengan stasiun penyiaran Iran, IRIB, pada Sabtu. Ia menekankan bahwa tindakan Rusia dipandang penting oleh kepemimpinan Iran karena menyangkut posisi politik Moskow di forum internasional. Menurut dia, upaya tersebut mencakup sikap resmi Rusia dan, pada sejumlah kesempatan, pemblokiran langsung terhadap rancangan resolusi DK PBB yang berpotensi membenarkan serangan ke Iran.
Medvedev juga menolak anggapan bahwa dukungan Rusia hanya sebatas simbolik. Dengan nada menegaskan, ia mempertanyakan nilai bantuan yang diberikan Moskow jika bukan termasuk bantuan langsung. Ucapan itu menunjukkan bahwa Rusia ingin menempatkan dirinya sebagai mitra yang aktif menjaga kepentingan Iran di panggung diplomatik global, terutama ketika konflik dengan Washington dan Tel Aviv meningkat.
Selain urusan politik, Medvedev menyebut hubungan Rusia dan Iran juga bergerak di bidang pertahanan serta teknologi tinggi. Salah satu contoh yang ia sorot adalah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr di Iran, yang dibangun oleh Rosatom, perusahaan nuklir milik negara Rusia. Proyek itu selama ini menjadi simbol eratnya kerja sama dua negara di sektor energi dan teknologi strategis.
Ia turut menyinggung kerja sama di industri minyak. Menurut Medvedev, investasi perusahaan-perusahaan Rusia ikut menopang produksi energi Iran. Ia bahkan menyebut sekitar tujuh persen dari total produksi minyak Iran saat ini berasal dari dukungan investasi Rusia, sebuah angka yang ia gunakan untuk menggambarkan besarnya keterlibatan ekonomi Moskow di negara tersebut.
Pernyataan Medvedev memperlihatkan bahwa hubungan Rusia-Iran tidak hanya dibangun lewat retorika politik, tetapi juga lewat kepentingan ekonomi dan proyek strategis yang berjalan nyata. Di tengah tekanan internasional terhadap Iran, Moskow berusaha menunjukkan bahwa dukungannya hadir dalam beberapa lapisan, mulai dari forum diplomatik, kerja sama energi, hingga penguatan sektor teknologi tinggi.
Sumber: www.jpnn.com




