Media Vietnam Soroti Jarak Kualitas Pemain Naturalisasi dengan Timnas Indonesia

Diposting pada

Media Vietnam, Tuoi Tre, menilai kualitas pemain naturalisasi timnas mereka masih tertinggal jauh dari Indonesia setelah turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 memasuki fase akhir. Sorotan itu muncul usai Vietnam gagal melaju ke final dan harus turun ke laga perebutan tempat ketiga melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) sore WIB. Di partai puncak, Indonesia akan menantang Thailand beberapa jam kemudian.

Dalam ulasan tersebut, Tuoi Tre mengaitkan performa kurang meyakinkan para pemain naturalisasi Vietnam sepanjang turnamen dengan perbedaan kualitas yang tercermin dari nilai pasar skuad. Media itu menyebut kritik publik di dalam negeri semakin keras karena para pemain naturalisasi Vietnam dinilai belum memberi pengaruh besar. Sebagai pembanding, Indonesia disebut datang ke turnamen sebagai tim dengan valuasi tertinggi, yakni 22,84 juta euro menurut Transfermarkt.

Angka tersebut hampir empat kali lipat dari nilai skuad Vietnam yang berada di kisaran 6,28 juta euro. Tuoi Tre juga menyoroti bahwa total harga delapan pemain naturalisasi dan keturunan Vietnam hanya mencapai 2,4 juta euro. Jumlah itu bahkan masih di bawah nilai pasar bek naturalisasi Indonesia, Kevin Diks, yang disebut mencapai 5 juta euro.

“Berdasarkan biaya transfer, kualitas pemain naturalisasi Vietnam tidak dapat dibandingkan dengan pemain naturalisasi Indonesia.” Media itu menambahkan, “Nilai transfer adalah ukuran kualitas profesional seorang pemain.”

Tuoi Tre kemudian membandingkan jejak karier para pemain naturalisasi kedua negara. Menurut mereka, Vietnam tidak memiliki pemain naturalisasi yang membela klub-klub Eropa, sedangkan banyak pemain naturalisasi Indonesia justru berkarier di liga-liga Eropa. Perbedaan itu, tulis media tersebut, ikut menjelaskan mengapa Indonesia dianggap memiliki kedalaman skuad yang lebih baik.

Nama-nama seperti Do Hoang Hen, Nguyen Tai Loc, dan Xuan Son ikut disorot. Do Hoang Hen disebut pernah menimba ilmu di akademi La Masia milik FC Barcelona, tetapi karier profesionalnya tidak berkembang pesat dan kini ditaksir bernilai 300.000 euro. Nguyen Tai Loc hanya sempat bermain untuk klub-klub kecil di Brasil sebelum bergabung ke Vietnam, dengan nilai transfer 275.000 euro. Xuan Son disebut sebagai pemain paling menonjol di skuad Vietnam dengan harga pasar 550.000 euro, namun rekam jejaknya juga hanya mencakup klub-klub Brasil dan Naestved BK di divisi dua Denmark pada 2019.

Di kubu Indonesia, Tuoi Tre menilai kekuatan tim datang dari banyaknya pemain keturunan yang tumbuh di negara sepak bola maju, terutama Belanda. Sejumlah pemain bahkan pernah memperkuat tim U-17 hingga U-21 Belanda dan ada pula yang kini tampil di klub-klub besar Eropa. Kevin Diks menjadi contoh yang disorot media itu karena pernah menjadi kapten Borussia Monchengladbach di Jerman.

Sumber: superball.bolasport.com

Tinggalkan Balasan