Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto merombak jajaran Polri pada Jumat, 2 Oktober 2026, melalui mutasi 88 perwira tinggi dan perwira menengah. Perubahan itu turut menyentuh 19 jabatan kapolda di berbagai daerah, termasuk sejumlah wilayah strategis seperti Metro Jaya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Riau, Banten, dan Jawa Timur. Pergeseran ini dituangkan dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
Dalam struktur Polri, kapolda merupakan pimpinan tertinggi kepolisian di tingkat provinsi dan bertanggung jawab langsung kepada Kapolri. Umumnya, jabatan ini diemban perwira tinggi berpangkat Inspektur Jenderal atau Irjen, sedangkan Kapolda Metro Jaya dijabat perwira berpangkat Komisaris Jenderal atau Komjen. Seusai mutasi tersebut, daftar kapolda di Indonesia kembali berubah dan kini tersebar di 36 wilayah kepolisian daerah.
Di Sumatera, Kapolda Aceh dijabat Irjen Pol Ruddi Setiawan (Akpol 1996) sejak 4 Juli 2026. Sumatera Utara dipimpin Brigjen Pol Sonny Irawan (Akpol 1997) sejak 2 Oktober 2026, Sumatera Barat oleh Irjen Pol Jawari (Akpol 1990), Riau oleh Irjen Pol Arman Achdiat (Akpol 1992), Kepulauan Riau oleh Irjen Pol Suhendri (Akpol 1993), Jambi oleh Irjen Pol Widodo (Akpol 1994), Bengkulu oleh Irjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid (Akpol 1996) sejak 17 Mei 2026, Sumatera Selatan oleh Brigjen Pol Rony Samtana (Akpol 1996), Kepulauan Bangka Belitung oleh Irjen Pol Viktor Theodorus Sihombing (Akpol 1992) sejak 29 Oktober 2025, dan Lampung oleh Irjen Pol Helfi Assegaf (Akpol 1992) sejak 29 Oktober 2025.
Untuk wilayah Jawa dan Bali, Kapolda Metro Jaya diisi Irjen Pol Dadang Hartanto (Akpol 1994) sejak 2 Oktober 2026. Jawa Barat dipimpin Irjen Pol Hengki (Akpol 1995), Jawa Tengah oleh Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan (Akpol 1993), DI Yogyakarta oleh Irjen Pol Langgeng Purnomo (Akpol 1995), Jawa Timur oleh Irjen Pol Dekananto Eko Purwono (Akpol 1994), Bali oleh Brigjen Pol Pasma Royce (Akpol 1996), Banten oleh Brigjen Pol Hendra Kurniawan (Akpol 1996), dan Nusa Tenggara Barat oleh Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja (Akpol 1992) sejak 17 Mei 2026. Nusa Tenggara Timur dipimpin Irjen Pol Reza Arief Dewanto (Akpol 1995) sejak 2 Oktober 2026.
Di Kalimantan, jabatan kapolda dipegang Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar (Akpol 1994) di Kalimantan Barat sejak 4 Juli 2026, Irjen Pol Iwan Kurniawan (Akpol 1994) di Kalimantan Tengah sejak 14 Maret 2025, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan (Akpol 1992) di Kalimantan Selatan sejak 29 November 2024, Irjen Pol Endar Priantoro (Akpol 1994) di Kalimantan Timur sejak 14 Maret 2025, dan Irjen Pol Agus Wijayanto (Akpol 1993) di Kalimantan Utara sejak 4 Juli 2026. Sementara itu, di Sulawesi, Kapolda Sulawesi Utara adalah Irjen Pol Yudho Hermanto (Akpol 1997) sejak 2 September 2026, Gorontalo dipimpin Irjen Pol Nurworo Danang (Akpol 1992), Sulawesi Tengah oleh Irjen Pol Riza Irawan (Akpol 1995), Sulawesi Tenggara oleh Irjen Pol Himawan Bayu Aji (Akpol 1995) sejak 7 Mei 2026, Sulawesi Selatan oleh Irjen Pol M Awal Chairuddin (Akpol 1994), dan Sulawesi Barat oleh Irjen Pol Totok Suharyanto (Akpol 1994).
Di kawasan timur Indonesia, Maluku Utara dipimpin Irjen Pol Arif Budiman (Akpol 1994) sejak 7 Mei 2026, Maluku oleh Irjen Pol Suwondo Nainggolan (Akpol 1994), Papua Barat Daya oleh Brigjen Pol Hengki Haryadi (Akpol 1991) sejak 29 November 2024, Papua Barat oleh Irjen Pol Alfred Papare (Akpol 1995) sejak 30 Januari 2026, Papua Tengah oleh Brigjen Pol Jeremias Rontini (Akpol 1996) sejak 30 Januari 2026, dan Papua oleh Irjen Pol Petrus Patrige Rudolf Renwarin (Akpol 1991) sejak 3 September 2024. Dari komposisi itu, lulusan Akpol 1994 menjadi angkatan yang paling banyak menempati kursi kapolda, dengan total 10 orang. Akpol 1992, Akpol 1995, dan Akpol 1996 masing-masing menyumbang enam kapolda.
Sumber: bangka.tribunnews.com




