Brigjen Rony Samtana Ditunjuk Jadi Kapolda Sumsel, Ini Rekam Jejak dan LHKPN-nya

Diposting pada

Mutasi besar di tubuh Polri kembali mengubah susunan jabatan penting. Dalam surat telegram bernomor ST/2205/X/KEP/2026 yang terbit pada 2 Oktober 2026, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menempatkan Brigjen Pol Rony Samtana sebagai Kapolda Sumatera Selatan. Sebelumnya, Rony menjabat Wakapolda Sumsel dan kini menggantikan Irjen Pol Sandi Nugroho, yang dipindahkan ke Bareskrim Polri untuk penugasan luar struktur.

Perombakan ini menjadi bagian dari penyegaran jabatan yang menyentuh berbagai level perwira, mulai dari Kombes, Brigjen, Irjen, hingga Komjen. Mutasi tersebut terjadi setelah tongkat komando Kapolri beralih dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Jenderal Suyudi Ario Seto. Dengan perubahan itu, posisi strategis di sejumlah daerah dan satuan kerja ikut bergeser, termasuk di Sumatera Selatan.

Rony Samtana lahir di Deli Serdang, Sumatra Utara, pada 24 Agustus 1974. Ia menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara Magelang dan lulus pada 1993, lalu masuk Akademi Kepolisian dan menamatkannya pada 1996. Di lingkungan Polri, ia dikenal sebagai perwira tinggi berpangkat Brigadir Jenderal Polisi dan memiliki pengalaman panjang di bidang reserse.

Jejak pendidikan kepolisiannya juga mencakup PTIK pada 2004 dan SESKO TNI pada 2021. Dalam perjalanan kariernya, Rony pernah bertugas sebagai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi. Sebelum naik ke jajaran pimpinan wilayah, ia mengisi sejumlah posisi di bidang reserse dan penyidikan, yang menjadi modal utama dalam penugasan barunya sebagai kepala kepolisian daerah.

Riwayat jabatan Rony mencatat perjalanan yang cukup panjang. Ia pernah menjadi Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kasubbagprodi S3 Jemenkamtekpol Ditprog Sarjana STIK Lemdikpol, Kapolres Tapanuli Selatan pada 2015, Wadirreskrimsus Polda Sumut pada 2017, dan Dirreskrimsus Polda Sumut pada 2018. Setelah itu, ia masuk ke Bareskrim Polri sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus pada 2020, lalu bertugas di Dittipidter sebagai Kasubdit V pada 2021 dan Wadirtipidter pada 2023. Masih pada 2023, ia dipercaya sebagai Wakapolda Sumatera Utara, kemudian Wakapolda Sumatera Selatan pada 2025-2026, sebelum akhirnya ditetapkan sebagai Kapolda Sumsel pada 2026.

Selain rekam jejak karier, nama Rony Samtana juga menarik perhatian karena laporan kekayaannya. Berdasarkan LHKPN yang terakhir disampaikan pada 8 Mei 2025 saat ia masih menjabat Wakapolda Sumatera Utara, total hartanya tercatat Rp14.990.000.000. Aset terbesarnya berasal dari tanah dan bangunan senilai Rp14,4 miliar, tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Kota Ambon. Ia juga melaporkan kepemilikan tiga mobil, yakni Mercedes C250 tahun 2013, Toyota Alphard tahun 2018, dan Hyundai Palisade tahun 2023, disertai harta bergerak lain, kas, dan setara kas.

Jika dijumlahkan, kekayaan Rony mencapai sekitar Rp14,9 miliar. Data itu menunjukkan bahwa perwira lulusan Akpol 1996 ini bukan hanya punya pengalaman panjang di bidang reserse, tetapi juga menempati posisi penting dalam struktur kepolisian di Sumatera Selatan pada masa mutasi besar Polri tahun ini.

Sumber: www.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan