Mbah Leginah Wafat, Kedekatannya dengan Refido Ternyata Berawal dari Tetangga Depan Rumah

Diposting pada

Kabar duka datang dari Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu, Blora, setelah Mbah Leginah, 85 tahun, meninggal dunia usai sempat mengalami sesak napas dan dibawa ke rumah sakit. Sosok yang akrab dikenal warganet lewat video-video komedi bersama Refido Kriska itu dimakamkan di pemakaman umum Kelurahan Balun pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kepergian Mbah Leginah meninggalkan kesedihan bagi keluarga, warga sekitar, dan para pengikutnya di media sosial.

Di tengah ramainya ucapan belasungkawa, muncul penegasan dari lingkungan tempat tinggalnya bahwa hubungan Mbah Leginah dengan Refido bukanlah hubungan darah. Ketua RW 13 Kelurahan Balun, Suroso, mengatakan Refido bukan cucu kandung, melainkan tetangga yang rumahnya berada tepat di depan rumah Mbah Leginah. Kedekatan keduanya selama ini membuat banyak penonton mengira mereka benar-benar bagian dari satu keluarga.

Nama Mbah Leginah sendiri meluas karena kehadirannya dalam konten Refido di media sosial. Tingkahnya yang spontan dan polos membuat video mereka mudah menarik perhatian, bahkan tak jarang ditonton ratusan ribu hingga jutaan kali. Akun Instagram Refido, @refidoo, kini memiliki sekitar 573 ribu pengikut, dan unggahan duka tentang wafatnya Mbah Leginah sempat menyedot perhatian besar hingga ditonton sekitar 15 juta kali.

Menurut Suroso, kondisi Mbah Leginah sempat terlihat normal pada Jumat sore. Saat itu, ia masih duduk dan berbincang dengan anak-anak di halaman rumahnya. Namun pada malam harinya, sesak napas yang kerap kambuh kembali muncul. Keluarga lalu membawanya ke rumah sakit, sebelum akhirnya ia mengembuskan napas terakhir sekitar pukul satu dini hari.

Suroso menyebut Mbah Leginah memang sudah lanjut usia dan dalam keseharian kadang mengalami pikun. Meski begitu, warga mengenalnya sebagai pribadi yang baik. Dalam kehidupan sehari-hari, Mbah Leginah tinggal bersama menantu perempuan dan dua cucunya, sementara anak laki-lakinya telah lebih dulu meninggal dunia. Dua cucunya kini sudah dewasa dan bekerja.

Refido juga ikut mengantar jenazah Mbah Leginah ke tempat peristirahatan terakhirnya. Dalam unggahan di Instagram, ia menuliskan ungkapan kehilangan yang sangat pribadi. Setelah kepergian Mbah Leginah, duka tak hanya dirasakan keluarga dan tetangga, tetapi juga jutaan penonton yang selama ini terhibur oleh kebersamaan mereka di media sosial. Dari lingkungan kecil di Balun, sosok nenek yang sederhana itu kini dikenang luas sebagai bagian dari hiburan yang pernah memberi tawa bagi banyak orang.

Sumber: jateng.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan