Zen Mitani Tersandung di Motegi, Veda Ega Pratama Jadi Pembalap Honda Terbaik

Diposting pada

Zen Mitani pulang dari Moto3 Jepang 2026 dengan rasa kecewa setelah balapan kandang di Sirkuit Motegi, Jepang, pada akhir pekan kemarin berakhir jauh dari harapan. Pembalap Honda Team Asia berusia 19 tahun itu sebenarnya memulai lomba 17 lap dari posisi ke-15, sebuah peluang yang cukup menjanjikan untuk meraih poin di depan publik sendiri. Namun, situasi berubah buruk ketika ia terkena hukuman long lap ganda akibat jump start dan akhirnya finis di urutan ke-21 dari 22 pembalap yang menyentuh garis akhir.

Kesalahan start tersebut menjadi titik balik yang merusak peluang Mitani. Saat lampu start belum padam, ia bergerak lebih cepat dari seharusnya dan langsung dijatuhi penalti. Dalam balapan yang sudah berat sejak awal, hukuman itu membuatnya makin sulit mengejar kelompok depan. Ia pun tak mampu memanfaatkan posisi start yang semula berada di zona poin.

Di sisi lain, rekan setimnya, Veda Ega Pratama, tampil lebih menjanjikan. Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu start dari posisi ke-16 dan langsung naik dua tempat sejak tikungan pertama. Veda kemudian menyelesaikan balapan di posisi ke-11, sekaligus menjadi rider Honda dengan hasil terbaik pada seri tersebut. Hasil itu kembali menegaskan perannya sebagai tumpuan Honda Team Asia di tengah dominasi KTM yang sulit dibendung.

Mitani mengakui tekanan besar sebagai tuan rumah membuatnya tak sepenuhnya tenang saat berada di grid. “Ini adalah Grand Prix kandang pertama saya, jadi sebelum balapan saya merasakan banyak tekanan,” ujarnya melalui siaran Honda Team Asia. Ia menambahkan bahwa dirinya sempat merasa sudah cukup tenang, tetapi justru melakukan kesalahan yang berujung pada jump start. “Saya pikir saya tenang di grid, tetapi tiba-tiba saya melakukan kesalahan dan melakukan jump start,” katanya.

Meski hasil akhirnya buruk, Mitani menilai kecepatan balapnya sebenarnya mulai menunjukkan perkembangan. Ia merasa ritmenya tidak terlalu jauh dari para pembalap yang bertarung di sekitar posisi 10 besar dan bahkan cukup sering melaju sendirian selama lomba. Dari situ, ia melihat ada modal untuk bersaing lebih baik pada seri berikutnya, walau penalti membuat peluang itu hilang.

Pembalap muda Jepang itu juga mengaku menyesal karena hasil balapan berubah total setelah hukuman dijatuhkan. Ia menyebut akhir pekannya di Motegi tetap memberi pelajaran berharga karena ada kemajuan yang ia rasakan dibanding awal musim. Kini fokusnya beralih ke Moto3 Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, yang akan digelar pada 9-11 Oktober. Mitani ingin meninggalkan tekanan dari Motegi, menikmati pekan balapan di Indonesia, lalu kembali mengejar poin. Hingga 16 seri berjalan, ia masih berada di posisi kedelapan klasemen rookie 2026 dengan baru mengoleksi 2 poin, status yang membuatnya disebut sebagai rookie terburuk musim ini.

Sumber: www.bolasport.com

Tinggalkan Balasan