Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia pada 1 Oktober 2026. Penunjukan itu menempatkan lulusan Akademi Kepolisian 1994 kembali jadi sorotan, sebab angkatan yang dikenal sebagai Batalyon Tunggal Panaluan ini berisi 264 alumni dan telah melahirkan banyak perwira tinggi di tubuh Polri, termasuk lima jenderal berpangkat komisaris jenderal.
Suyudi menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang telah memasuki masa purna tugas. Sebelum menerima jabatan tertinggi di kepolisian, perwira kelahiran Jakarta, 14 Juli 1973, itu lebih dulu menempati sejumlah posisi penting. Ia pernah menjadi Wakapolda Metro Jaya, Kapolda Banten, lalu Kepala Badan Narkotika Nasional. Dengan pengalaman di bidang reserse, namanya sudah lama masuk jajaran perwira yang diperhitungkan di lingkungan Korps Bhayangkara.
Angkatan Akpol 1994 sendiri menempati posisi istimewa dalam struktur kepemimpinan Polri. Dari total 264 lulusan, lima di antaranya telah menyandang pangkat Komjen Pol, atau jenderal bintang tiga. Mereka adalah Komjen Pol Asep Edi Suheri, Komjen Pol Dwiyono, Komjen Pol Roycke Harry Langie, Komjen Pol Nico Afinta, dan Komjen Pol Rudi Setiawan. Kehadiran mereka memperlihatkan kuatnya kontribusi satu angkatan ini dalam pengisian jabatan strategis di kepolisian.
Di antara para alumni itu, Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar tercatat sebagai peraih Adhi Makayasa Akpol 1994. Saat ini ia menjabat Kapolda Kalimantan Barat. Selain itu, sejumlah nama lain juga tersebar di berbagai lini tugas, baik di wilayah maupun di satuan kerja pusat, menunjukkan bahwa lulusan Akpol 1994 tidak hanya menonjol di puncak pimpinan, tetapi juga di level operasional dan pembinaan.
Jejak karier Suyudi Ario Seto sebelum menjadi Kapolri juga menunjukkan lintasan yang panjang. Ia pernah bertugas sebagai Kanit II Resmob Polda Metro Jaya, Kapolsek Metro Pasar Minggu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, hingga Kanit Jatanras Polda Metro Jaya. Setelah itu, ia menempati jabatan lain seperti Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kanit Resmob Bareskrim Polri, dan Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Kariernya berlanjut ke posisi yang makin tinggi, antara lain Kakorsis SPN Lido, Kasubbid Paminal Bid Propam Polda Metro Jaya, Kapolres Majalengka, Wakapolres Metro Jakarta Barat, Kapolresta Bogor Kota, Analis Kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri, Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Wakadirtipideksus Bareskrim Polri, Wakadirtipidsiber Bareskrim Polri, Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II Bareskrim Polri, Wakapolda Metro Jaya, hingga Kapolda Banten. Jabatan Kepala BNN ia emban sejak 25 Agustus 2025 sampai 1 Oktober 2026, sebelum akhirnya dilantik menjadi Kapolri.
Dengan pelantikan itu, Suyudi mencatat sejumlah tonggak penting: menjadi alumni Akpol 1994 pertama yang mencapai pangkat jenderal bintang empat, serta sebelumnya sempat disebut sebagai perwira bintang tiga termuda saat naik pangkat menjadi Komjen. Di tubuh Polri, kisah angkatan Tunggal Panaluan kini kembali menegaskan bahwa satu generasi lulusan Akpol dapat memberi pengaruh besar pada arah kepemimpinan institusi.
Sumber: belitung.tribunnews.com




