Medan ikut merasakan euforia saat Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Di balik keberhasilan skuad Garuda itu, ada tiga pemain yang punya kaitan dengan Kota Medan dan sama-sama memberi kontribusi di turnamen tersebut: Ole Romeny, Luke Vickery, dan Egy Maulana Vikri.
Keterhubungan mereka dengan Medan datang lewat jalur yang berbeda. Ole Romeny dan Luke Vickery membawa garis keturunan dari keluarga yang berasal dari kota itu, sedangkan Egy Maulana Vikri adalah putra asli Medan yang tumbuh bersama pembinaan sepak bola nasional sejak usia muda. Tiga nama ini membuat Sumatera Utara punya alasan tambahan untuk bangga atas gelar yang diraih Indonesia.
Ole Romeny lahir di Nijmegen, Belanda, pada 20 Juni 2000. Penyerang yang dikenal cepat dan tajam di depan gawang ini memiliki darah Indonesia dari neneknya yang berasal dari Medan. Meski besar di Belanda, hubungan keluarga itulah yang membuatnya dekat dengan Indonesia. Sebelum memilih membela Merah Putih, Ole sempat bermain untuk Belanda di level usia muda, yakni U-15 dan U-18. Keputusannya untuk bergabung dengan Timnas Indonesia datang pada November 2024, lalu disahkan FIFA pada 20 Februari 2025. Sejak saat itu, ia menjadi salah satu opsi utama di lini serang dengan catatan 14 laga, tujuh gol, dan enam assist.
Nama berikutnya, Luke Vickery, lahir di Kailua, Hawaii, Amerika Serikat, pada 25 Oktober 2005. Ia memiliki hubungan dengan Medan melalui nenek dari pihak ibu, Hetty Nanda, yang berasal dari kota tersebut. Jalur keturunan itu kemudian membuka jalan bagi Luke untuk menjadi WNI. Ia menjalani sumpah kewarganegaraan di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Sydney, Australia, pada 16 Juli 2026, dengan prosesi yang dipimpin Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas. Sebelum resmi membela Indonesia, Luke pernah memperkuat Australia U-19 dan tampil di ASEAN U-19 Boys Championship 2024 di Surabaya. Kini, ia masuk dalam kelompok pemain muda yang memperkuat masa depan Timnas Indonesia.
Berbeda dengan Ole dan Luke, Egy Maulana Vikri lahir di Medan pada 7 Juli 2000. Ia meniti karier sejak kecil melalui sejumlah sekolah sepak bola, termasuk ASIOP Apacinti dan TASBI Soccer School, sebelum melanjutkan pembinaan di SKO Ragunan. Perkembangannya di level junior membuatnya dipanggil ke berbagai kelompok umur Timnas Indonesia, mulai dari U-16, U-19, hingga U-23.
Di tim U-19, Egy tampil pada Piala AFF U-19 2017 dan 2019. Pada edisi 2017, ia menjadi sorotan karena mencetak delapan gol dan keluar sebagai pencetak gol terbanyak turnamen, meski Indonesia belum berhasil merebut gelar. Kiprahnya berlanjut ke level U-23 saat memperkuat Indonesia di SEA Games 2019 dan 2021, lalu berlanjut ke tim senior. Hingga kini, Egy sudah mencatat 33 pertandingan bersama Timnas Indonesia dengan delapan gol.
Keberadaan tiga pemain ini menunjukkan bahwa Medan punya jejak penting dalam perjalanan skuad Garuda. Dari darah keluarga, tempat lahir, hingga jalur pembinaan, semuanya bertemu dalam satu momen: saat Indonesia berdiri sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Sumber: medan.tribunnews.com




