Lizarazu Ingatkan Ronaldo di Tengah Konflik dengan Jorge Jesus: Ego Bisa Jadi Bumerang

Diposting pada

Perseteruan Cristiano Ronaldo dengan pelatih Timnas Portugal, Jorge Jesus, memicu sorotan baru dari mantan juara dunia Prancis 1998, Bixente Lizarazu. Di tengah suasana ruang ganti yang disebut memanas, Lizarazu menilai sang megabintang Al Nassr perlu menahan ego agar tidak merugikan kariernya pada fase akhir perjalanan sebagai pemain.

Ketegangan di kubu Portugal mencuat setelah Ronaldo merasa dikhianati dan dibohongi oleh Jesus. Konflik ini bermula dari janji sang pelatih yang disebut akan meminta maaf kepada publik usai tidak menurunkan Ronaldo pada laga kedua UEFA Nations League 2026-2027 melawan Norwegia. Namun, saat konferensi pers jelang pertandingan ketiga kontra Denmark, Jesus justru memberi sinyal berbeda.

Dalam pernyataannya, Jesus menegaskan bahwa keputusan bermain atau tidak tetap berada di tangannya. “Jika saya membutuhkannya (Ronaldo), dia akan bermain. Kalau tidak, dia tak akan bermain,” kata Jesus. Ia juga menekankan bahwa status seorang pemain tidak membuatnya diperlakukan berbeda dari rekan setim lain. Menurut dia, penghormatan terhadap karier pemain penting, tetapi rencana tim tetap disusun bersama para pemain dengan keputusan akhir berada di pelatih.

Situasi semakin rumit karena Ronaldo sempat tidak hadir dalam latihan selama tiga hari berturut-turut sebelum akhirnya meninggalkan kamp pelatihan Portugal. Sikap itu memunculkan pembahasan tentang kemungkinan sanksi, mengingat aturan Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) mengatur hukuman bagi pemain yang meninggalkan tugas tanpa izin resmi. Dalam ketentuan disiplin FPF, pemain yang mangkir dari latihan, laga, atau aktivitas tim nasional dapat dijatuhi skors satu hingga enam bulan serta denda 5 hingga 10 UC, atau sekitar 500-1.000 euro, jika berstatus profesional.

Menanggapi kondisi tersebut, Lizarazu memberi peringatan keras kepada Ronaldo. Ia menilai apa yang dulu menjadi kekuatan, yakni rasa percaya diri dan ego besar, kini bisa berubah menjadi titik lemah. “Dulu ini (ego) adalah kekuatan Anda, tapi sekarang ini menjadi musuh terbesarmu,” ujar Lizarazu seperti dikutip BolaSport.com dari Tuttomercato. Ia lalu memakai istilah “kuburan gajah” untuk menggambarkan nasib para tokoh besar yang memasuki masa senja dan kehilangan pengaruhnya.

Dalam pandangannya, Ronaldo harus menyadari bahwa pada usia sekarang, reputasi besar tidak lagi cukup untuk menjaga tempat istimewa di tim. Lizarazu bahkan menegaskan bahwa sikap keras kepala justru bisa mempercepat kemunduran. “Karena di usia Anda saat ini, kau akan berakhir di ‘kuburan gajah’, saya jamin itu,” katanya.

Meski konflik terbuka, Jesus belum menutup peluang Ronaldo kembali ke skuad Portugal. Ia menyebut tidak ada perlakuan khusus dalam wewenangnya sebagai pelatih. Jika Ronaldo tampil untuk Al Nassr dan masih ingin membela negaranya, pintu tim nasional tetap terbuka. “Cris akan menjadi pemain yang dipanggil ke skuad berikutnya,” ujar Jesus, sembari menegaskan kemungkinan sang kapten kembali bergabung pada kesempatan berikutnya.

Sumber: www.bolasport.com

Tinggalkan Balasan