Sarwendah menegaskan dirinya tidak pernah menutup akses Ruben Onsu untuk bertemu anak-anak mereka. Di tengah tudingan bahwa ia menghambat pertemuan sang presenter dengan buah hati mereka, mantan personel Cherrybelle itu justru meminta Ruben ikut aktif membangun kedekatan dengan anak. Pernyataan itu disampaikan melalui kuasa hukumnya, Pablo Benua, dan juga ditegaskan langsung oleh Sarwendah dalam keterangan terpisah pada Senin (5/10/2026).
Menurut Pablo, tidak ada maksud dari kliennya untuk menjauhkan anak dari ayah kandungnya. Ia menekankan bahwa pada dasarnya seorang anak tetap memiliki hak untuk bertemu orang tuanya. Sarwendah, kata dia, bahkan sudah berupaya mengajak kedua putrinya agar mau menemui Ruben. Namun, ajakan itu tidak berjalan mulus karena anak-anak justru menolak saat dibujuk.
Situasi tersebut membuat Sarwendah berada dalam posisi serba salah. Di satu sisi, ia kerap disorot karena dianggap tidak memberi kesempatan Ruben bertemu anak. Di sisi lain, jika ia memaksa atau mendorong terlalu keras, ia khawatir anak-anak justru merasa tertekan. Pablo menyebut kondisi ini sebagai alasan mengapa pertemuan itu belum terwujud, meski bukan karena adanya larangan dari Sarwendah.
Masalah lain yang ikut mencuat adalah syarat yang sempat diminta Sarwendah kepada Ruben sebelum bertemu anak, yakni menjalani tes kesehatan dan melibatkan dirinya dalam setiap pertemuan. Dari sudut pandang Ruben, syarat itu dipandang sebagai penghalang. Namun, pihak Sarwendah menilai hal tersebut muncul semata-mata karena kehati-hatian, bukan untuk memutus hubungan ayah dan anak. Pablo juga menyebut anak-anak sudah menjalani tes psikologi, dan dari sana muncul kesan bahwa mereka merasa seperti diusir ketika diarahkan untuk bertemu Ruben.
“Karena pada prinsipnya, tidak ada satu pun alasan yang bisa menghalangi seorang anak kandung bertemu dengan ayahnya,” kata Pablo. Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan psikologi memperlihatkan bahwa ada persepsi tertentu di benak anak-anak terkait ajakan untuk bertemu sang ayah. Menurutnya, hal itu menjadi bagian dari pertimbangan Sarwendah dalam menyikapi situasi keluarga mereka.
Dalam keterangannya, Sarwendah juga menegaskan bahwa pintu untuk Ruben selalu terbuka. Ia bahkan mengatakan sang mantan suami bebas bertemu anak kapan saja. Hanya saja, ia berharap komunikasi dibangun dengan lebih baik agar tidak berjalan sepihak. Baginya, perasaan anak-anak tetap harus diperhatikan, dan keinginan mereka tidak boleh diabaikan begitu saja.
Karena itu, Sarwendah meminta Ruben ikut membujuk dan merayu anak-anak agar bersedia bertemu. Ia menilai langkah tersebut lebih tepat daripada hanya menempatkan beban pada satu pihak. “Jadi ya, kalau misalnya anak-anak tidak mau, ya bujuk anak-anaknya, rayu anak-anaknya, ajak komunikasi kenapa gitu,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa segala hal sebenarnya masih bisa dibicarakan dengan baik, termasuk jika ada kendala atau kesibukan yang membuat pertemuan belum terlaksana.
Sumber: www.grid.id




